Tambang Tembaga Wetar Arsip – PT Merdeka Copper Gold Tbk To be an Industry leading producer of gold, silver, copper, and other minerals in Indonesia Mon, 29 Sep 2025 09:48:10 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 https://merdekacoppergold.com/dua-operator-perempuan-tambang-tembaga-wetar-dalam-operator-champhionship-2025/ Mon, 29 Sep 2025 09:29:51 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=28690 Bekerja di Tambang Tembaga Wetar membawa Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio pada banyak pengalaman pertama. Salah satunya adalah tampil pada 17-20 September 2025 di Operator Championship, bagian dari acara Mining Indonesia 2025 yang diadakan di Jakarta International Expo. Ajang unjuk keterampilan operator alat berat ini juga menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di Jakarta. […]

Artikel Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Bekerja di Tambang Tembaga Wetar membawa Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio pada banyak pengalaman pertama. Salah satunya adalah tampil pada 17-20 September 2025 di Operator Championship, bagian dari acara Mining Indonesia 2025 yang diadakan di Jakarta International Expo. Ajang unjuk keterampilan operator alat berat ini juga menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di Jakarta.

Perjalanan menuju ibu kota sendiri sudah menantang. Butuh belasan kalau bukan puluhan jam untuk mencapai Jakarta dari Pulau Wetar di ujung timur Indonesia, dengan dua kali transit di Atambua dan Kupang. Di Jakarta, tantangan lebih besar menanti.

Ajang ini bukan hanya menjadi kompetisi pertama mereka, tapi juga penampilan perdana mereka mengoperasikan eskavator di depan publik—selain di hadapan pelatih mereka. Sekalinya mampu mengoperasikan eskavator, mereka langsung harus bersaing dengan operator berpengalaman dari beragam perusahaan tambang.

Pasalnya, bukan eskavator yang sehari-hari mereka kemudikan, melainkan ADT atau articulated dump truck. Sejak mereka bergabung di Tambang Tembaga Wetar pada 2022, truk besar beroda enam itulah yang mereka kendarai, dengan sambungan engsel di tengah yang memungkinkan kendaraan itu berbelok lincah di medan sulit. Menguasai ADT juga termasuk rangkaian pengalaman pertama mereka. Sebelum mengikuti Mining Apprentice, program perekrutan operator perempuan lokal, mereka bahkan tidak bisa mengemudi kendaraan roda empat. Berbeda dari Kristanty, Yanti bahkan tak bisa mengendarai motor. Mobil yang pertama mereka kendarai justru alat berat yang belum tentu bisa dijalankan orang dengan SIM C atau A sekalipun.

Mereka percaya bahwa yang terpenting dalam bekerja adalah kemauan belajar, karena keterampilan bisa ditempa lewat latihan intensif. Ketika dipilih untuk mengikuti kompetisi di Jakarta, mereka seperti kembali ditantang untuk berlatih.

Sepanjang itu, di luar jam kerja, Kristanty dan Yanti ditempa oleh Muslik, Mining Trainer PT Batutua Tembaga Raya (BTR), satu dari dua perusahaan utama yang mengelola Tambang Tembaga Wetar. Tahapannya tak berbeda sebenarnya dari pelatihan biasanya. “Pertama di kelas dulu, memahami safety dan peralatan,” ujar Muslik. “Selanjutnya ke lapangan, mengenal sampai bisa mengoperasikan unit.”

Namun, “Waktunya sangat singkat, cuma lima belas hari,” ujar Yanti. “Tapi pelatih selalu mendukung, penuh percaya diri. Yang penting bisa menampilkan yang terbaik dalam kompetisi.”

Kiprah Tambang Tembaga Wetar dalam kompetisi nasional ini juga sangat berarti bagi Agus Satari, Training Supervisor BTR. “Selain membawa nama BTR,” ujar Agus, “kami ingin menunjukkan ke luar bahwa kami punya operator-operator yang andal.”

“Puji tuhan saya bisa mengikuti pelatihan dengan baik,” ujar Kristanty, berharap bisa menampilkan kemampuan terbaiknya bersama Yanti.

 

Foto pertama: Dari kiri, Agus Satari, Muslik, Yanti Maryana Pio, dan Kristanty Lendert. Foto kedua: Saat sesi pengenalan alat.

*



Jika hanya dalam ucapan,
target Operator Championship 2025 ini mudah saja: memasukkan bola basket ke tiga jenis gawang: ring basket, drum oli terbuka, dan kotak kayu rendah seukuran laci meja kantor. Namun, praktiknya menuntut presisi tingkat tinggi, tak terkecuali bagi operator berpengalaman.

Setiap peserta mendapat jatah sepuluh bola basket yang ditaruh di atas kerucut lalu lintas alias cone di satu sisi eskavator. Dengan cakar atau bucket eskavator, bola-bola itu harus digaruk dari cone, diangkut dalam bucket, lalu dibawa dengan memutar lengan eskavator ke sisi sebaliknya, untuk dimasukkan gawang. Urutannya bebas. Siapa yang duluan memasukkan bola ke tiga gawang adalah pemenangnya atau yang menggolkan lebih banyak dalam rentang maksimal sepuluh menit. Sebelum sesi dinyatakan selesai, cakar eskavator wajib diletakkan ke posisi semula, yaitu di atas bantal berupa tumpukan karung goni.

“Gawang paling menantang itu yang kotak,” ujar Kristanty.

Senada, Yanti menambahkan, “Kotaknya kecil, kalau bola dimasukkan ke dalamnya, otomatis akan memantul.” Itu berarti bola akan menggelinding kembali ke aspal alias gagal gol.

Peserta bertanding berpasangan. Aba-aba wasit menandai awal permainan; melanggar prosedur bisa berujung kartu kuning. Sentuhan bucket ke gawang atau permukaan aspal pun dianggap pelanggaran. Sementara itu, kartu merah diberikan untuk kesalahan berat seperti merusak fasilitas, mengubah setelan alat, atau keluar dari area lomba. Pertandingan resmi berakhir saat tiga gawang berhasil diisi, dengan bucket dikembalikan ke posisi semula di atas bantal karung goni.

