Kesehatan dan Keselamatan Kerja Arsip – PT Merdeka Copper Gold Tbk To be an Industry leading producer of gold, silver, copper, and other minerals in Indonesia Thu, 19 Feb 2026 07:33:33 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 Tambang Emas Pani Raih Zero Accident Award dari Provinsi Gorontalo https://merdekacoppergold.com/tambang-emas-pani-raih-zero-accident-award-dari-provinsi-gorontalo/ Thu, 19 Feb 2026 07:27:35 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=29238 Tambang Emas Pani kembali menegaskan komitmennya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan meraih Penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award) dari Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Jumat, 13 Februari 2026. Dua anak perusahaan PT Merdeka Gold Resources Tbk yang mengelola Tambang Emas Pani menerima penghargaan untuk kategori perusahaan besar, yaitu PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) atas […]

Artikel Tambang Emas Pani Raih Zero Accident Award dari Provinsi Gorontalo pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Tambang Emas Pani kembali menegaskan komitmennya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan meraih Penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award) dari Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Jumat, 13 Februari 2026.

Dua anak perusahaan PT Merdeka Gold Resources Tbk yang mengelola Tambang Emas Pani menerima penghargaan untuk kategori perusahaan besar, yaitu PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) atas pencapaian 7.666.280 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) atas pencapaian 2.166.209 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Provinsi Gorontalo sebagai apresiasi atas keberhasilan perusahaan mencatatkan jam kerja tanpa kecelakaan kerja (Lost Time Injury/LTI), sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/I/2007. Capaian ini menjadi bukti bahwa penerapan sistem manajemen K3 secara konsisten mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Penghargaan diterima oleh Sasongko Heru Nugroho selaku Kepala Teknik Tambang (KTT) PETS, didampingi oleh Adi Firdaus selaku Human Resources Manager Tambang Emas Pani. “Everyone Safe, Always (setiap orang selamat, selalu) adalah nilai utama dalam operasional kami. Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh karyawan dan mitra kerja yang disiplin dalam menerapkan standar keselamatan,” ujar Sasongko. “Kami berkomitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan standar K3 di seluruh lini operasional.”

Adi menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pekerja dalam membangun budaya keselamatan yang kuat. “Penghargaan ini bukan hanya tentang angka jam kerja tanpa kecelakaan, tetapi tentang konsistensi kami dalam memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat setiap hari,” ujar Adi. “Budaya K3 kami bangun melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan yang ketat, serta keterlibatan aktif seluruh karyawan dan mitra kerja.”

Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Tambang Emas Pani sebagai operasi tambang yang tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga menjunjung tinggi keselamatan dan tanggung jawab terhadap pekerja.

Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat pelatihan K3, pengawasan operasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk memastikan budaya keselamatan tetap menjadi fondasi utama dalam perjalanan menuju fase produksi penuh.

*

Penerimaan Penghargaan Kecelakaan Nihil oleh perwakilan Tambang Emas Pani.

Foto utama: para pekerja Tambang Emas Pani.

Artikel Tambang Emas Pani Raih Zero Accident Award dari Provinsi Gorontalo pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Bumi Suksesindo Raih Penghargaan K3 dari Gubernur Jawa Timur https://merdekacoppergold.com/pt-bumi-suksesindo-raih-penghargaan-k3-dari-gubernur-jawa-timur/ Thu, 15 Jan 2026 04:33:02 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=29095 Awal 2026 ditandai dengan peristiwa penting bagi PT Bumi Suksesindo (BSI). Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk yang mengoperasikan tambang di Banyuwangi ini menerima penghargaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam Apel Bulan K3 Nasional di Stadion Tri Dharma Petrokimia […]

Artikel PT Bumi Suksesindo Raih Penghargaan K3 dari Gubernur Jawa Timur pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Awal 2026 ditandai dengan peristiwa penting bagi PT Bumi Suksesindo (BSI). Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk yang mengoperasikan tambang di Banyuwangi ini menerima penghargaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam Apel Bulan K3 Nasional di Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Bagi General Manager of Operations sekaligus Kepala Teknik Tambang PT BSI, Roelly Fransza, penghargaan ini mencerminkan kedisiplinan dan kepedulian seluruh pekerja BSI dalam menerapkan K3 di setiap aktivitas operasional, baik di Tambang Emas Tujuh Bukit maupun dalam Proyek Tembaga Tujuh Bukit, yang keduanya dikelola BSI dalam Tujuh Bukit Operations (TBO).

Sepanjang 2025, BSI mencatat 19,7 juta jam kerja tanpa kehilangan jam kerja akibat kecelakaan (lost time injury) dan nol recordable injury. Ini berarti tidak ada satu pun cedera yang harus dicatat dan dilaporkan sesuai standar K3 pertambangan.

Kinerja ini diperkuat oleh rendahnya tingkat insiden berpotensi serius. Sepanjang 2025, Serious Potential Incident Frequency Rate (SPIFR) tercatat sebagai 0,37—jauh di bawah target <1,47. Dalam praktik pertambangan, ini berarti potensi risiko besar dapat dikelola dengan baik melalui sistem, pengawasan, dan perilaku kerja yang disiplin.

Capaian-capaian tersebut sebelumnya juga diumumkan dalam Upacara Bulan K3 Nasional, yang digelar BSI di area operasinya pada Senin, 12 Januari 2026—dua hari sebelum penghargaan provinsi diterima. Rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 di BSI akan diisi berbagai kegiatan strategis, promotif, dan implementatif, mulai dari webinar kesehatan, BSI Fun Run, OHS Reflection Day, hingga Internal Rescue Challenge.

“Tidak ada target produksi yang lebih penting daripada keselamatan jiwa manusia,” ujar Roelly dalam upacara tersebut. Menurutnya, setiap orang berhak pulang ke rumah dengan selamat dan sehat setelah bekerja, menikmati hasil jerih payah bersama keluarga.

Pada 2026 ini, BSI bertekad untuk terus naik kelas dalam penerapan K3 melalui tema On to the Next Level. Perusahaan mengintegrasikan Safety Beliefs dan Duty of Care ke dalam sistem manajemen keselamatan, agar K3 semakin membudaya dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Dengan fondasi kinerja K3 yang solid dan komitmen berkelanjutan, BSI terus berusaha memastikan setiap pekerja di TBO bekerja dan pulang dengan selamat.

 

Artikel PT Bumi Suksesindo Raih Penghargaan K3 dari Gubernur Jawa Timur pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 https://merdekacoppergold.com/dua-operator-perempuan-tambang-tembaga-wetar-dalam-operator-champhionship-2025/ Mon, 29 Sep 2025 09:29:51 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=28690 Bekerja di Tambang Tembaga Wetar membawa Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio pada banyak pengalaman pertama. Salah satunya adalah tampil pada 17-20 September 2025 di Operator Championship, bagian dari acara Mining Indonesia 2025 yang diadakan di Jakarta International Expo. Ajang unjuk keterampilan operator alat berat ini juga menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di Jakarta. […]

Artikel Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Bekerja di Tambang Tembaga Wetar membawa Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio pada banyak pengalaman pertama. Salah satunya adalah tampil pada 17-20 September 2025 di Operator Championship, bagian dari acara Mining Indonesia 2025 yang diadakan di Jakarta International Expo. Ajang unjuk keterampilan operator alat berat ini juga menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di Jakarta.

Perjalanan menuju ibu kota sendiri sudah menantang. Butuh belasan kalau bukan puluhan jam untuk mencapai Jakarta dari Pulau Wetar di ujung timur Indonesia, dengan dua kali transit di Atambua dan Kupang. Di Jakarta, tantangan lebih besar menanti.

