Karyawan Arsip – PT Merdeka Copper Gold Tbk To be an Industry leading producer of gold, silver, copper, and other minerals in Indonesia Mon, 29 Sep 2025 09:48:10 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 https://merdekacoppergold.com/dua-operator-perempuan-tambang-tembaga-wetar-dalam-operator-champhionship-2025/ Mon, 29 Sep 2025 09:29:51 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=28690 Bekerja di Tambang Tembaga Wetar membawa Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio pada banyak pengalaman pertama. Salah satunya adalah tampil pada 17-20 September 2025 di Operator Championship, bagian dari acara Mining Indonesia 2025 yang diadakan di Jakarta International Expo. Ajang unjuk keterampilan operator alat berat ini juga menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di Jakarta. […]

Artikel Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Bekerja di Tambang Tembaga Wetar membawa Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio pada banyak pengalaman pertama. Salah satunya adalah tampil pada 17-20 September 2025 di Operator Championship, bagian dari acara Mining Indonesia 2025 yang diadakan di Jakarta International Expo. Ajang unjuk keterampilan operator alat berat ini juga menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di Jakarta.

Perjalanan menuju ibu kota sendiri sudah menantang. Butuh belasan kalau bukan puluhan jam untuk mencapai Jakarta dari Pulau Wetar di ujung timur Indonesia, dengan dua kali transit di Atambua dan Kupang. Di Jakarta, tantangan lebih besar menanti.

Ajang ini bukan hanya menjadi kompetisi pertama mereka, tapi juga penampilan perdana mereka mengoperasikan eskavator di depan publik—selain di hadapan pelatih mereka. Sekalinya mampu mengoperasikan eskavator, mereka langsung harus bersaing dengan operator berpengalaman dari beragam perusahaan tambang.

Pasalnya, bukan eskavator yang sehari-hari mereka kemudikan, melainkan ADT atau articulated dump truck. Sejak mereka bergabung di Tambang Tembaga Wetar pada 2022, truk besar beroda enam itulah yang mereka kendarai, dengan sambungan engsel di tengah yang memungkinkan kendaraan itu berbelok lincah di medan sulit. Menguasai ADT juga termasuk rangkaian pengalaman pertama mereka. Sebelum mengikuti Mining Apprentice, program perekrutan operator perempuan lokal, mereka bahkan tidak bisa mengemudi kendaraan roda empat. Berbeda dari Kristanty, Yanti bahkan tak bisa mengendarai motor. Mobil yang pertama mereka kendarai justru alat berat yang belum tentu bisa dijalankan orang dengan SIM C atau A sekalipun.

Mereka percaya bahwa yang terpenting dalam bekerja adalah kemauan belajar, karena keterampilan bisa ditempa lewat latihan intensif. Ketika dipilih untuk mengikuti kompetisi di Jakarta, mereka seperti kembali ditantang untuk berlatih.

Sepanjang itu, di luar jam kerja, Kristanty dan Yanti ditempa oleh Muslik, Mining Trainer PT Batutua Tembaga Raya (BTR), satu dari dua perusahaan utama yang mengelola Tambang Tembaga Wetar. Tahapannya tak berbeda sebenarnya dari pelatihan biasanya. “Pertama di kelas dulu, memahami safety dan peralatan,” ujar Muslik. “Selanjutnya ke lapangan, mengenal sampai bisa mengoperasikan unit.”

Namun, “Waktunya sangat singkat, cuma lima belas hari,” ujar Yanti. “Tapi pelatih selalu mendukung, penuh percaya diri. Yang penting bisa menampilkan yang terbaik dalam kompetisi.”

Kiprah Tambang Tembaga Wetar dalam kompetisi nasional ini juga sangat berarti bagi Agus Satari, Training Supervisor BTR. “Selain membawa nama BTR,” ujar Agus, “kami ingin menunjukkan ke luar bahwa kami punya operator-operator yang andal.”

“Puji tuhan saya bisa mengikuti pelatihan dengan baik,” ujar Kristanty, berharap bisa menampilkan kemampuan terbaiknya bersama Yanti.

 

Foto pertama: Dari kiri, Agus Satari, Muslik, Yanti Maryana Pio, dan Kristanty Lendert. Foto kedua: Saat sesi pengenalan alat.

*



Jika hanya dalam ucapan,
target Operator Championship 2025 ini mudah saja: memasukkan bola basket ke tiga jenis gawang: ring basket, drum oli terbuka, dan kotak kayu rendah seukuran laci meja kantor. Namun, praktiknya menuntut presisi tingkat tinggi, tak terkecuali bagi operator berpengalaman.