Peserta yang bertanding berpasangan akan mulai beraksi setelah aba-aba wasit. Itu satu dari sekian syarat terhindar dari kartu kuning. Syarat lain adalah selama beraksi, cakar eskavator tidak boleh menyentuh gawang dan permukaan aspal. Pelanggaran lainnya, yang diancam kartu merah, adalah merusak fasilitas, mengubah stelan alat, protes keras kepada wasit, atau bahkan membawa eskavator jalan-jalan ke luar area kompetisi.

Kompetisi berlangsung dengan format setengah kompetisi, yang memungkinkan setiap peserta bertemu satu kali dengan seluruh lawan, sehingga hasil akhirnya mencerminkan siapa yang paling konsisten sepanjang pertandingan. Babak penyisihan diselingi atraksi hiburan, demo, serta sesi duel bebas yang mempertemukan penantang sukarela.

Oleh karena peserta perempuan dari perusahaan lain mundur, Kristanty dan Yanti akhirnya menjadi dua peserta perempuan di antara delapan operator laki-laki. Mereka saling berhadapan, juga menghadapi lawan lain, dengan hasil yang berganti-ganti. Dalam satu sesi bebas, Kristanty berhasil mengalahkan operator dari perusahaan lain.

Selain sesi kompetisi utama, ada pula sesi Exhibition: seluruh peserta dibagi dua tim berisi lima orang, dipimpin oleh Kristanty dan Yanti. Formatnya estafet: tiap peserta memasukkan dua bola sebelum digantikan rekannya. Tim Yanti akhirnya unggul tipis atas tim Kristanty.

Meski tidak meraih juara utama, Yanti dan Kristanty menerima penghargaan Female Operator Pioneer. Bagi mereka, ini pencapaian berharga. Langsung meraih juara utama akan membuat mereka mengalami terlalu banyak “pengalaman pertama” dalam satu waktu. Keduanya sangat berterima kasih sudah dipercaya mewakili Wetar dalam ajang ini.

“Puji tuhan saya bisa menampilkan yang terbaik di lomba ini,” ujar Kristanty.

Bagi Agus Satari, yang bersama Muslik mendampingi Yanti dan Kristanty selama bertanding di Jakarta, itu yang terpenting. “Menang itu adalah bonus saja buat kita,” ujarnya.

Agus pun menceritakan rencana program di Tambang Tembaga Wetar, yang akan menjadikan operator perempuan sebagai pelatih generasi baru operator perempuan berikutnya. “Dan ke depan,” ujar Agus, “mereka bisa ikut lomba lagi yang lebih besar dari ini.”

Bagi Tambang Tembaga Wetar, partisipasi dua operator perempuan—yang juga merupakan warga lokal setempat—di kompetisi nasional ini merupakan prestasi membanggakan. Agus menambahkan, program pemberdayaan masyarakat lokal ini akan semakin diperluas ke bidang lainnya, mengingat masih banyak potensi-potensi yang bisa diasah dan dikembangkan dari warga lingkar tambang.

Kristanty dan Yanti pun bertekad sama: ingin kembali bertanding dengan membawa pelajaran dan pengalaman kali ini. Mereka sangat berterima kasih sudah dipercaya untuk mengikuti kompetisi ini, terutama kepada Jimmy Bob Soeroto, Kepala Teknik Tambang di Tambang Tembaga Wetar, yang sangat mendukung mereka, dan Boyke P. Abidin, Direktur Utama perusahaan-perusahaan pengelola Tambang Tembaga Wetar yang menyambut mereka dengan baik di Jakarta.

Pesan untuk operator perempuan lain?

“Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa?”  ujar Yanti. “Tunjukkan bahwa perempuan bisa mengoperasikan alat sebesar apa pun.”


*

Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio di antara para operator lain, sejak bertanding hingga mendapat penghargaan.

 

Artikel Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Komitmen Grup Merdeka terhadap Keberlanjutan dan Transisi Energi di Festival LIKE 2 https://merdekacoppergold.com/komitmen-grup-merdeka-terhadap-keberlanjutan-dan-transisi-energi-di-festival-like-2/ Wed, 14 Aug 2024 03:21:03 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=27171 Grup Merdeka turut serta dalam Festival LIKE 2, acara tahunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 8–11 Agustus 2024 di Jakarta Convention Center. Festival tentang lingkungan hidup, iklim, kehutanan, dan energi baru terbarukan ini merayakan satu dekade upaya keberlanjutan di Indonesia. Festival LIKE 2 juga merupakan bagian dari rangkaian acara menuju COP 29 di Baku, […]

Artikel Komitmen Grup Merdeka terhadap Keberlanjutan dan Transisi Energi di Festival LIKE 2 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Grup Merdeka turut serta dalam Festival LIKE 2, acara tahunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 8–11 Agustus 2024 di Jakarta Convention Center. Festival tentang lingkungan hidup, iklim, kehutanan, dan energi baru terbarukan ini merayakan satu dekade upaya keberlanjutan di Indonesia. Festival LIKE 2 juga merupakan bagian dari rangkaian acara menuju COP 29 di Baku, Azerbaijan, pada November mendatang.

Dalam festival ini, Grup Merdeka hadir melalui stan pameran atas nama PT Merdeka Copper Gold Tbk dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBM). Stan ini menampilkan poster, video, infografis, dan sampel sejumlah mineral yang menunjukkan kinerja keberlanjutan Merdeka, serta bagaimana Merdeka mengoptimalkan setiap mineral yang ditambang untuk diubah menjadi produk berharga, terutama bagi industri kendaraan listrik dunia. Di dalam stan, juga dilakukan lokakarya daur ulang, dari mengubah kaleng bekas menjadi pot tanaman hingga sisa bahan tekstil menjadi tas jinjing.

Pada hari kedua festival, tiga pembicara dari Grup Merdeka mengisi talkshow berjudul “Mengoptimalkan Rantai Pasokan Baterai Kendaraan Listrik Terpadu untuk Mendukung Transisi Energi Global dan Agenda Dekarbonisasi Nasional.”

Muhammad Toha, General Manager Compliance, membuka paparan dengan menyoroti potensi besar Indonesia dalam industri nikel, yang menyumbang 23,7% dari cadangan nikel dunia. Ia menjelaskan bagaimana MBM memanfaatkan teknologi baru untuk mengolah nikel kadar rendah yang sebelumnya tidak dianggap bernilai. Aset-aset bisnis MBM seperti tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), Pabrik AIM (Acid, Iron, Metal), beserta fasilitas teknologi peleburan canggih yang sedang dikembangkan, yaitu Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL), akan berperan penting dalam mendukung transisi energi global.