Ajang ini bukan hanya menjadi kompetisi pertama mereka, tapi juga penampilan perdana mereka mengoperasikan eskavator di depan publik—selain di hadapan pelatih mereka. Sekalinya mampu mengoperasikan eskavator, mereka langsung harus bersaing dengan operator berpengalaman dari beragam perusahaan tambang.

Pasalnya, bukan eskavator yang sehari-hari mereka kemudikan, melainkan ADT atau articulated dump truck. Sejak mereka bergabung di Tambang Tembaga Wetar pada 2022, truk besar beroda enam itulah yang mereka kendarai, dengan sambungan engsel di tengah yang memungkinkan kendaraan itu berbelok lincah di medan sulit. Menguasai ADT juga termasuk rangkaian pengalaman pertama mereka. Sebelum mengikuti Mining Apprentice, program perekrutan operator perempuan lokal, mereka bahkan tidak bisa mengemudi kendaraan roda empat. Berbeda dari Kristanty, Yanti bahkan tak bisa mengendarai motor. Mobil yang pertama mereka kendarai justru alat berat yang belum tentu bisa dijalankan orang dengan SIM C atau A sekalipun.

Mereka percaya bahwa yang terpenting dalam bekerja adalah kemauan belajar, karena keterampilan bisa ditempa lewat latihan intensif. Ketika dipilih untuk mengikuti kompetisi di Jakarta, mereka seperti kembali ditantang untuk berlatih.

Sepanjang itu, di luar jam kerja, Kristanty dan Yanti ditempa oleh Muslik, Mining Trainer PT Batutua Tembaga Raya (BTR), satu dari dua perusahaan utama yang mengelola Tambang Tembaga Wetar. Tahapannya tak berbeda sebenarnya dari pelatihan biasanya. “Pertama di kelas dulu, memahami safety dan peralatan,” ujar Muslik. “Selanjutnya ke lapangan, mengenal sampai bisa mengoperasikan unit.”

Namun, “Waktunya sangat singkat, cuma lima belas hari,” ujar Yanti. “Tapi pelatih selalu mendukung, penuh percaya diri. Yang penting bisa menampilkan yang terbaik dalam kompetisi.”

Kiprah Tambang Tembaga Wetar dalam kompetisi nasional ini juga sangat berarti bagi Agus Satari, Training Supervisor BTR. “Selain membawa nama BTR,” ujar Agus, “kami ingin menunjukkan ke luar bahwa kami punya operator-operator yang andal.”

“Puji tuhan saya bisa mengikuti pelatihan dengan baik,” ujar Kristanty, berharap bisa menampilkan kemampuan terbaiknya bersama Yanti.

 

Foto pertama: Dari kiri, Agus Satari, Muslik, Yanti Maryana Pio, dan Kristanty Lendert. Foto kedua: Saat sesi pengenalan alat.

*



Jika hanya dalam ucapan,
target Operator Championship 2025 ini mudah saja: memasukkan bola basket ke tiga jenis gawang: ring basket, drum oli terbuka, dan kotak kayu rendah seukuran laci meja kantor. Namun, praktiknya menuntut presisi tingkat tinggi, tak terkecuali bagi operator berpengalaman.

Setiap peserta mendapat jatah sepuluh bola basket yang ditaruh di atas kerucut lalu lintas alias cone di satu sisi eskavator. Dengan cakar atau bucket eskavator, bola-bola itu harus digaruk dari cone, diangkut dalam bucket, lalu dibawa dengan memutar lengan eskavator ke sisi sebaliknya, untuk dimasukkan gawang. Urutannya bebas. Siapa yang duluan memasukkan bola ke tiga gawang adalah pemenangnya atau yang menggolkan lebih banyak dalam rentang maksimal sepuluh menit. Sebelum sesi dinyatakan selesai, cakar eskavator wajib diletakkan ke posisi semula, yaitu di atas bantal berupa tumpukan karung goni.

“Gawang paling menantang itu yang kotak,” ujar Kristanty.

Senada, Yanti menambahkan, “Kotaknya kecil, kalau bola dimasukkan ke dalamnya, otomatis akan memantul.” Itu berarti bola akan menggelinding kembali ke aspal alias gagal gol.

Peserta bertanding berpasangan. Aba-aba wasit menandai awal permainan; melanggar prosedur bisa berujung kartu kuning. Sentuhan bucket ke gawang atau permukaan aspal pun dianggap pelanggaran. Sementara itu, kartu merah diberikan untuk kesalahan berat seperti merusak fasilitas, mengubah setelan alat, atau keluar dari area lomba. Pertandingan resmi berakhir saat tiga gawang berhasil diisi, dengan bucket dikembalikan ke posisi semula di atas bantal karung goni.

Peserta yang bertanding berpasangan akan mulai beraksi setelah aba-aba wasit. Itu satu dari sekian syarat terhindar dari kartu kuning. Syarat lain adalah selama beraksi, cakar eskavator tidak boleh menyentuh gawang dan permukaan aspal. Pelanggaran lainnya, yang diancam kartu merah, adalah merusak fasilitas, mengubah stelan alat, protes keras kepada wasit, atau bahkan membawa eskavator jalan-jalan ke luar area kompetisi.

Kompetisi berlangsung dengan format setengah kompetisi, yang memungkinkan setiap peserta bertemu satu kali dengan seluruh lawan, sehingga hasil akhirnya mencerminkan siapa yang paling konsisten sepanjang pertandingan. Babak penyisihan diselingi atraksi hiburan, demo, serta sesi duel bebas yang mempertemukan penantang sukarela.

Oleh karena peserta perempuan dari perusahaan lain mundur, Kristanty dan Yanti akhirnya menjadi dua peserta perempuan di antara delapan operator laki-laki. Mereka saling berhadapan, juga menghadapi lawan lain, dengan hasil yang berganti-ganti. Dalam satu sesi bebas, Kristanty berhasil mengalahkan operator dari perusahaan lain.

Selain sesi kompetisi utama, ada pula sesi Exhibition: seluruh peserta dibagi dua tim berisi lima orang, dipimpin oleh Kristanty dan Yanti. Formatnya estafet: tiap peserta memasukkan dua bola sebelum digantikan rekannya. Tim Yanti akhirnya unggul tipis atas tim Kristanty.

Meski tidak meraih juara utama, Yanti dan Kristanty menerima penghargaan Female Operator Pioneer. Bagi mereka, ini pencapaian berharga. Langsung meraih juara utama akan membuat mereka mengalami terlalu banyak “pengalaman pertama” dalam satu waktu. Keduanya sangat berterima kasih sudah dipercaya mewakili Wetar dalam ajang ini.

“Puji tuhan saya bisa menampilkan yang terbaik di lomba ini,” ujar Kristanty.

Bagi Agus Satari, yang bersama Muslik mendampingi Yanti dan Kristanty selama bertanding di Jakarta, itu yang terpenting. “Menang itu adalah bonus saja buat kita,” ujarnya.

Agus pun menceritakan rencana program di Tambang Tembaga Wetar, yang akan menjadikan operator perempuan sebagai pelatih generasi baru operator perempuan berikutnya. “Dan ke depan,” ujar Agus, “mereka bisa ikut lomba lagi yang lebih besar dari ini.”

Bagi Tambang Tembaga Wetar, partisipasi dua operator perempuan—yang juga merupakan warga lokal setempat—di kompetisi nasional ini merupakan prestasi membanggakan. Agus menambahkan, program pemberdayaan masyarakat lokal ini akan semakin diperluas ke bidang lainnya, mengingat masih banyak potensi-potensi yang bisa diasah dan dikembangkan dari warga lingkar tambang.