Setiap peserta mendapat jatah sepuluh bola basket yang ditaruh di atas kerucut lalu lintas alias cone di satu sisi eskavator. Dengan cakar atau bucket eskavator, bola-bola itu harus digaruk dari cone, diangkut dalam bucket, lalu dibawa dengan memutar lengan eskavator ke sisi sebaliknya, untuk dimasukkan gawang. Urutannya bebas. Siapa yang duluan memasukkan bola ke tiga gawang adalah pemenangnya atau yang menggolkan lebih banyak dalam rentang maksimal sepuluh menit. Sebelum sesi dinyatakan selesai, cakar eskavator wajib diletakkan ke posisi semula, yaitu di atas bantal berupa tumpukan karung goni.

“Gawang paling menantang itu yang kotak,” ujar Kristanty.

Senada, Yanti menambahkan, “Kotaknya kecil, kalau bola dimasukkan ke dalamnya, otomatis akan memantul.” Itu berarti bola akan menggelinding kembali ke aspal alias gagal gol.

Peserta bertanding berpasangan. Aba-aba wasit menandai awal permainan; melanggar prosedur bisa berujung kartu kuning. Sentuhan bucket ke gawang atau permukaan aspal pun dianggap pelanggaran. Sementara itu, kartu merah diberikan untuk kesalahan berat seperti merusak fasilitas, mengubah setelan alat, atau keluar dari area lomba. Pertandingan resmi berakhir saat tiga gawang berhasil diisi, dengan bucket dikembalikan ke posisi semula di atas bantal karung goni.

Peserta yang bertanding berpasangan akan mulai beraksi setelah aba-aba wasit. Itu satu dari sekian syarat terhindar dari kartu kuning. Syarat lain adalah selama beraksi, cakar eskavator tidak boleh menyentuh gawang dan permukaan aspal. Pelanggaran lainnya, yang diancam kartu merah, adalah merusak fasilitas, mengubah stelan alat, protes keras kepada wasit, atau bahkan membawa eskavator jalan-jalan ke luar area kompetisi.

Kompetisi berlangsung dengan format setengah kompetisi, yang memungkinkan setiap peserta bertemu satu kali dengan seluruh lawan, sehingga hasil akhirnya mencerminkan siapa yang paling konsisten sepanjang pertandingan. Babak penyisihan diselingi atraksi hiburan, demo, serta sesi duel bebas yang mempertemukan penantang sukarela.

Oleh karena peserta perempuan dari perusahaan lain mundur, Kristanty dan Yanti akhirnya menjadi dua peserta perempuan di antara delapan operator laki-laki. Mereka saling berhadapan, juga menghadapi lawan lain, dengan hasil yang berganti-ganti. Dalam satu sesi bebas, Kristanty berhasil mengalahkan operator dari perusahaan lain.

Selain sesi kompetisi utama, ada pula sesi Exhibition: seluruh peserta dibagi dua tim berisi lima orang, dipimpin oleh Kristanty dan Yanti. Formatnya estafet: tiap peserta memasukkan dua bola sebelum digantikan rekannya. Tim Yanti akhirnya unggul tipis atas tim Kristanty.

Meski tidak meraih juara utama, Yanti dan Kristanty menerima penghargaan Female Operator Pioneer. Bagi mereka, ini pencapaian berharga. Langsung meraih juara utama akan membuat mereka mengalami terlalu banyak “pengalaman pertama” dalam satu waktu. Keduanya sangat berterima kasih sudah dipercaya mewakili Wetar dalam ajang ini.

“Puji tuhan saya bisa menampilkan yang terbaik di lomba ini,” ujar Kristanty.

Bagi Agus Satari, yang bersama Muslik mendampingi Yanti dan Kristanty selama bertanding di Jakarta, itu yang terpenting. “Menang itu adalah bonus saja buat kita,” ujarnya.

Agus pun menceritakan rencana program di Tambang Tembaga Wetar, yang akan menjadikan operator perempuan sebagai pelatih generasi baru operator perempuan berikutnya. “Dan ke depan,” ujar Agus, “mereka bisa ikut lomba lagi yang lebih besar dari ini.”

Bagi Tambang Tembaga Wetar, partisipasi dua operator perempuan—yang juga merupakan warga lokal setempat—di kompetisi nasional ini merupakan prestasi membanggakan. Agus menambahkan, program pemberdayaan masyarakat lokal ini akan semakin diperluas ke bidang lainnya, mengingat masih banyak potensi-potensi yang bisa diasah dan dikembangkan dari warga lingkar tambang.