Bahtiar Manurung, Sustainability Manager, melanjutkan dengan menjelaskan komitmen Grup Merdeka terhadap keberlanjutan melalui kebijakan, strategi, dan tata kelola yang jelas dan komprehensif. Ia menekankan pentingnya mencapai Emisi Nol Bersih pada 2050 untuk Cakupan 1 dan 2 serta penyusunan Kebijakan Perubahan Iklim. Grup Merdeka juga telah membeli Renewable Energy Certificate dari PT PLN (Persero), sehingga 100 persen listrik untuk Tambang Emas Tujuh Bukit kini berasal dari energi terbarukan. Selain itu, Grup Merdeka membangun panel surya di Tambang Tembaga Wetar dan menggunakan solar dengan campuran biodiesel 35% untuk kendaraan operasional di seluruh area tambang.

Eben Ezer Sirait, Environmental Manager, menutup sesi dengan membahas praktik manajemen lingkungan Grup Merdeka yang inovatif dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bagaimana Merdeka mengadopsi pendekatan circularity dalam bisnisnya, dengan memanfaatkan sisa ore dari Tambang Tembaga Wetar sebagai bahan baku untuk Pabrik AIM. Pabrik ini antara lain menghasilkan asam sulfat dan uap jenuh yang akan digunakan di pabrik HPAL. Pemanfaatan produk sampingan dari pengolahan bijih di Tambang Tembaga Wetar merupakan salah satu bentuk konservasi mineral—sekaligus konservasi lingkungan, mengingat sisa ore yang semula menjadi beban lingkungan akibat mengandung asam dapat diolah kembali menjadi bahan baku bernilai ekonomi tinggi.

Keterlibatan Grup Merdeka dalam Festival LIKE2 mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan serta kontribusinya dalam transisi energi global dan dekarbonisasi. Partisipasi ini sejalan dengan semangat festival yang menekankan pentingnya keselarasan antara industri dan konservasi demi masa depan.

*

Stan pameran PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Peserta lokakarya daur ulang di stan pameran Grup Merdeka.
Menyambut kunjungan Menteri KLHK, Siti Nurbaya Bakar, di stan pameran Grup Merdeka.
Stan pameran PT Merdeka Battery Materials Tbk.
Tiga pembicara Grup Merdeka dalam sesi talkshow festival LIKE 2.

Artikel Komitmen Grup Merdeka terhadap Keberlanjutan dan Transisi Energi di Festival LIKE 2 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Grup Merdeka https://merdekacoppergold.com/perayaan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-grup-merdeka/ Tue, 25 Jun 2024 09:34:50 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=26962 Grup Merdeka merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dalam serangkaian kegiatan yang sejalan dengan tema tahun ini, “Restorasi lahan dan ketahanan terhadap kekeringan”. Restorasi lahan merupakan bagian tak terpisahkan dari operasi tambang Grup Merdeka, yang menerapkan reklamasi progresif, yaitu dengan segera mereklamasi area tambang yang sudah tidak digunakan lagi, tanpa menunggu operasi tambang berakhir. PT Bumi […]

Artikel Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Grup Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Grup Merdeka merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dalam serangkaian kegiatan yang sejalan dengan tema tahun ini, “Restorasi lahan dan ketahanan terhadap kekeringan”. Restorasi lahan merupakan bagian tak terpisahkan dari operasi tambang Grup Merdeka, yang menerapkan reklamasi progresif, yaitu dengan segera mereklamasi area tambang yang sudah tidak digunakan lagi, tanpa menunggu operasi tambang berakhir.

PT Bumi Suksesindo (BSI), pengelola Tambang Emas Tujuh Bukit dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, merayakan hari lingkungan tahun ini dengan menanam bibit-bibit pohon pada 4 Juni 2024, satu hari sebelum hari lingkungan resmi dirayakan dunia.

“Mari kita berperan aktif agar lingkungan di operasi tambang Tujuh Bukit dapat terjaga dengan baik,” ujar Roelly Fransza, General Manager of Operations BSI, “seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mencegah tumpahan B3, dan menghemat penggunaan air dan listrik dalam rangka konservasi energi yang sudah seharusnya menjadi komitmen kita bersama.”

Sejak 2016, BSI telah mereklamasi 75,57 hektare lahan di area tambang. Pada 2023, BSI juga telah menuntaskan reboisasi kompensasi lahan dengan luas total 1.990,79 hektare, yang sebelumnya diserahkan secara bertahap sejak 2020, menjadikannya lahan kompensasi terluas yang diserahkan oleh institusi swasta kepada pemerintah pada saat itu. Acara BSI pada 4 Juni dilengkapi dengan agenda lanjutan, yaitu penanaman mangrove di Candi Purwo, Tegaldlimo pada 5 Juli 2024 dan transplantasi terumbu karang di Grand Watu Dodol, Bangsring pada 7 September 2024.

Penanaman bibit pohon juga dilakukan di Tambang Tembaga Wetar pada keesokan harinya, 5 Juni 2024. Di area tambang yang berlokasi di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya itu sebanyak 85 karyawan dan kontraktor, termasuk Jimmy B. Suroto, Deputy General Manager dan Hidayat Purwoko, Kepala Teknik Tambang, menanam bibit-bibit pohon di sekitar bangunan baru kantor Mining Department Partolang. Bibit yang ditanam merupakan tanaman endemik Pulau Wetar, di antaranya ketapang, jambu mete, sengon buto, dan parna. Perayaan Tambang Tembaga Wetar dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai di sekitar area tambang pada 21 Juni 2024. Sebanyak 102 karyawan, beserta kontraktor dan Brimob, turun tangan mengambil sampah dari Jetty Lerrokis hingga Bar Kayu Putih. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 35 kg sampah.

Di Gorontalo, Pulau Sulawesi, Proyek Emas Pani merayakan hari lingkungan kali ini dengan mengadakan seminar tentang inovasi pengelolaan sampah, yang bekerja sama dengan Waste4Change, entitas bisnis sosial yang menyediakan solusi pengelolaan sampah secara bertanggung jawab. Seminar hari itu, dengan Khairunnisa Yusmalina Humaam, Senior Champaign Executive Waste4Change sebagai pemateri, diikuti oleh 104 karyawan dan kontraktor Proyek Emas Pani.