Kristanty dan Yanti pun bertekad sama: ingin kembali bertanding dengan membawa pelajaran dan pengalaman kali ini. Mereka sangat berterima kasih sudah dipercaya untuk mengikuti kompetisi ini, terutama kepada Jimmy Bob Soeroto, Kepala Teknik Tambang di Tambang Tembaga Wetar, yang sangat mendukung mereka, dan Boyke P. Abidin, Direktur Utama perusahaan-perusahaan pengelola Tambang Tembaga Wetar yang menyambut mereka dengan baik di Jakarta.

Pesan untuk operator perempuan lain?

“Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa?”  ujar Yanti. “Tunjukkan bahwa perempuan bisa mengoperasikan alat sebesar apa pun.”


*

Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio di antara para operator lain, sejak bertanding hingga mendapat penghargaan.

 

Artikel Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Kinerja Kesehatan dan Keselamatan Merdeka yang Diakui MSCI Terus Meningkat https://merdekacoppergold.com/kinerja-kesehatan-dan-keselamatan-merdeka-yang-diakui-msci-terus-meningkat/ Mon, 24 Jun 2024 06:38:11 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=26932 Komitmen PT Merdeka Copper Gold Tbk terhadap kesehatan dan keselamatan terus menunjukkan peningkatan dengan TIFR dan LTIR yang semakin menurun menjadi 0,39 dan 0,00 per Maret 2024, sesuai Laporan Q1 2024 Merdeka terbitan Mei lalu. TIFR (Total Injury Frequency Rate) menghitung tingkat frekuensi total cedera yang terjadi di tempat kerja berdasarkan jumlah cedera per satu […]

Artikel Kinerja Kesehatan dan Keselamatan Merdeka yang Diakui MSCI Terus Meningkat pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Komitmen PT Merdeka Copper Gold Tbk terhadap kesehatan dan keselamatan terus menunjukkan peningkatan dengan TIFR dan LTIR yang semakin menurun menjadi 0,39 dan 0,00 per Maret 2024, sesuai Laporan Q1 2024 Merdeka terbitan Mei lalu.

TIFR (Total Injury Frequency Rate) menghitung tingkat frekuensi total cedera yang terjadi di tempat kerja berdasarkan jumlah cedera per satu juta jam kerja. Semakin kecil angka TIFR, semakin baik karena menunjukkan amannya tempat kerja dengan risiko cedera yang rendah. Selain itu, LTIR (Lost Time Incident Rate) mencatat tingkat insiden yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja, dihitung per seratus karyawan dalam periode tertentu. Semakin kecil angka LTIR, semakin sedikit insiden yang menyebabkan pekerja harus mengambil cuti karena cedera atau sakit akibat pekerjaan—menunjukkan bahwa tempat kerja lebih efisien dan produktif, dengan sedikit gangguan akibat kecelakaan kerja. 

Peningkatan ini merupakan kelanjutan dari pencapaian kinerja kesehatan dan keselamatan kerja Merdeka sebelumnya, yang telah diakui oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam terbitan mereka, Industry Report/Metals and Mining – Non-Precious Metals. Secara umum, laporan tersebut mencatat perkembangan industri global dalam kategori tersebut hingga Desember 2023.

Dalam laporan tersebut, MSCI turut menyoroti pencapaian zero fatalities (tanpa kematian di tempat kerja) Merdeka sepanjang 2020–2022. Laporan tersebut juga menekankan bahwa Lost Time Incident Rate (LTIR) dan Total Recordable Injury Rate (TRIR) Merdeka secara signifikan lebih rendah daripada perusahaan-perusahaan lain dalam industri Diversified Metals & Mining. Per 30 Mei 2023, rata-rata LTIR dan TRIR Merdeka selama tiga tahun (2020–2022) adalah 0,14 dan 0,69, dibandingkan dengan rata-rata perusahaan lain di industri yang sama sebesar 1,4 dan 3,1.

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja Merdeka selaras dengan peraturan nasional yang berlaku dan disertifikasi menurut standar ISO 45001:2028 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Artikel Kinerja Kesehatan dan Keselamatan Merdeka yang Diakui MSCI Terus Meningkat pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Bakti Sosial Karyawan Merdeka https://merdekacoppergold.com/bakti-sosial-karyawan-merdeka/ Mon, 07 Aug 2023 07:40:17 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=25390 Corporate Volunteer Program 2023: Bakti Merdeka telah dibuka. Program ini, yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan, mengajak karyawan PT Merdeka Copper Gold Tbk untuk secara sukarela berbagi waktu, keceriaan, keahlian, dan jasa mereka dalam kegiatan sosial. Tahun ini, Bakti Merdeka diadakan bersama Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), lembaga yang sejak 2018 telah membantu lebih dari 5.000 […]

Artikel Bakti Sosial Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Corporate Volunteer Program 2023: Bakti Merdeka telah dibuka. Program ini, yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan, mengajak karyawan PT Merdeka Copper Gold Tbk untuk secara sukarela berbagi waktu, keceriaan, keahlian, dan jasa mereka dalam kegiatan sosial.

Tahun ini, Bakti Merdeka diadakan bersama Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), lembaga yang sejak 2018 telah membantu lebih dari 5.000 anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera. YKAI membantu penyediaan obat-obatan, transportasi, hiburan, dan semangat, tidak hanya kepada pasien anak, tetapi juga kepada orang tua mereka. Sebagian program YKAI dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk perusahaan seperti Merdeka.

Acara perdana Bakti Merdeka diadakan di Flix Cinema, SCBD, Jakarta Selatan, pada 31 Juli 2023. Agendanya, karyawan-karyawan Merdeka yang telah mendaftar sebagai sukarelawan bermain bersama anak-anak dari YKAI dalam serangkaian games sejak pagi sampai siang. Setelah santap siang, anak-anak akan kembali bersama orangtuanya untuk menonton film Elemental (2023) di ruang pemutaran yang sama.

Bakti Merdeka dibuka oleh Tom Malik, General Manager Corporate Communication Merdeka. Ia berterima kasih kepada para karyawan yang ikut serta dan merasa senang karena jumlah pendaftar melebihi kapasitas. Dari 25 pendaftar, hanya 18 karyawan yang dapat terlibat. Keikutsertaan anak sangat bergantung pada jadwal pengobatan dan kondisi kesehatan mereka. Karena ada dua anak calon peserta yang kurang sehat, maka pada hari acara hanya 16 anak yang ikut serta.

Para karyawan dan anak-anak yang usianya berkisar dari 5 sampai 18 tahun itu kemudian bermain games, baik sebagai satu pasangan tim maupun berkelompok dengan pasangan lain. Serangkaian games digelar, dari permainan memakan biskuit yang ditaruh di dahi hanya dengan menggerakkan muka dan mulut, estafet mengoper bola plastik kecil yang diangkat dengan sejenis sedotan, sampai menyusun gelas-gelas plastik bertingkat-tingkat. Rangkaian games yang membutuhkan kerja sama yang tinggi itu berlangsung kompak, seru, dan hangat.

“Aku senang dapat dua hadiah!” seru Alvino (5 tahun), yang memenangkan dua permainan pertama, sambil berjoget-joget.

“Acaranya seru,” tambah Syifahliana (8 tahun), pemenang permainan terakhir. “Aku juga ada pesan: semoga kakak-kakak sehat selalu.”