Kristanty dan Yanti pun bertekad sama: ingin kembali bertanding dengan membawa pelajaran dan pengalaman kali ini. Mereka sangat berterima kasih sudah dipercaya untuk mengikuti kompetisi ini, terutama kepada Jimmy Bob Soeroto, Kepala Teknik Tambang di Tambang Tembaga Wetar, yang sangat mendukung mereka, dan Boyke P. Abidin, Direktur Utama perusahaan-perusahaan pengelola Tambang Tembaga Wetar yang menyambut mereka dengan baik di Jakarta.

Pesan untuk operator perempuan lain?

“Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa?”  ujar Yanti. “Tunjukkan bahwa perempuan bisa mengoperasikan alat sebesar apa pun.”


*

Kristanty Lendert dan Yanti Maryana Pio di antara para operator lain, sejak bertanding hingga mendapat penghargaan.

 

Artikel Dari Pengalaman hingga Penghargaan Perdana: Dua Operator Perempuan Tambang Tembaga Wetar dalam Operator Champhionship 2025 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Siapkan Talenta Masa Depan, Proyek Emas Pani Mengirim Karyawan Lokal ke Tambang Emas Tujuh Bukit https://merdekacoppergold.com/siapkan-talenta-masa-depan-proyek-emas-pani-mengirim-karyawan-lokal-ke-tambang-emas-tujuh-bukit/ Tue, 05 Aug 2025 08:13:07 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=28462 Proyek Emas Pani kembali menunjukkan komitmennya membangun sumber daya manusia (SDM) lokal. Pada 1 Agustus 2025, digelar acara penyambutan peserta Batch 1 Talent Development Program (TDP) VII: Processing Trainee yang baru pulang setelah dua bulan pelatihan di Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, sekaligus melepas peserta Batch 2 yang akan mengikuti program yang […]

Artikel Siapkan Talenta Masa Depan, Proyek Emas Pani Mengirim Karyawan Lokal ke Tambang Emas Tujuh Bukit pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Proyek Emas Pani kembali menunjukkan komitmennya membangun sumber daya manusia (SDM) lokal. Pada 1 Agustus 2025, digelar acara penyambutan peserta Batch 1 Talent Development Program (TDP) VII: Processing Trainee yang baru pulang setelah dua bulan pelatihan di Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, sekaligus melepas peserta Batch 2 yang akan mengikuti program yang sama.

Program pelatihan ini dirancang untuk menyiapkan tenaga andal yang kelak akan mengoperasikan Proyek Emas Pani, yang diproyeksikan mulai berproduksi pada triwulan I 2026. Pelatihan dilakukan di Tambang Emas Tujuh Bukit karena tambang ini memakai metode heap leach yang juga akan digunakan oleh Proyek Emas Pani. Tambang Emas Tujuh Bukit, yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo, adalah aset utama PT Merdeka Copper Gold Tbk, yang juga menaungi Proyek Emas Pani.

Proyek Emas Pani akan dikelola dengan menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, demi memastikan pemanfaatan sumber daya secara aman dan berkelanjutan. Mengandung lebih dari 7 juta ounces emas, proyek ini akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia-Pasifik.

Sejak akhir 2023, program TDP sudah berlangsung tujuh gelombang, mayoritas fokus pada peningkatan keterampilan karyawan operator alat berat, dengan satu gelombang khusus pendampingan guru SMK yang akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tenaga kerja lokal siap bersaing di industri pertambangan modern.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasinya. “Proyek Emas Pani membuktikan komitmennya dalam peningkatan pendidikan dan SDM Provinsi Gorontalo melalui pelatihan calon karyawan,” ujar Gusnar, sebelum berpesan kepada peserta pelatihan. “Kalian harus terus berpacu mengembangkan diri.”

Kontribusi Proyek Emas Pani di bidang pendidikan tak hanya berupa pelatihan kerja. Hingga pertengahan 2025, telah dilakukan renovasi empat sekolah di Kabupaten Pohuwato, yaitu SD 02, SD 05, SMP 02 Buntulia, dan SDN 09 Buntulia. Renovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman ini turut disertai bantuan perlengkapan olahraga dan kebutuhan pendukung lainnya. Acara TDP itu pun dilaksanakan di SDN 09 Buntulia yang baru selesai direnovasi, sekaligus menjadi momen serah terima hasil renovasi tersebut kepada pihak sekolah.

Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, menegaskan pentingnya dukungan masyarakat terhadap investasi dan menyampaikan terima kasih atas kontribusi perusahaan dalam merenovasi sekolah.

Direktur Proyek Emas Pani, Boyke P. Abidin, menambahkan, “Sebagai tetangga yang baik, kami terus membuktikan komitmen untuk perbaikan SDM, baik di Kabupaten Pohuwato maupun Provinsi Gorontalo.”

Salah satu alumni pelatihan, Renard Andrey Van Gobel, dari Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, menuturkan, “Program ini membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab kami. Terima kasih atas kesempatan berharga ini.”

Sebanyak 92 persen peserta pelatihan Batch 1 TDP VII yang baru kembali dari Banyuwangi berasal dari Kabupaten Pohuwato. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja, dan sekaligus mendukung operasional proyek tambang di masa depan. Dengan memadukan pelatihan teknis, pembekalan mental, dan kesempatan belajar dari tambang berstandar internasional, perusahaan membentuk fondasi penting bagi berkelanjutan masyarakat setempat.

Annisa Nur Fitriani, HR Senior Supervisor Proyek Emas Pani, tak lupa berpesan kepada peserta yang akan berangkat, “Jaga nama baik daerah asal, sikap, dan etika selama pelatihan. Proses pembelajaran tidak berhenti dalam satu program. Rasa ingin tahu harus terus dikembangkan.”

Artikel Siapkan Talenta Masa Depan, Proyek Emas Pani Mengirim Karyawan Lokal ke Tambang Emas Tujuh Bukit pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Merdeka Young Talent Program kembali Dibuka https://merdekacoppergold.com/pt-merdeka-copper-gold-tbk-kembali-membuka-merdeka-youth-talent-program/ Tue, 19 Sep 2023 09:11:48 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=25992 Tahun ini, Merdeka Young Talent Program (MYTP) kembali membuka kesempatan bagi anak muda berbakat untuk menjadi pemimpin masa depan PT Merdeka Copper Gold Tbk. Dalam program pengembangan karyawan muda terstruktur selama dua tahun ini, peserta terpilih akan bekerja sembari menjalani pelatihan intensif untuk memahami seluk-beluk operasional bisnis perusahaan. Mereka akan belajar berinteraksi dan beradaptasi dalam […]

Artikel Merdeka Young Talent Program kembali Dibuka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Tahun ini, Merdeka Young Talent Program (MYTP) kembali membuka kesempatan bagi anak muda berbakat untuk menjadi pemimpin masa depan PT Merdeka Copper Gold Tbk. Dalam program pengembangan karyawan muda terstruktur selama dua tahun ini, peserta terpilih akan bekerja sembari menjalani pelatihan intensif untuk memahami seluk-beluk operasional bisnis perusahaan. Mereka akan belajar berinteraksi dan beradaptasi dalam tim yang dinamis. Dipandu mentor terbaik di industri, mereka akan berkembang menjadi profesional yang mampu merancang dan menerapkan konsep secara strategis dan efektif.

Sejak dimulai pada 2021, MYTP telah melahirkan tiga angkatan, dengan jumlah peserta terpilih yang terus meningkat setiap tahunnya, dari 10 orang pada 2021, menjadi 28 dan 31 orang pada 2022 dan 2023.

“Saya bangga menjadi bagian dari MYTP. Saya berkesempatan untuk belajar mengenai proyek-proyek pertambangan yang kompleks dari ahli di bidangnya masing masing,” ujar Wanda Nirmala Santoso, salah seorang angkatan perdana MYTP, yang kini bekerja sebagai Junior Mechanical Engineer untuk Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur.

“Proses rekrutmen MYTP yang menantang adalah cara yang bagus untuk menguji keterampilan dan pengetahuan saya,” ujar Anisa Fakhira Mulya merefleksikan pengalamannya mengikuti MYTP pada 2022. Sebagai MYTP Trainee, Anisa saat ini bekerja sebagai Operational Readiness di kantor pusat Merdeka, Jakarta. “Saya bersemangat dan berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi industri ini,” ujarnya.

MYTP terbuka untuk peserta dari berbagai program studi terkait pertambangan. Siapa pun yang berusia maksimal 25 tahun untuk lulusan S-1 dan maksimal 27 tahun untuk lulusan Magister dengan IPK minimal 3,3 bisa mendaftar. Pendaftaran MYTP 2023 akan ditutup pada 30 September 2023 dan kandidat terpilih akan diinformasikan melalui surel untuk kemudian mengikuti tes daring pada 2–6 Oktober 2023. Seleksi peserta akan dilakukan mulai pertengahan Oktober hingga Desember 2023. Informasi lebih rinci mengenai MYTP silakan kunjungi halaman ini.