Di Sulawesi Tengah, PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), pengelola Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) yang beroperasi di Indonesia Morowali Industrial Park, merayakan Hari Lingkungan Sedunia dengan menanam 1.200 mangrove di Desa Keurea, Bahadopi, Morowali. Penanaman mangrove  jenis Rhizophora mucronata ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, aparat keamanan, dan perwakilan anak perusahaan Grup Merdeka. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali, Elyta Gawi, menyampaikan peran penting MTI dalam mendukung Kabupaten Morowali. Salah satunya, penghargaan Adipura pertama yang diraih Kabupaten Morowali pada 2024 tidak terlepas dari bantuan MTI yang mendonasikan tempat sampah terbanyak pada 2023. Penanaman mangrove ini diharapkan dapat memotivasi lembaga lain untuk mendukung konservasi lingkungan.

Sementara itu, di kantor pusat PT Merdeka Copper Gold Tbk di Jakarta, perayaan hari lingkungan dilaksanakan melalui Corporate Volunteer Program, Bakti Merdeka. Kali ini Bakti Merdeka berkolaborasi dengan SMP Muhammadiyah 8 Jakarta dalam lokakarya pembuatan lubang biopori sebagai solusi konservasi tanah. Lokakarya itu diikuti oleh 92 siswa kelas 8 dan 15 karyawan Merdeka yang terpilih dari pendaftaran sukarela. Bakti Merdeka kali ini juga sekaligus menjadi upaya menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda—upaya yang selaras dengan salah satu nilai Merdeka, yaitu keberlanjutan.

*

Penanaman pohon di Tambang Tembaga Wetar.
Kegiatan Bakti Merdeka di SMP Muhamamadiyah 8, Jakarta.

Foto utama: penanaman pohon di Tambang Emas Tujuh Bukit.

Artikel Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Grup Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Bulan Lingkungan Hidup Grup Merdeka https://merdekacoppergold.com/bulan-lingkungan-hidup-grup-merdeka/ Fri, 16 Jun 2023 07:09:04 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=25279 PT Merdeka Copper Gold Tbk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Nasional dalam serangkaian kegiatan di berbagai operasi dan proyek tambang selama lebih dari satu bulan. Di mulai pada Juni 2023, rangkaian kegiatan ini merupakan wujud komitmen Merdeka untuk meminimalkan dan merehabilitasi dampak lingkungan dari operasi tambang, yang juga meliputi peningkatan kualitas lingkungan di area […]

Artikel Bulan Lingkungan Hidup Grup Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Merdeka Copper Gold Tbk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Nasional dalam serangkaian kegiatan di berbagai operasi dan proyek tambang selama lebih dari satu bulan. Di mulai pada Juni 2023, rangkaian kegiatan ini merupakan wujud komitmen Merdeka untuk meminimalkan dan merehabilitasi dampak lingkungan dari operasi tambang, yang juga meliputi peningkatan kualitas lingkungan di area sekitar tambang.

Di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, Tambang Tembaga Wetar mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2023. Lima hari sesudahnya, bersih-bersih pantai juga diadakan di Pantai Parang Semar, Banyuwangi, Jawa Timur oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) selaku pengelola Tambang Emas Tujuh Bukit. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Lingkungan Hidup Nasional yang diadakan secara serentak oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di 135 lokasi di 37 provinsi di seluruh Indonesia dengan mengusung tema solusi polusi plastik yang sama dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pada hari itu, BSI dan masyarakat lingkar tambang berhasil membersihkan Pantai Parang Semar dari 536 kg sampah.

Di pantai wisata itu BSI juga menanam 2.023 batang mangrove dengan melibatkan lebih dari 400 orang dari berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama BSI dengan Perhutani, Dinas Kehutanan Jawa Timur, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam di Banyuwangi. Enam hari sebelumnya, pada 4 Juni 2023, sebanyak 500 batang mangrove yang sangat penting bagi ekosistem pesisir ini juga ditanam oleh Proyek Emas Pani di Kawasan Pesisir Cagar Alam Panua, Kabupaten Pohuwato, Sulawesi.

Penanaman mangrove merupakan bentuk dukungan Merdeka terhadap rencana pemerintah merestorasi 600 ribu hektare hutan mangrove. Selain menjadi habitat hewan-hewan kecil yang penting bagi perekonomian masyarakat pesisir, mangrove merupakan pertahanan alami pantai dari erosi dan gelombang laut besar. Mangrove juga menyerap karbon empat sampai lima kali lebih banyak daripada hutan tropis daratan. Bagi Indonesia yang memiliki luas hutan mangrove terbesar di dunia, lebih dari Brazil, Nigeria, Australia, dan Meksiko yang bersama Indonesia memiliki 50 persen mangrove dunia, restorasi mangrove sangat penting untuk mengurangi emisi karbon dunia, upaya yang sejalan dengan komitmen Merdeka untuk berkontribusi dalam inisiatif perubahan iklim.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Grup Merdeka secara rutin menanam pohon. Dalam bulan lingkungan ini, Tambang Tembaga Wetar menanam pohon di daerah Lerokis, Pulau Wetar pada 1 Juni 2023. Selain itu, pengelola Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) juga menanam pohon di Makarti, kamp tempat tinggal karyawan.

Merdeka juga mengadakan berbagai acara lingkungan, dari webinar mengenai lingkungan di area tambang dan sosialisasi hidup bersih dan sehat untuk siswa sekolah dasar oleh Proyek Emas Pani, sampai kegiatan lingkungan BSI yang masih berlanjut hingga September 2023, di antaranya sosialisasi mengenai lingkungan kepada siswa SMA, pelepasan tukik, dan transplantasi karang.

*

Penanaman 2.203 mangrove di Pantai Parang Semar, Banyuwangi pada 10 Juni 2023.

Artikel Bulan Lingkungan Hidup Grup Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Kardus Bekas untuk Reklamasi Lahan Tambang Tembaga Wetar https://merdekacoppergold.com/kardus-bekas-untuk-reklamasi-lahan-tambang-tembaga-wetar/ Wed, 08 Mar 2023 08:23:14 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=24868 Di Tambang Tembaga Wetar, kardus bekas sangat berguna sebagai media pertumbuhan di area reklamasi. Sejak Oktober 2022, kardus bekas di Tambang Tembaga Wetar didaur ulang menjadi bubur kertas untuk dijadikan mulsa—material penutup tanaman untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma dan penyakit. Mulsa dari bubur kertas yang termasuk mulsa organik ini kemudian dicampur dengan […]

Artikel Kardus Bekas untuk Reklamasi Lahan Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Di Tambang Tembaga Wetar, kardus bekas sangat berguna sebagai media pertumbuhan di area reklamasi. Sejak Oktober 2022, kardus bekas di Tambang Tembaga Wetar didaur ulang menjadi bubur kertas untuk dijadikan mulsa—material penutup tanaman untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma dan penyakit.