Acara ditutup dengan pemberian donasi dari Merdeka sebesar Rp25 juta untuk mendukung program YKAI. Donasi diberikan oleh Boyke Poerbaya Abidin, Chief of External Affairs Merdeka, kepada Sallyana Sorongan, Ketua YKAI.

“Setiap orang harus bisa berbagi dengan lingkungan sekitar kita,” ujar Boyke. “Kebersamaan ini perlu terus terjalin di masa mendatang.”

Para karyawan yang terlibat mendampingi anak-anak dengan hati riang. Rizfa Rendo, Estimating Manager di Merdeka Mining Servis, mendampingi Fariz yang sama-sama berusia 11 tahun seperti anaknya. “Hari ini saya menemani main games, walau kalah tetap happy,” ujarnya. “Untungnya mereka tetap semangat. Jadi lebih banyak senang-senangnya.”

“Acara ini menghangatkan hati,” ujar Ni Luh Dila Wahyu Kinanti, Project Engineer Merdeka yang mendampingi Alvino yang paling banyak mendapat hadiah. “Mereka sangat menggemaskan dan lucu.”

Kerja sama dengan YKAI dalam Bakti Merdeka akan berlangsung sampai akhir 2023 dalam berbagai kegiatan dan dukungan, mulai donasi buku dan gawai, berbagi ilmu, cerita, sampai antar-jemput untuk keperluan medis.

“Dengan acara hari ini, anak-anak senang, orangtua juga senang,” ujar Yoldi Tuju, Wakil Ketua YKAI. “Penting bagi anak-anak dengan kanker untuk merasa diterima, bahwa mereka adalah anak-anak yang berhak mendapat kesehatan yang baik dan akan terus berjuang. Acara seperti ini membuat semangat juang mereka semakin kuat.”

*

 

Artikel Bakti Sosial Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Partisipasi dalam Peduli Bencana Gempa Bumi Cianjur https://merdekacoppergold.com/partisipasi-dalam-peduli-bencana-gempa-bumi-cianjur/ Tue, 13 Dec 2022 10:10:33 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=23955 PT Merdeka Copper Gold Tbk dan PT Bumi Suksesindo (BSI), selaku anak perusahaan, turut berpartisipasi dalam program Peduli Bencana Gempa Bumi Cianjur yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dengan menurunkan tim medis dari Merdeka dan tim tanggap darurat dari BSI, sejak 23 November sampai 2 Desember 2022.

Artikel Partisipasi dalam Peduli Bencana Gempa Bumi Cianjur pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Merdeka Copper Gold Tbk dan PT Bumi Suksesindo (BSI), selaku anak perusahaan, turut berpartisipasi dalam program Peduli Bencana Gempa Bumi Cianjur yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dengan menurunkan tim medis dari Merdeka dan tim tanggap darurat dari BSI, sejak 23 November sampai 2 Desember 2022.

Artikel Partisipasi dalam Peduli Bencana Gempa Bumi Cianjur pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 https://merdekacoppergold.com/pt-bumi-suksesindo-menjadi-tuan-rumah-indonesian-fire-and-rescue-challenge-ke-19/ Thu, 01 Dec 2022 09:09:03 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=23923 PT Bumi Suksesindo (BSI) menjadi tuan rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19. Diikuti oleh 24 tim perwakilan berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk PT Merdeka Copper Gold Tbk selaku perusahaan induk BSI, acara di Banyuwangi, Jawa Timur pada 14–22 November 2022 ini merupakan wadah berbagi ilmu penyelamatan. BSI turut berpartisipasi dan memenangkan sejumlah kategori […]

Artikel PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Bumi Suksesindo (BSI) menjadi tuan rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19. Diikuti oleh 24 tim perwakilan berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk PT Merdeka Copper Gold Tbk selaku perusahaan induk BSI, acara di Banyuwangi, Jawa Timur pada 14–22 November 2022 ini merupakan wadah berbagi ilmu penyelamatan. BSI turut berpartisipasi dan memenangkan sejumlah kategori tantangan, di antaranya tim bersemangat terbaik dan juara harapan pertama untuk High Angle Rescue dan Hazmat Spill Response. Sementara Merdeka memenangkan kategori tim dengan performa terbaik dan juara harapan pertama dan ketiga untuk Road Accident Rescue and Mass Casualty Response dan Firefighter Competency Test.

Pengelolaan IFRC oleh BSI merupakan wujud komitmen Grup Merdeka terhadap keselamatan dalam setiap aspek pertambangan. BSI turut menjadikan acara IFRC untuk mendukung pariwisata Banyuwangi dengan menempatkan kegiatan utama di area wisata: Pulau Merah, Pantai Boom Marina, dan Gedung Wanita Banyuwangi demi memicu perekonomian lokal. BSI turut pula melibatkan UMKM dan warga lokal sebagai pendukung acara.

Sehari setelah IFRC, BSI mengirim tim tanggap darurat (Emergency Response Team/ERT) dan bantuan logistik ke Cianjur, Jawa Barat yang terlanda gempa dua hari sebelumnya. Tim ERT BSI, yang sering terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan di wilayah bencana, bergabung dengan tim siaga bencana di bawah koordinasi Kementerian ESDM sampai awal Desember.

Artikel PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Grup Merdeka Menerima Sertifikat Partisipasi Pencegahan COVID-19 https://merdekacoppergold.com/grup-merdeka-menerima-sertifikat-partisipasi-pencegahan-covid-19/ Mon, 21 Nov 2022 09:54:11 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=23885 PT Merdeka Copper Gold Tbk beserta anak-anak perusahaannya mendapatkan Sertifikat Partisipasi setelah menyelesaikan penilaian risiko COVID-19. Penilaian ini merupakan bagian dari proyek “Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan Melalui Tempat Kerja” yang diadakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) dengan dukungan Pemerintah Jepang. Dilaksanakan dalam kerangka program unggulan ILO Safety […]

Artikel Grup Merdeka Menerima Sertifikat Partisipasi Pencegahan COVID-19 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Merdeka Copper Gold Tbk beserta anak-anak perusahaannya mendapatkan Sertifikat Partisipasi setelah menyelesaikan penilaian risiko COVID-19. Penilaian ini merupakan bagian dari proyek “Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan Melalui Tempat Kerja” yang diadakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) dengan dukungan Pemerintah Jepang. Dilaksanakan dalam kerangka program unggulan ILO Safety + Health for All, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja di seluruh dunia. Sejalan dengan misi menjadi yang terdepan dalam keselamatan dan kesehatan kerja, Grup Merdeka berpartisipasi dalam proyek tersebut dan mendapatkan sertifikat atas penilaian pada Agustus–September 2022.

Artikel Grup Merdeka Menerima Sertifikat Partisipasi Pencegahan COVID-19 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Menguatkan Landasan Masa Depan Merdeka https://merdekacoppergold.com/menguatkan-landasan-masa-depan-merdeka/ Mon, 20 Sep 2021 12:15:13 +0000 https://mdk.hexfoundation.id/?p=17313 Pandemi belum berakhir, tantangan operasional selalu hadir. Bagi Merdeka, pilihan satu-satunya adalah terus bergerak ke depan. Dua belas bus besar merayap keluar dari gerbang Pos 6 site PT Bumi Suksesindo (BSI). Bus-bus itu berisi karyawan BSI dan anggota keluarga mereka. “Hari ini, kami akan ke RS Krikilan Glenmore untuk vaksinasi,” kata dr. R. Istiko Mahendra, […]

Artikel Menguatkan Landasan Masa Depan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Pandemi belum berakhir, tantangan operasional selalu hadir. Bagi Merdeka, pilihan satu-satunya adalah terus bergerak ke depan.