“Merdeka mengutamakan peserta yang menunjukkan potensi untuk menjadi pemimpin masa depan,” ujar Firdausya Adhwa Tastama, Technical Services untuk Proyek Tembaga Tujuh Bukit, angkatan kedua MYTP. Pesannya kepada calon peserta, “Jadilah dirimu sendiri dan berlatihlah sebelum ujian dan wawancara.”

*

Wanda Nirmala Santoso, Junior Mechanical Engineer Proyek Tembaga Tujuh Bukit.
Firdausya Adhwa Tastama, Technical Services Proyek Tembaga Tujuh Bukit.

Foto utama: Anisa Fakhira Mulya, Operational Readiness PT Merdeka Copper Gold Tbk.

 

Artikel Merdeka Young Talent Program kembali Dibuka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Merdeka Merayakan Kemerdekaan https://merdekacoppergold.com/merdeka-merayakan-kemerdekaan/ Fri, 25 Aug 2023 09:36:53 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=25448 Perayaan kemerdekaan Indonesia selalu menjadi ajang menggembirakan bagi karyawan Grup Merdeka. Inilah momen karyawan dapat terlibat, berinteraksi, dan berkolaborasi dalam bermacam perlombaan seru. Di kantor pusat Jakarta, sejak seminggu sebelum hari perayaan, berbagai kegiatan digelar untuk karyawan PT Merdeka Copper Gold Tbk, dari lomba kostum adat, makan piza, hingga pertandingan pingpong, sepak bola melalui PlayStation, […]

Artikel Merdeka Merayakan Kemerdekaan pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Perayaan kemerdekaan Indonesia selalu menjadi ajang menggembirakan bagi karyawan Grup Merdeka. Inilah momen karyawan dapat terlibat, berinteraksi, dan berkolaborasi dalam bermacam perlombaan seru.

Di kantor pusat Jakarta, sejak seminggu sebelum hari perayaan, berbagai kegiatan digelar untuk karyawan PT Merdeka Copper Gold Tbk, dari lomba kostum adat, makan piza, hingga pertandingan pingpong, sepak bola melalui PlayStation, dan bermacam game online. Ada pula lomba ajang bakat Merdeka yang juga diikuti oleh karyawan dari berbagai anak perusahaan Merdeka yang tersebar di tiga pulau di Indonesia.

Di berbagai area operasi dan proyek tambang, olahraga menjadi pertandingan utama. Di Tambang Tembaga Wetar, digelar turnamen voli, pingpong, dan badminton. Di Proyek Emas Pani, selain pertandingan futsal dan catur diadakan lomba-lomba khas perayaan tujuh belasan: memasukkan sedotan ke dalam botol dari belakang dan yang paling menguras tenaga dalam waktu singkat: tarik tambang. Jika pengumuman pemenang lomba dan pertandingan di kantor pusat Jakarta dilakukan pada 16 Agustus 2023, maka di berbagai operasi dan proyek tambang Grup Merdeka, pengumuman dilakukan setelah upacara bendera di hari kemerdekaan, yang biasa diadakan setiap tahun di setiap area operasi dan proyek.

Tahun ini sekaligus menjadi tahun istimewa bagi PT Bumi Suksesindo (BSI), pengelola Tambang Emas Tujuh Bukit dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur. Tahun ini, perayaan kemerdekaan sekaligus menjadi perayaan ulang tahun kesebelas BSI, ditambah dua pencapaian istimewa: produksi emas yang sejak mulai beroperasi pada 2017 telah berhasil mencapai 1 juta ounces, dan mencatat 20 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury—cedera kerja yang menghentikan pekerjaan karyawan.

Di antara karyawan, hadir pula sejumlah manajemen senior, direksi, dan komisaris, di antaranya Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk: Yoke Candra dan Sigit Sukirno Sudibyo; Presiden Direktur BSI, Adi Sjoekri; General Manager of Operations (GMO) BSI, Roelly Fransza; dan Deputy GMO BSI, Kieran Rich.

“Kami yakin, kondisi perusahaan yang semakin baik akan membawa manfaat yang lebih besar bagi karyawan beserta keluarga, lingkungan sekitar, dan tentunya negara Indonesia yang tercinta,” ujar Adi Sjoekri.