Mulsa dari bubur kertas yang termasuk mulsa organik ini kemudian dicampur dengan benih tanaman penutup tanah (cover crops), pupuk cair, dan kompos—teknik yang biasa disebut hydroseeding. Mulsa yang sudah dicampur diterapkan dengan cara disemprot pada area yang luas, datar, atau hanya agak miring. Sementara pada area yang terjal, mulsa ditempelkan sekepal demi sekepal ke dinding lahan yang sudah dilapisi cocomesh—jaring dari sabut kelapa.

Mulsa cocok digunakan untuk lahan curam, termasuk lahan yang minim tanah pucuk (topsoil). Selain itu, penggunaan mulsa organik sangat efisien. Tidak seperti mulsa anorganik dari bahan sintetis, mulsa organik akan terurai seiring waktu dan menyatu dengan tanah sehingga tidak perlu diangkat setelah tanaman tumbuh.

Daur ulang kardus bekas ini termasuk dalam program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pengelolaan sampah Seksi Lingkungan Hidup, bagian dari Departemen Pertambangan di Tambang Tembaga Wetar di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya. Setiap hari, kardus yang berhasil dikumpulkan bisa mencapai 35 kg dan tujuh sampai sembilan karung kardus bekas dijadikan mulsa. Hingga akhir 2022, telah didaur ulang 1,5 ton kardus bekas, atau 32 persen dari total kardus bekas. Manfaatnya yang besar membuat penggunaan kardus bekas sebagai mulsa ini dilanjutkan dalam program 2023 dengan lebih banyak lagi gudang penampung.

Artikel Kardus Bekas untuk Reklamasi Lahan Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Kerja Sama Pengamanan Tambang Tembaga Wetar https://merdekacoppergold.com/kerja-sama-pengamanan-tambang-tembaga-wetar/ Fri, 17 Feb 2023 06:55:23 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=24484 Tambang Tembaga Wetar memperpanjang kerja sama pengamanan operasi tambang dengan Kepolisian Daerah Maluku. Bertempat di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, Tambang Tembaga Wetar yang sejak 2018 beroperasi di bawah PT Merdeka Copper Gold Tbk dikelola oleh PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR). Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengamanan Tambang Tembaga Wetar […]

Artikel Kerja Sama Pengamanan Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Tambang Tembaga Wetar memperpanjang kerja sama pengamanan operasi tambang dengan Kepolisian Daerah Maluku. Bertempat di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, Tambang Tembaga Wetar yang sejak 2018 beroperasi di bawah PT Merdeka Copper Gold Tbk dikelola oleh PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengamanan Tambang Tembaga Wetar dilakukan pada 16 Februari 2023 oleh Boyke P. Abidin, Direktur BKP-BTR, dan Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Inspektur Jenderal Polisi Lotharia Latif di Markas Polisi Daerah Maluku, Kota Ambon.

“Tambang Tembaga Wetar memiliki tembaga dan juga mineral lain yang krusial untuk pembuatan bahan baku baterai kendaraan listrik dunia,” ujar Boyke P. Abidin. “Pengamanan operasi tambang sangatlah diperlukan.”

Kerja sama pengamanan Tambang Tembaga Wetar sudah berlangsung sejak 2018. Dalam perpanjangan perjanjian ini, jangka waktu perjanjian yang sebelumnya dua tahun diubah menjadi lima tahun. Kerja sama ini mengacu pada Kebijakan Hak Asasi Manusia Merdeka dan Peraturan Kepolisian No. 7 Tahun 2019 tentang Perbantuan Jasa Pengamanan Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu. Dalam kerja sama tersebut, Tambang Tembaga Wetar termasuk dalam status Objek Tertentu.

“Penandatangan PKS ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo saat rapat pimpinan TNI-Polri minggu lalu,” ujar Irjen Pol. Lotharia Latif, “agar TNI-Polri membantu pengamanan kelancaran operasional pertambangan.”

Dalam biaya jasa pengamanan yang selaras dengan Norma Indeks Kepolisian RI tersebut terdapat pula kewajiban untuk membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Melalui kerja sama ini, selain mendapatkan jaminan keamanan, Tambang Tembaga Wetar turut berkontribusi dalam PNBP.

Artikel Kerja Sama Pengamanan Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Tambang Emas Tujuh Bukit Menggunakan Energi Terbarukan PLN https://merdekacoppergold.com/tambang-emas-tujuh-bukit-menggunakan-energi-terbarukan-pln/ Wed, 02 Nov 2022 01:57:20 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=23701 PT Bumi Suksesindo (BSI), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, menandatangani Perjanjian Jual Beli Sertifikat Energi Terbarukan dengan PT PLN (Persero). Sertifikat tersebut memastikan bahwa tenaga listrik yang selanjutnya digunakan BSI diproduksi oleh PLN dari pembangkit listrik bersumber energi terbarukan. Sebanyak 100% penggunaan listrik BSI untuk Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, […]

Artikel Tambang Emas Tujuh Bukit Menggunakan Energi Terbarukan PLN pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Bumi Suksesindo (BSI), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, menandatangani Perjanjian Jual Beli Sertifikat Energi Terbarukan dengan PT PLN (Persero). Sertifikat tersebut memastikan bahwa tenaga listrik yang selanjutnya digunakan BSI diproduksi oleh PLN dari pembangkit listrik bersumber energi terbarukan. Sebanyak 100% penggunaan listrik BSI untuk Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, akan menggunakan energi terbarukan hingga 2026.

Langkah ini sejalan dengan komitmen PT Merdeka Copper Gold Tbk (Merdeka) untuk mengurangi emisi karbon. Merdeka menargetkan untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Lingkup 1 dan Lingkup 2 hingga 29% pada 2030 dan mencapai Emisi Nol Bersih pada 2050. Sertifikat Energi Terbarukan ini akan menurunkan emisi GRK Lingkup 2, yaitu emisi GRK secara tidak langsung, yang berasal dari pembangkit listrik.