Dua belas bus besar merayap keluar dari gerbang Pos 6 site PT Bumi Suksesindo (BSI). Bus-bus itu berisi karyawan BSI dan anggota keluarga mereka. “Hari ini, kami akan ke RS Krikilan Glenmore untuk vaksinasi,” kata dr. R. Istiko Mahendra, dokter perusahaan, pada pertengahan Juni lalu.

Rombongan tiba di tujuan satu setengah jam kemudian. Mereka langsung menuju sisi barat rumah sakit. Di dalam sebuah tenda yang didirikan khusus untuk kegiatan vaksinasi ini,  pihak rumah sakit telah menyiapkan meja tempat pendaftaran berikut petugasnya. Meskipun ada ratusan orang yang datang, mereka tidak berkerumun karena kursi-kursi ditata dengan jarak lebih dari satu meter. Mereka juga harus memakai masker. Di tempat ini, orang-orang diminta menyerahkan KTP dan mengisi formulir pendaftaran.

Bagi yang tidak kebagian kursi, petugas meminta mereka menjauh, mengisi formulir di sekitar area tersebut. “Tetap jaga jarak, ya,” kata petugas rumah sakit melalui pengeras suara.

Di dalam gedung, para petugas pun telah menunggu. Mereka dibagi menjadi empat bagian menurut tugas masing-masing: bagian skrining, bagian penyuntikan, bagian pencetak sertifikat, dan bagian obat. Orang-orang yang sudah mengisi formulir segera beralih ke tempat skrining. Di sini, petugas mengukur tekanan darah peserta vaksinasi dan menanyakan riwayat kesehatannya. Apabila tidak ada kendala, mereka bisa disuntik vaksin lalu menerima sertifikat dan obat. Setiap orang diberi parasetamol setelah divaksin. Di Krikilan ini, para karyawan menerima vaksin AstraZeneca. Setelah penyuntikan tahap pertama ini, mereka akan disuntik lagi 12 minggu berselang.

Menurut dr. Istiko, BSI bekerja sama dengan beberapa instansi untuk vaksinasi karyawan, antara lain RS Bhakti Husada Krikilan, RS Ar Rohmah Jajag, RS Fatimah Banyuwangi, dan Kodim Banyuwangi. Perusahaan memanfaatkan kuota vaksin yang tidak terpakai lantaran sasarannya memiliki kontra indikasi, meninggal, tidak mau divaksin, atau telah pindah ke kota lain. “Kita menargetkan 95 persen karyawan tervaksin untuk mencapai herd immunity,” katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 PT Bumi Suksesindo, Agus Purwanto, mengatakan bahwa berdasarkan data per 28 Juli 2021, sebanyak 2.582 orang sudah divaksin tahap pertama atau 63 persen dari target 4.099 orang. Selain itu, 20 orang sudah mendapatkan vaksin lengkap dua dosis. Para penerima vaksin terdiri atas karyawan, kontraktor, dan keluarganya. “Sebagian besar masih vaksinasi tahap pertama,” katanya. Meskipun demikian, Agus optimis target vaksinasi bakal segera tercapai karena vaksin Gotong Royong sudah datang.

Satgas BSI berharap vaksinasi ini bisa berkontribusi terhadap percepatan penciptaan kekebalan kelompok, khususnya di Pesanggaran. “Karena sebagian besar karyawan dan keluarganya tinggal di Pesanggaran,” kata Agus.

Vaksinasi di BSI merupakan tindak lanjut dari upaya sungguh-sungguh grup Merdeka menangani COVID-19 untuk para karyawan dan keluarganya. Selain dengan membentuk satgas di setiap anak perusahaan, Merdeka juga membentuk Vaccinee Comitte Meeting yang terdiri atas perwakilan perusahan induk dan setiap anak perusahaan. Komite ini bertugas mengupayakan vaksinasi, salah satunya dengan turut serta dalam Vaksin Gotong Royong, program vaksin pemerintah yang didanai badan usaha dan badan hukum secara mandiri. Namun, dari vaksin yang dipesan untuk kebutuhan 6.668 orang, Merdeka hanya mendapat 2.000 dosis vaksin untuk vaksinasi lengkap terhadap 1.000 orang. Oleh karena itu, komite perlu mendistribusikannya dengan saksama, menyesuaikan dengan kondisi setiap site.

Di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk menangani vaksinasi Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) sampai batas waktu yang ditentukan pada awal Juli 2021 tidak berhasil memperoleh akun aplikasi P-Care dari Dinas Kesehatan Provinsi. Aplikasi BPJS Kesehatan yang digunakan untuk mendata penerima vaksin COVID-19 itu merupakan salah satu syarat pengiriman vaksin Gotong Royong oleh Biofarma yang mengimpor dan mendistribusikan vaksin. Untungnya, vaksinasi oleh pemerintah daerah Gorontalo sudah berjalan. Komite vaksin Merdeka kemudian mengarahkan agar 40 karyawan PETS mengakses vaksinasi tersebut. Bagaimanapun, menyegerakan vaksinasi jauh lebih baik daripada menunggu. Vaksin yang tidak bisa dikirim ke PETS tersebut dialihkan untuk anak perusahaan lain.

Situasi Banyuwangi berbeda. Program vaksinasi pemerintah daerah sudah berjalan. Bahkan sejumlah rumah sakit di Banyuwangi masih memiliki cukup banyak vaksin yang tidak terpakai dan sudah mendekati masa kedaluwarsa. Kuota vaksin itulah yang kemudian digunakan BSI. Menimbang kondisi tersebut, komite vaksin Merdeka memutuskan untuk mengirim lebih banyak vaksin ke Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya. Lokasinya di pelosok Indonesia, membuat akses BKP-BTR terhadap vaksin lebih terbatas.

Pada 4 Juli 2021, Biofarma mengirim 2.000 dosis vaksin pesanan Merdeka ke tiga lokasi fasilitas layanan kesehatan yang bekerja sama dengan Merdeka. Sebanyak 176 dosis vaksin yang bisa digunakan untuk 88 karyawan BSI ke Banyuwangi; 1.600 dosis vaksin (800 karyawan) untuk BKP-BTR di Wetar, dan 224 dosis vaksin (112 karyawan) untuk kantor pusat Merdeka di Jakarta. Vaksinasi Gotong Royong diprioritaskan untuk karyawan yang pekerjaannya menuntut interaksi lebih intens dengan banyak pihak.

Di kantor pusat Merdeka, vaksinasi Gotong Royong dosis pertama dilakukan mulai 8 Juli 2021. Selain mengandalkan vaksin Gotong Royong, karyawan kantor pusat Merdeka juga mengakses vaksin dari berbagai program pemerintah DKI Jakarta. Pada 28 Juli 2021, 199 dari 242 karyawan kantor pusat Merdeka tercatat sudah divaksin, baik melalui vaksinasi Gotong Royong maupun jalur lain. Besoknya, karyawan kantor pusat Merdeka mulai menerima vaksinasi Gotong Royong dosis kedua.

Sementara itu, BKP-BTR telah melakukan vaksinasi dosis pertama selama sepekan sejak 16 Juli 2021 kepada seluruh karyawan dan kontraktor. Vaksinasi tersebut dilakukan oleh tim paramedis Klinik BKP-BTR, bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloam Kupang dan Puskesmas Lurang. Menurut Hotmonang F. Sitanggang, Senior Manager Commercial & Human Resources BKP-BTR, dan dr. Agus Juanda di Klinik BKP-BTR, pada 29 Juli 2021, semua vaksin Gotong Royong dari Merdeka untuk 800 orang sudah digunakan—bahkan belum mencukupi karena total penerima vaksin di BKP-BTR adalah 1.548 orang, yang terdiri atas karyawan dan kontraktor di site. Vaksinasi dosis kedua akan dilakukan pada 6 Agustus 2021. Saat ini, BKP-BTR juga mendapat tambahan 42 dosis vaksin dari yang tidak digunakan di kantor pusat Merdeka di Jakarta.

Di Pohuwato, 37 dari total 44 karyawan PETS per 26 Juli 2021 sudah divaksin melalui program vaksinasi pemerintah daerah. Sepuluh di antaranya telah memperoleh vaksinasi lengkap sebanyak dua dosis. Sementara 27 lainnya sudah memperoleh vaksin dosis pertama. Tinggal 7 karyawan yang belum memperoleh vaksin. Dua orang di antaranya merupakan penyintas COVID-19 yang harus menunggu paling tidak tiga bulan setelah dinyatakan negatif untuk bisa divaksin, satu orang memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang perlu didiagnosa lebih lanjut untuk bisa divaksin. Selebihnya sedang menunggu vaksinasi di daerah domisili masing-masing.

Merdeka terus mengupayakan pengadaan vaksin bagi setiap karyawannya, memantau proses vaksinasi di setiap anak perusahaan, dan mengedukasi pentingnya vaksinasi ke seluruh pemangku kepentingan terkait. Vaksinasi sangatlah penting karena akan menguntungkan karyawan, begitu pula perusahaan karena dapat menjaga keberlangsungan operasionalnya. Selain itu, lingkungan perusahaan juga diuntungkan karena semakin banyak warga yang telah divaksin.

Para pekerja Proyek Tembaga Tujuh Bukit melakukan pengeboran dan mengambil sampel batuan sebagai bahan analisis untuk studi kelayakan. [FOTO: Anggung Setiawan/BSI]
Di area operasi, BSI masih meneruskan memperbaiki pelataran heap leach yang anjlok pada September tahun lalu. Mesin-mesin compact terus memadatkan tanah, membuat penopang (buttress) untuk alas pelindian (leach pad) yang kokoh, dan para pekerja konstruksi giat memasang lembar pelapis liner geo-membrane pada bagian pad yang telah padat. Para pekerja lainnya menyambung pipa-pipa irigasi sekaligus membuat stasiun pompa untuk menyalurkan air ke area heap leach.

Pembangunan buttress tersebut berlangsung di area Pad A dan Pad B. Menurut Kepala Departemen HLO (Heap Leach Operation), Hariadhi Anjar Kusuma, buttress berfungsi memperkuat kestabilan lereng saat ore ditumpuk lagi di tempat tersebut. Selain itu, tim konstruksi juga memasang piezometer: instrumen geoteknik untuk mengukur kadar air. Dengan alat tersebut, kejadian anjlok diharapkan bisa dimitigasi lebih awal. Saat ini, masih tersisa 6 dari 16 alat yang akan dipasang. “Perbaikan di heap leach dilakukan dalam beberapa fase dengan memprioritaskan kebutuhan operasional agar proses produksi tetap berjalan dengan lancar,” kata Anjar.

Selain perbaikan di Pad A dan Pad B, perusahaan juga sedang mempercepat pembangunan tempat penampungan cairan lindian yang baru, yaitu PLS (pregnant leach solution) dan ILS (intermediate leach solution). Secara umum, kegiatan perbaikan tersebut sudah berjalan sesuai dengan rencana produksi yang telah ditargetkan perusahaan. Yang menjadi tantangan terbesar adalah pada saat musim hujan tiba, sementara kolam PLS dan ILS belum jadi. Dengan keadaan seperti itu, proses recovery gold akan terhambat sebab terdelusi oleh air hujan di area leach pad. Dalam kondisi sseperti ini, butuh usaha lebih untuk memastikan produksi tetap berjalan sesuai target.

Sebagai tambahan, perusahaan juga sedang mengurus izin perluasan leach pad (Pad C). “Total capaian perbaikan leach pad sudah mencapai 63 persen,” kata Anjar.

Sementara itu, proyek underground masih pada tahapan studi prakelayakan. Para pekerja masih mengambil sampel-sampel untuk dianalisis. Pengeboran dilakukan dengan kedalaman berbeda-beda hingga kedalaman maksimal 1.000 meter. Melalui kegiatan ini diharapkan segera terkonfirmasi kandungan mineral, khususnya emas dan tembaga, di bawah tanah. “Kalau dihitung sampai start produksi, proyek underground masih 20 persen,” kata Porphyry Study Project Geologist BSI, M. Hafid Rahadi.

Hafid melanjutkan, kondisi batuan yang lunak di bawah tanah menjadi kendala utama yang menghambat laju perkembangan proyek. “Sejauh ini masih on the track,” katanya. Namun, ada kemungkinan rentang waktu perkembangan proyek bisa lebih panjang dari rencana karena target dibuat berdasarkan proyek yang batuannya lebih keras sedangkan batuan di Tumpang Pitu sangat lunak.

Panjang terowongan saat ini telah mencapai 1.800 meter. Kegiatan pembuatan terowongan telah dihentikan sejak pertengahan 2020. Sesuai rencana, penambahan kedalaman terowongan akan dilanjutkan lagi tahun depan dengan syarat data yang dibutuhkan di kedalaman saat ini telah mencukupi.


Cerita dari site Tujuh Bukit di Banyuwangi adalah salah satu dari sekian tantangan operasional yang dihadapi Merdeka Copper Gold pada tahun ini. Dan, Merdeka memilih terus bergerak maju. Pada akhir kuartal pertama 2021, kabar baik itu datang, salah satunya melalui perubahan susunan direksi Merdeka yang memunculkan pemimpin baru.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Merdeka pada 25 Mei 2021 di Jakarta, Merdeka mengangkat Albert Saputro sebagai Presiden Direktur baru, menggantikan Tri Buwono yang mengundurkan diri. Dalam usia yang sangat muda, 35 tahun, Albert dipercaya untuk membawa Merdeka ke jenjang yang lebih tinggi. Albert sendiri bukan orang baru dalam lingkungan Merdeka. Lima tahun terakhir, ia turut mengelola investasi Merdeka melalui PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, salah satu shareholder terbesar Merdeka. “Sudah saatnya saya terjun langsung,” ujar Albert. Ia ingin berperan menjadi jembatan bagi banyak pihak, dan sangat optimistis dengan Merdeka.

Kabar baik lain dari Merdeka adalah kinerjanya yang kian meningkat. Pada kuartal pertama 2021, Merdeka berhasil meraih pendapatan US$ 46,55 juta, yang sebagian besar dihasilkan dari peningkatan produksi emas dan tembaga oleh anak-anak perusahaan Merdeka.

Produksi emas pada kuartal pertama 2021 berhasil mencapai 16.585 ounce, naik signifikan dibandingkan 5.355 ounce—jumlah produksi pada kuartal keempat 2020. Pada April, bulan pertama kuartal kedua 2021, proses penumpukan bijih baru pada area Pad B di BSI menyebabkan produksi emas bulan itu menurun, dari sekitar 5.000 ounce pada bulan sebelumnya menjadi sekitar 4.000 ounce. Namun, setelah proses penumpukan bijih tersebut selesai, produksi emas setiap bulannya langsung meningkat drastis, sehingga total produksi emas pada kuartal kedua 2021 berhasil mencapai 37.779 ounce—lebih dari dua kali lipat produksi emas pada kuartal pertama 2021.