Perjanjian Jual Beli Sertifikat Energi Terbarukan ditandatangani pada 1 November 2022 oleh Boyke Abidin, Direktur BSI, dan Syaifuddin, Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Banyuwangi, di Nusa Dua, Bali. Penandatanganan turut dilakukan bersama berbagai perusahaan lain dalam acara yang merupakan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Negara Anggota G20 yang akan diadakan pada pertengahan November 2022 di Bali. “Dengan pembelian energi terbarukan ini, Grup Merdeka melalui BSI akan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca Lingkup 2 hingga 100 persen pada operasi Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi,” ujar Boyke Abidin.

Penggunaan energi terbarukan merupakan langkah positif mewujudkan komitmen Merdeka untuk mengurangi emisi GRK. Merdeka juga sedang menjajaki pengurangan emisi GRK melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Tambang Tembaga Wetar serta Pembangkit Listrik Tenaga Air untuk proyek tambang nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Artikel Tambang Emas Tujuh Bukit Menggunakan Energi Terbarukan PLN pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar https://merdekacoppergold.com/para-juara-innovation-award-dari-tambang-tembaga-wetar/ Sat, 30 Jul 2022 16:10:36 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22215 Tiga karyawan BKP-BTR mencetak prestasi di ajang Innovation Award. Berkat konsep peningkatan produksi sebesar 15 persen, Oman menjadi yang terbaik. Operasional Tambang Tembaga Wetar pada Jumat, 1 April lalu berjalan normal: yang di kantor sibuk dengan administrasi, yang di lapangan mengerjakan tugas masing-masing. Menjelang petang, suasana berubah. Nama Abdurrahman tiba-tiba ramai dibicarakan secara lisan maupun […]

Artikel Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Tiga karyawan BKP-BTR mencetak prestasi di ajang Innovation Award. Berkat konsep peningkatan produksi sebesar 15 persen, Oman menjadi yang terbaik.

Operasional Tambang Tembaga Wetar pada Jumat, 1 April lalu berjalan normal: yang di kantor sibuk dengan administrasi, yang di lapangan mengerjakan tugas masing-masing. Menjelang petang, suasana berubah. Nama Abdurrahman tiba-tiba ramai dibicarakan secara lisan maupun dalam lalu lalang teks pesan WhatsApp di kalangan PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), perusahaan yang mengoperasikan penambangan dan pengolahan tembaga di Pulau Wetar itu.

Ada apa dengan Abdurrahman? Rupanya, keriuhan itu muncul lantaran PT Merdeka Copper Gold Tbk di Jakarta, perusahaan induk Tambang Tembaga Wetar, baru saja mengabarkan bahwa Abdurrahman menjadi juara pertama dalam Innovation Award, ajang lomba cipta inovasi antara karyawan bagi peningkatan keamanan dan produksi, serta penghematan biaya dan perbaikan lingkungan.

Nama-nama pemenang diumumkan pada hari itu. Lombanya sendiri sudah berlangsung sejak Oktober 2021. Seleksi dilakukan bertahap, setiap site atau anak perusahaan mengirimkan lima nama, lalu oleh panitia di kantor pusat nama-nama ini dinilai lagi sampai muncul 10 finalis.

Abdurrahman itu yang mana? Yang biasa dipanggil Oman, ya? Eh, Oman itu yang mana? Bikin apa dia? Di mana dia? Boleh kirim fotonya? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang berseliweran.

Ketika namanya mulai disebut-sebut, si empunya sendiri saat itu berada di salah satu ruangan di Recreation Hall, sarana olahraga dan pertemuan karyawan BKP-BTR, untuk proses presentasi dan penilaian juri terhadap 10 besar finalis Innovation Award yang berlangsung melalui aplikasi Zoom. Di ruangan yang sama ada pula Kiagus Zulkifli dan Lutfiyah Dea Gita, dua finalis lain dari Wetar, dan Mohammad Adithya Putra—sahabat sekaligus yang membantu Oman menyusun materi lomba.


Yes! Alhamdulillah!

Zulkifli berseru ketika namanya muncul di layar sebagai runner up pertama. Ia mendapat sambutan tepuk tangan dari yang lain, termasuk dua staf BKP-BTR yang membantu memfasilitasi acara itu, Rada Maruto dan Mariska Sindy Lontoh. Setelah beberapa saat, di layar terpampang nama ABDURRAHMAN – WETAR sebagai juara pertama. Tepuk tangan pun langsung membahana di ruangan itu. Oman yang memang berpembawaan kalem hanya balas tersenyum, gerak bibirnya mengucap alhamdulillah. Berkat kemenangannya, Oman beroleh hadiah uang Rp30 juta.

Wajar kalau Oman belum begitu dikenal di site Wetar. Ia baru tujuh bulan bergabung dengan BKP-BTR, tepatnya sejak Oktober 2021. Sarjana Teknik Metalurgi Universitas Indonesia ini bertugas di Plant Metallurgist Section – Crushing Heapleach, Processing Department. Lelaki asal Padang ini mengaku ikut lomba karena ingin menambah pengalaman dan bersaing menjadi yang terbaik dalam hal perbaikan dan efisiensi. Baginya lomba juga merupakan momen mengasah diri dalam berpikir matang, bekerja sama dalam tim, hingga melatih kemampuan berbicara di depan publik.

Dalam Innovation Award, Oman mengajukan topik Cost Efficiency pada Production Wetar Copper Mine di Sektor Crushing-Heapleach. Topik ini merupakan usulan langkah perubahan terhadap metode produksi yang satu tahun sebelumnya mengalami penurunan. “Topik ini telah dijalankan sebagai proyek dan telah menghasilkan peningkatan produksi sebesar 15 persen,” kata Oman. Proyek tersebut dilakukan Oman bersama dua rekan kerjanya, Adhit dan Kemi Kharisma, keduanya juga bekerja di bagian metalurgis. Mereka menyiapkan proyek selama dua bulan dan menjalin kerja sama dengan departemen lain yang bertautan. “Kami juga mendapat bimbingan dari para metalurgis senior di sini,” kata Oman.