Sementara itu, produksi tembaga pada kuartal pertama 2021 berhasil mencapai 2.489 ton, dua kali lipat lebih banyak daripada produksi kuartal keempat 2020, yaitu 1.017 ton. Produksi tembaga pada kuartal kedua 2021 terus bertumbuh setiap bulan. Total produksi tembaga pada kuartal kedua 2021 mencapai 5.003 ton—lebih dari dua kali lipat produksi pada kuartal pertama 2021. Kenaikan bertahap secara signifikan ini tentu merupakan kabar baik bagi Merdeka.

Mulai kuartal ketiga 2021, Merdeka akan terus meningkatkan produksi emas dan tembaganya, demi mencapai total target produksi emas 2021, yaitu antara 100.000–120.000 ounce emas dan 14.000–17.000 ton tembaga. Dengan begitu, pada akhir 2021, Merdeka optimis meningkatkan pendapatannya, lebih daripada tahun sebelumnya.


Selain menangani masalah operasional, Merdeka terus mengembangkan proyek-proyek yang akan meningkatkan kinerja perusahaan demi mencapai visinya untuk menjadi perusahaan tambang terkemuka di Indonesia.

Selaku anak perusahaan Merdeka, BSI hingga saat ini masih terus mengumpulkan data untuk menyusun studi prakelayakan tambang tembaga bawah tanah atau yang biasa disebut proyek underground. Potensi bijih yang berada di bawah pit A Tujuh Bukit ini tidak main-main, bisa mencapai 1,9 miliar ton, yang terdiri atas 8,7 juta ounce tembaga dan 28,3 juta ounce emas. Kandungan bijih kelas dunia itu bisa disandingkan dengan tembaga Bukit Hijau di Sumbawa dan Grasberg di Timika.

Proses eksplorasi tersebut, yang diawali dengan pembangunan infrastuktur dan pengeboran yang diselesaikan pada Juni 2020, dilakukan untuk meneliti jumlah, bentuk, dan kadar kandungan bijih—seberapa tinggi kadar tembaganya, apa saja mineral ikutannya, dan sejauh mana mineral ikutan itu turut menambah nilai ekonominya, dan tak kalah penting, bagaimana mengangkutnya. Semakin banyak data yang dihasilkan, semakin banyak landasan untuk merencanakan metode penambangan yang paling tepat, termasuk mengukur kebutuhan infrastukturnya. Dilakukan pula perekaman kondisi eksisting lingkungan pesisir pantai yang akan menjadi dasar bagi aktivitas monitoring lingkungan di masa depan.

Perhatian BSI juga jatuh pada proses pemisahan mineral tembaga, emas, dan mineral lainnya dari bijih yang ditambang. Oleh karena struktur batuan bawah tanah berbeda dari batuan oksida di permukaan, maka diperkirakan metode ekstraksi mineral tambang bawah tanah ini akan berbeda dari metode pelindian (heap leach) yang sekarang dilakukan pada tambang terbuka Tujuh Bukit.

Rencananya, pengolahan bijih akan dilakukan melalui proses penghancuran, penggilingan, pengapungan, dan pengeringan. Proses ini bertujuan memisahkan tembaga, emas, dan mineral berharga lainnya dari bijih. Sisa proses pemisahan ini disebut tailing, material berupa pasir halus sisa pengolahan bijih. Biasanya, tailing ditampung di bendungan khusus atau Tailings Storage Facility (TSF). Tailing yang sudah diendapkan di kolam pengendapan  material padat di bendungan tersebut akan diolah terlebih dahulu di instalasi pengelola limbah, sebelum akhirnya, bila sudah aman dari bahan kimia berbahaya, dialirkan ke sungai. Metode lain penempatan tailing adalah Deep Sea Tailing Placement (DSTP), yaitu penempatan tailing pada laut dalam dengan menggunakan pipa. Gravitasi dan arus dalam laut akan menahan tailing tersebut tetap berada di dasar laut dalam. Air laut dalam memiliki tingkat oksigen terlarut yang rendah sehingga menghambat kemungkinkan terjadinya reaksi kimia tailing.

Saat ini, BSI sedang mempertimbangkan metode penempatan tailing mana yang paling tepat dan aman bagi lingkungan. Hasil studi prakelayakan tersebut direncanakan selesai pada akhir 2021, untuk diajukan ke pemerintah demi mendapatkan izin operasi.


Di Morowali, Sulawesi Tengah, Merdeka akan memulai pengembangan dari operasi yang sudah berjalan, ditandai dengan rampungnya studi kelayakan Proyek Acid, Iron, Metal (AIM). Proyek ini merupakan inovasi lebih lanjut dari perusahaan penambang dan pengolah tembaga Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR).

Seperti di operasi Tujuh Bukit, BKP selaku perusahaan yang menambang tembaga juga menerapkan tambang terbuka atau open pit. BKP juga menggunakan metode pelindian atau heap leach untuk mengekstrak kandungan tembaga. Tembaga yang sudah diekstrak itulah yang selama ini dipindahkan ke BTR untuk diolah menjadi lempengan tembaga.

Namun, setelah diteliti lebih mendalam, ternyata tidak semua kandungan mineral bisa diekstrak di pelindian tersebut. Batuan halus atau ore yang ditumpuk di pelindian ternyata masih mengandung mineral sisa bernilai ekonomi, salah satunya pirit—bahan baku baterai. Hal ini membuka kesempatan baru untuk mengekstrak tumpukan ore sisa di pelindian itu yang akan menjadi sumber pendapatan baru bagi Merdeka.

Untuk itu, Merdeka menggandeng Eternal Tsingshan Group Limited dan mendirikan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) yang akan menjalankan dan mengoperasikan Proyek AIM, dengan komposisi saham 80 persen dimiliki Merdeka dan 20 persen oleh Tsingshan.

MTI akan didirikan di kompleks industri di Morowali, yang terdiri atas berbagai pabrik yang akan menjadi konsumen dari sebagian besar kandungan mineral yang diekstrak MTI. Dengan begitu, kehadiran MTI akan menambah rantai produksi di Wetar. BKP yang menambang dan menghasilkan ekstrak tembaga, sementara hasilnya kemudian diproses menjadi lempengan tembaga oleh BTR. Sementara sisa ore dari pelindian di BKP akan diangkut oleh MTI untuk diproses dan hasilnya dijual ke pabrik-pabrik yang masih satu kompleks dengan MTI.

Saat ini, Merdeka sedang mengurus perizinan pendirian pabrik MTI, juga mendirikan pelabuhan khusus untuk mengangkut ore dari pelindian BTR ke MTI. Rencananya, konstruksi pabrik MTI akan dimulai pada kuartal kedua 2021. MTI ditargetkan dapat memulai produksi pada kuartal keempat 2022.

“Investasi Merdeka untuk proyek AIM sekitar 300 juta dolar Amerika selama dua tahun, dengan 100 juta dolar akan dijalankan pada 2021. Produk AIM yang akan dikomersilkan ialah asam sulfur dan uap dengan ekspektasi pendapatan mencapai 170 juta dolar Amerika  per tahun selama lebih dari 20 tahun,” ujar Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka.

Sementara itu, perundingan antara Merdeka dengan J Resource terkait berlangsungnya rencana tambang emas di Pani masih berlangsung. Jika berjalan lancar, Proyek Pani diproyeksikan dapat memproduksi lebih dari 250.000 ounce emas per tahun selama 15 tahun.


Albert Saputro meyakini bahwa Grup Merdeka akan menjalani transisi penting dalam sepuluh tahun mendatang menjadi perusahaan yang lebih besar demi mendukung berbagai perkembangan baru operasi dan proyek di masa depan, dengan usia operasi yang lebih panjang. Ia juga membayangkan Merdeka dapat selalu menjadi pilihan bagi siapa pun yang ingin bekerja sama dalam proyek tambang mineral. “Saya ingin kita menjadi partner of choice.”

Dua tahun terakhir, Grup Merdeka memang tak pernah sepi dari tantangan. Namun, dengan segera rampungnya perbaikan pelataran pelindian dan pembangunan tempat penampungan cairan lindian baru di BSI, potensi produksi proyek underground BSI, serta dimulainya konstruksi proyek AIM di Morowali, Albert optimis dengan masa depan Merdeka. Menurut Albert, kunci menuju visi itu adalah dengan terus menjadi profesional dan setiap orang harus akuntabel. “Keduanya adalah cerminan respek,” kata Albert.

Artikel Menguatkan Landasan Masa Depan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Tim Tanggap Darurat Tambang Emas Tujuh Bukit https://merdekacoppergold.com/tim-tanggap-darurat-tambang-emas-tujuh-bukit/ Mon, 08 Mar 2021 12:06:41 +0000 https://mdk.hexfoundation.id/?p=17305 Tim ERT adalah garda depan penanganan bencana di site. Namun, bakti mereka tak terbatas di dalam pagar operasi tambang. Tugas Emergency Response Team  (ERT) PT Bumi Suksesindo tidak hanya di dalam site. Mereka juga harus siap menjadi sukarelawan apabila terjadi bencana di luar site, baik yang berada di area Banyuwangi maupun di luar Banyuwangi. Sampai […]

Artikel Tim Tanggap Darurat Tambang Emas Tujuh Bukit pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Tim ERT adalah garda depan penanganan bencana di site. Namun, bakti mereka tak terbatas di dalam pagar operasi tambang.

Tugas Emergency Response Team  (ERT) PT Bumi Suksesindo tidak hanya di dalam site. Mereka juga harus siap menjadi sukarelawan apabila terjadi bencana di luar site, baik yang berada di area Banyuwangi maupun di luar Banyuwangi. Sampai hari ini, ERT PT BSI sudah turun di beberapa lokasi bencana, antara lain saat terjadi banjir di Songgon, banjir di Ringinagung, tsunami di Pandeglang, gempa di Palu, pula gempa di Aceh. Selama menjalani tugas luar, ERT membantu proses pengungsian, mendistribusikan sembako, membersihkan sisa-sisa kerusakan, dan lain-lain sesuai kebutuhan.

“Biasanya kami dikirim selama delapan hingga sepuluh hari, dengan delapan sampai enam belas orang,” kata Kapten ERT PT BSI, Edy Sunaryono, atau yang kerap dipanggil Yoyon.

Di setiap lokasi, ERT selalu bekerja di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulang Bencana. Tim yang dikirim dari Banyuwangi terbiasa menyisir titik-titik yang paling terdampak dan menyelamatkan korban yang terjebak di reruntuhan bangunan. Itu sebabnya anggota ERT tidak hanya paramedis, tetapi juga operator alat berat.

Menjadi seorang relawan artinya siap dihadapkan dengan kondisi yang berisiko tinggi. Cerita menarik sekaligus tantangan selama menjadi relawan dirasakan oleh tim, salah satunya saat menjadi relawan bencana gempa di Palu pada 2018 lalu. Saat berada di sana, tim sempat merasakan beberapa gempa susulan. ERT yang berangkat ke Lombok pada 2018 juga menjumpai pengalaman serupa mencicipi gempa susulan yang cukup menggentarkan hati. Selain itu, mereka sempat kehabisan perbekalan.

“Tantangannya lebih seperti uji nyali, sih. Ibaratnya, ketika semua orang lari menjauhi bencana, kami malah datang mendekat,” ujar Yoyon.

Menurut Yoyon, risiko harus dihadapi. Awalnya memang tidak mudah, termasuk meyakinkan keluarga yang sangat khawatir saat mereka berangkat ke lokasi bencana. Satu hal yang menguatkan hati ERT BSI adalah fakta bahwa sebagian anggotanya adalah warga lokal Banyuwangi yang pernah merasakan bencana secara langsung, sehingga ada solidaritas yang sudah terbangun dengan sendirinya.

Kecamatan Pesanggaran, wilayah PT BSI beroperasi, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi rawan bencana. Bentang alam Pesanggaran yang cukup beragam, dari pesisir hingga perbukitan, menjadikan beberapa areanya berpotensi mengalami bencana, mulai banjir, longsor, hingga tsunami. Tsunami yang terjadi pada 1994 silam masih diingat jelas oleh masyarakat di Pesanggaran. Dari lima desa yang ada di Kecamatan Pesanggaran, empat di antaranya merupakan area rawan bencana, yaitu Sumberagung, Pesanggaran, Kandangan, dan Sarongan.

“Empat desa tersebut sudah membentuk tim tangguh bencana yang semua anggotanya siap menjadi relawan,” kata Anang Supriyadi, salah satu pegiat dan relawan Tagana.

Kesadaran dan sikap tanggap bencana memang harus dimiliki oleh semua masyarakat. Mulai mengenali tanda-tanda munculnya bencana, hingga mengetahui langkah mitigasi saat bencana datang.

Di sinilah, ERT memiliki peran sebagai fasilitator dalam program Kajian Risiko & Simulasi Bencana, yang salah satunya dilakukan pada awal 2020 lalu di Balai Desa Kandangan dan dilanjutkan di lereng bukit Dusun Sumberdadi untuk praktik lapangan. Pada pelatihan yang diselenggarakan Forum Pengurangan Risiko Bencana ini, ERT mengajarkan teknik sekaligus praktik langsung dalam hal pemindahan ke tempat yang aman untuk korban bencana longsor, seperti penggunaan tali-temali, tandu, dan proses pertolongan pertama. Yang menggembirakan, dalam setiap pelatihan, para peserta selalu menunjukkan antusiasme yang tinggi, sekalipun awalnya ada yang menganggap enteng materi pelatihan.

“Melalui pelatihan ini, para relawan diharapkan menjadi orang yang lebih tangguh, tanggap, dan tangkas,” kata Anang. Selain memberikan pelatihan kepada relawan yang notabene adalah orang dewasa, menurut Anang pelatihan juga sebaiknya ditujukan kepada anak-anak, karena mereka memiliki daya ingat dan rasa kepekaan yang tinggi. “Sadar bencana itu tanggung jawab dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, juga badan usaha. Tiga pilar tersebut harus bersinergi dan seimbang,” tambah Anang. Karena itu, adanya pelatihan juga dapat meningkatkan kesiapsiagaan dari berbagai pihak.

“Harapannya ketika kembali ke masyarakat, kita bisa memberikan dampak positif dan turut andil dalam mengelola manajemen risiko,” kata Andi Jurito, salah seorang relawan asal Sumberagung.


Sebuah perusahaan tambang seperti BSI memang harus memiliki ERT. Tanpa kehadiran mereka, tambang tak boleh dioperasikan. Anggota ERT sendiri terdiri atas dari personel pilihan dari setiap departemen, dan dilatih khusus oleh BASARNAS (Badan SAR Nasional). Sehari-hari, jika tidak ada situasi darurat, mereka melakukan latihan dan olahraga. Selain itu, yang rutin mereka lakukan antara lain adalah mengawal pelaksanaan tes alarm dan shutdown, juga siaga jika ada kejadian yang memerlukan kesiagaan semisal ada longsor.

Artikel Tim Tanggap Darurat Tambang Emas Tujuh Bukit pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>