Sementara itu, Zukifli yang berasal dari Palembang mempresentasikan idenya tentang pembiayaan drilling dan blasting. Usulannya, bagaimana menurunkan pendanaan dengan cara mengurangi penggunaan bahan peledak dan aksesorisnya. Sarjana Teknik Pertambangan dari Universitas Sriwijaya ini termotivasi ikut Innovation Award karena kepeduliannya pada upaya meningkatkan produksi sekaligus menghemat biaya produksi. Zulkifli yang sejak 2019 bekerja di Mine Planning – Mining Department melakukan pengujian usulannya pada Juni hingga September 2021 bersama enam rekannya dan di bawah bimbingan pimpinan teknis tambang di Tambang Tembaga Wetar, yaitu Edi Widodo dan Muhamad Faizal.

Sedangkan alasan Lutfiyah yang biasa dipanggil Upi mengikuti lomba salah satunya karena hadiah uang yang menarik. Inovasi yang diajukan Upi yang bekerja di Processing – Operation ini adalah bagaimana menciptakan nilai tambah dari limbah bekas menjadi komoditas logam. Sarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mendapatkan ide itu dari rekannya Brian Swahadana, sesama alumni ITB.

Ide itu muncul ketika terjadi permasalahan terkait penyimpanan dan pengelolaan limbah yang masuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) dan BKP-BTR tidak memiliki tempat yang memadai untuk menyimpan limbah timbal yang termasuk B3 dalam jumlah besar. Proyek Upi yang juga dibantu Brian Swahadana dan Alvi Adli, alumni ITB juga, menawarkan upaya yang dapat menghilangkan risiko pencemaran lingkungan hidup akibat limbah B3 sekaligus menghilangkan biaya pengadaan fasilitas penyimpanan atau penyerahan pengelolaan kepada pihak ketiga. “Dari simulasi perhitungan yang kami lakukan mulai pertengahan 2021, bisa terjadi penghematan hingga 40 persen,” kata Upi, karyawan asal Cirebon, yang kini sudah menjalani tahun keempat di Wetar. Untuk proyeknya ini, Upi beroleh posisi kedelapan.

Artikel Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Kompetisi Karyawan Merdeka https://merdekacoppergold.com/kompetisi-karyawan-merdeka/ Sat, 30 Jul 2022 15:17:55 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22192 Melalui lomba dan kompetisi, karyawan grup Merdeka menguji kemampuan mereka. Kompetisi karyawan bisa meningkatkan semangat, kreativitas, dan kebersamaan karyawan dalam bekerja. Itulah yang ingin dipicu PT Merdeka Copper Gold Tbk saat mengadakan Merdeka Innovation Award (MIA) selain untuk menemukan inovasi-inovasi terbaru, yang bisa diterapkan di perusahaan, langsung dari karyawan yang paling memahami praktik kerjanya. Dengan […]

Artikel Kompetisi Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Melalui lomba dan kompetisi, karyawan grup Merdeka menguji kemampuan mereka.

Kompetisi karyawan bisa meningkatkan semangat, kreativitas, dan kebersamaan karyawan dalam bekerja. Itulah yang ingin dipicu PT Merdeka Copper Gold Tbk saat mengadakan Merdeka Innovation Award (MIA) selain untuk menemukan inovasi-inovasi terbaru, yang bisa diterapkan di perusahaan, langsung dari karyawan yang paling memahami praktik kerjanya. Dengan total hadiah Rp100 juta, MIA membuka pendaftaran mulai November 2021 sampai 31 Januari 2022. Inovasi yang dicari adalah yang dapat meningkatkan keamanan dan produksi, menghemat biaya, dan memperbaiki lingkungan, baik yang baru berupa ide maupun yang sudah diterapkan. Pesertanya bisa merupakan tim kerja, sekurangnya berjumlah dua orang.

“Kompetisi ini memberi kesempatan kepada insan-insan Merdeka untuk menunjukkan kemampuannya, bersamaan pula dengan kemajuan Merdeka,” ujar Boyke Abidin, Chief External Affairs Merdeka, yang turut menjadi juri bersama Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka; Eric Rahardja, Chief of Commercial and Business Support Merdeka; dan Raymond Hadisubrata, seorang konsultan manajemen yang mewakili pihak independen.

Dari 45 tim peserta, yang berasal dari Merdeka dan anak-anak perusahaannya, terpilih 10 tim finalis yang diseleksi lagi menjadi lima pemenang: juara pertama sampai ketiga dan dua juara harapan. Juara pertama berasal dari PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), karyawan yang baru enam bulan kerja bernama Abdurrahman yang lebih dikenal sebagai Oman. Melalui inovasi Crush Size Optimization, ia mengajukan perubahan metode produksi yang mampu mengurangi biaya yang sudah diterapkan bersama dua rekannya, Adhit dan Kemi Kharisma, yang juga bekerja sama dengan departemen lain. Hasilnya? “Peningkatan produksi sebesar 15 persen,” ujar Oman.

Sementara itu, Aldaka Wiguna dari departemen Geoscience (PSF Data Lead) PT Bumi Suksesindo (BSI), juara kedua dalam kompetisi ini, pemanfaatan machine learning untuk membantu menganalisis beragam data geologi. Dengan begitu, analisa menjadi lebih obyektif karena benar-benar berbasis data, dan dapat dimanfaatkan untuk mengambil beragam keputusan, dari soal legal, sosial, sumber daya, lingkungan, sampai pengoperasian tambang. Aldaka, yang biasa dipanggil Aldo, menganggap kompetisi ini sangat baik, “Karena memberikan kesempatan untuk mengapresiasi inovasi karyawan,” ujanya. Ia juga yakin antusiasme akan semakin tinggi jika jumlah hadiah dalam kompetisi berikutnya ditambah. Titis Wibowo, peraih juara harapan kedua dari Geoscience Business Improvement di Merdeka Mining Servis menambahkan, bahwa ini bukan hanya ajang karyawan mengembangkan diri, tapi juga ajang memajukan Merdeka bersama-sama. Tahun ini, MIA akan kembali diadakan, pendaftaran dibuka mulai Oktober 2022.

Karya fotografi Argha Nugraha (BSI), peraih Juara I kompetisi foto Hari Bumi.

Baru-baru ini, Merdeka juga mengadakan lomba esai dan foto untuk memperingati Hari Bumi, yang jatuh pada 22 April 2022, dengan tema Tempatku Bekerja adalah Bumi Kecilku yang Indah. “Kompetisi ini diadakan agar karyawan dapat lebih terlibat dalam persoalan lingkungan hidup,” ujar Amin Radjali, manajer dari departemen HSE, Risk, and Sustainability yang menyelenggarakan kompetisi. Duduk sebagai juri fotografi adalah Azlan Ismail, Senior Manager Risk, HSE, Sustainability; Gerick Mouton, Chief Project Development saat itu; dan Simon Milroy, CEO Merdeka. Sementara juri esai adalah Boyke Abidin; Titien Supeno, Direktur Human Resources; dan Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka. Jumlah pemenang lomba esai sama dengan kategori fotografi: tiga juara utama dan tiga juara harapan.

Indah Permatasari, administrator divisi External Affairs BSI, yang ingin melatih kemampuan menulisnya, bersemangat mengikuti lomba. Berkat tulisannya, tentang pengelolaan keanekaragaman satwa yang hidup di hutan sekitar operasi tambang BSI, ia meraih juara kedua. Mewakili BSI, Indah tidak sendiri. Tiga rekan lain dari BSI turut memenangkan lomba esai: Ridwan Syam (Juara 1), Sukadi (Juara 3), dan Argha Nugraha (Juara Harapan 2)—yang terakhir ini juga mengikuti lomba fotografi dan meraih juara pertama.

Para peserta berharap agar Merdeka terus mengadakan kompetisi. Selain untuk mewarnai rutinitas setelah bekerja—terutama bagi mereka yang sehari-hari bekerja di site dengan sistem kerja rooster—kompetisi dapat mengasah kreativitas dan meningkatkan kerja sama antar tim dan departemen. “Kemampuan karyawan yang tidak muncul selama bekerja, juga dapat diapresiasi lebih banyak orang,” ujar Indah.

Artikel Kompetisi Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Memacu Kurikulum Merdeka Belajar di Wetar https://merdekacoppergold.com/memacu-kurikulum-merdeka-belajar-di-wetar/ Fri, 29 Jul 2022 15:54:57 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22209 Pemerintah meluncurkan Kurikulum Merdeka Belajar untuk mengatasi ketertinggalan akibat pandemi. BKP-BTR berperan dalam sosialisasi dan memfasilitasi pelatihan bagi guru-guru di Wetar. Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berlalu. Tapi, tanda-tanda kehidupan normal sudah makin banyak terlihat. Hanya saja, situasi dua tahun terakhir ternyata menyisakan sekian persoalan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Akibat para siswa belajar lewat internet […]

Artikel Memacu Kurikulum Merdeka Belajar di Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Pemerintah meluncurkan Kurikulum Merdeka Belajar untuk mengatasi ketertinggalan akibat pandemi. BKP-BTR berperan dalam sosialisasi dan memfasilitasi pelatihan bagi guru-guru di Wetar.

Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berlalu. Tapi, tanda-tanda kehidupan normal sudah makin banyak terlihat. Hanya saja, situasi dua tahun terakhir ternyata menyisakan sekian persoalan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Akibat para siswa belajar lewat internet di rumah, terjadi keterlambatan capaian Kurikulum 2013.

Agar para anak didik tidak makin tertinggal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud dan Riset) melakukan mitigasi dengan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar yang akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2022/2023 pada jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Menteri Dikbud dan Riset Nadiem Makarim menyatakan bahwa konsep kurikulum baru ini akan membuat siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Misalnya, jika dua anak dalam satu keluarga memiliki minat yang berbeda, maka tolok ukur nilai yang dipakai tidak sama. Anak juga tidak bisa dipaksakan mempelajari suatu hal yang tidak disukai. Artinya kurikulum tersebut memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah.

Dalam Kurikulum Merdeka untuk tingkat sekolah menengah atas tidak ada lagi penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Para siswa yang memasuki umur dewasa dapat memilih mata pelajaran yang diminati.

Menurut kurikulum.kemdikbud.go.id, Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi murid. Karakteristik utama dari kurikulum yang mendukung pemulihan pembelajaran ini adalah pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil Pelajar Pancasila. Siswa fokus pada materi esensial sehingga memiliki waktu cukup untuk mempelajari secara mendalam berbagai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Guru lebih fleksibel untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan menyesuaikannya dengan konteks dan muatan lokal.

Pada akhirnya, jaminan keberlangsungan Kurikulum Merdeka Belajar ada pada guru. Peranan guru tetap menjadi pusat proses pendidikan. Titik ini menjadi perhatian penuh perusahaan pertambangan dan pengolahan Tambang Tembaga Wetar. Karenanya PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) menyelenggarakan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar kepada sejumlah guru dari sekolah-sekolah di desa lingkar tambang yang notabene adalah daerah pelosok.

Sosialiasi ditujukan pada SMP dan SMA di Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kegiatan dilakukan dalam dua kesempatan: pertama, pada 25–26 April 2022 yang diikuti oleh sebelas guru SMA Negeri 16 MBD; dan kedua, pada 2–3 Mei yang diikuti oleh sembilan guru SMP Satu Atap.

Kegiatan tersebut merupakan realisasi dari kerja sama program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) BKP-BTR dan konsultan A+ CSR Indonesia. Yang bertindak selaku fasilitator adalah Mikael Jeramu dan Stefanus Jelalu. Selain membawakan materi kurikulum baru, mereka juga memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas untuk melaksanakan Kurikulum 2013 kepada enam orang pengajar SD Negeri Uhak pada 28 April, dan lima guru SD Negeri Lurang pada 2–3 Mei 2022.

Sosialisasi berlangsung dengan metode curah pendapat, paparan, dan diskusi. Para guru yang ikut serta terlihat antusias. Kurikulum Merdeka Belajar adalah sesuatu yang baru, para peserta diwajibkan aktif bertanya dan berpendapat. Dalam kurikulum baru ini, guru dituntut lebih kreatif dalam membangkitkan minat dan keaktifan peserta didik.

Senior Manager External Affairs BKP-BTR Dicky Murod menyatakan bahwa kemajuan generasi muda di sekitar area operasi selalu menjadi perhatian dan kepedulian perusahaan. Salah satu cara nyatanya adalah peningkatan mutu pendidikan sekolah. Selain peningkatan kapasitas guru, BKP-BTR juga memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang berasal dari masyarakat sekitar, bantuan ruang kelas bagi SMA 16 MBD, dan buku pelajaran kepada sekolah-sekolah di Desa Lurang dan Desa Uhak.

Artikel Memacu Kurikulum Merdeka Belajar di Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>