Selain mengapresiasi pencapaian BSI, Roelly Fransza menekankan bahwa capaian produksi dan keselamatan kerja selalu berkaitan. Ibaratnya, kerja tanpa keselamatan adalah kerugian sedangkan keselamatan tanpa kerja adalah kemubaziran. “Budaya safety bukan hanya untuk keselamatan kita sendiri, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan kita kepada keluarga,” ujarnya.

Segenap karyawan, keluarga, dan kawan BSI memenuhi bermacam fasilitas, dari taman bermain anak sampai pusat jajanan serba ada. Acara dimeriahkan pula oleh pertunjukan musik, termasuk aksi kelompok seni jaranan Kuwung Wetan.

Berbagai perayaan kemerdekaan Indonesia oleh Grup Merdeka sekaligus mencerminkan semangat untuk terus berkembang dalam kolaborasi yang mengutamakan keselamatan—nilai-nilai yang dijunjung Merdeka.

*

Upacara bendera memperingati kemerdekaan Indonesia di Tambang Emas Tujuh Bukit.
Peringatan kemerdekaan Indonesia diselenggarakan bersamaan dengan ulang tahun kesebelas PT Bumi Suksesindo.
Pertandingan voli karyawan Tambang Tembaga Wetar.
Lomba tarik tambang di Proyek Emas Pani.
Pertandingan pingpong di kantor pusat Merdeka.
Ajang Bakat Merdeka di kantor pusat Merdeka diikuti karyawan dari beragam perusahaan.

Artikel Merdeka Merayakan Kemerdekaan pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Bakti Sosial Karyawan Merdeka https://merdekacoppergold.com/bakti-sosial-karyawan-merdeka/ Mon, 07 Aug 2023 07:40:17 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=25390 Corporate Volunteer Program 2023: Bakti Merdeka telah dibuka. Program ini, yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan, mengajak karyawan PT Merdeka Copper Gold Tbk untuk secara sukarela berbagi waktu, keceriaan, keahlian, dan jasa mereka dalam kegiatan sosial. Tahun ini, Bakti Merdeka diadakan bersama Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), lembaga yang sejak 2018 telah membantu lebih dari 5.000 […]

Artikel Bakti Sosial Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Corporate Volunteer Program 2023: Bakti Merdeka telah dibuka. Program ini, yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan, mengajak karyawan PT Merdeka Copper Gold Tbk untuk secara sukarela berbagi waktu, keceriaan, keahlian, dan jasa mereka dalam kegiatan sosial.

Tahun ini, Bakti Merdeka diadakan bersama Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), lembaga yang sejak 2018 telah membantu lebih dari 5.000 anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera. YKAI membantu penyediaan obat-obatan, transportasi, hiburan, dan semangat, tidak hanya kepada pasien anak, tetapi juga kepada orang tua mereka. Sebagian program YKAI dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk perusahaan seperti Merdeka.

Acara perdana Bakti Merdeka diadakan di Flix Cinema, SCBD, Jakarta Selatan, pada 31 Juli 2023. Agendanya, karyawan-karyawan Merdeka yang telah mendaftar sebagai sukarelawan bermain bersama anak-anak dari YKAI dalam serangkaian games sejak pagi sampai siang. Setelah santap siang, anak-anak akan kembali bersama orangtuanya untuk menonton film Elemental (2023) di ruang pemutaran yang sama.

Bakti Merdeka dibuka oleh Tom Malik, General Manager Corporate Communication Merdeka. Ia berterima kasih kepada para karyawan yang ikut serta dan merasa senang karena jumlah pendaftar melebihi kapasitas. Dari 25 pendaftar, hanya 18 karyawan yang dapat terlibat. Keikutsertaan anak sangat bergantung pada jadwal pengobatan dan kondisi kesehatan mereka. Karena ada dua anak calon peserta yang kurang sehat, maka pada hari acara hanya 16 anak yang ikut serta.

Para karyawan dan anak-anak yang usianya berkisar dari 5 sampai 18 tahun itu kemudian bermain games, baik sebagai satu pasangan tim maupun berkelompok dengan pasangan lain. Serangkaian games digelar, dari permainan memakan biskuit yang ditaruh di dahi hanya dengan menggerakkan muka dan mulut, estafet mengoper bola plastik kecil yang diangkat dengan sejenis sedotan, sampai menyusun gelas-gelas plastik bertingkat-tingkat. Rangkaian games yang membutuhkan kerja sama yang tinggi itu berlangsung kompak, seru, dan hangat.

“Aku senang dapat dua hadiah!” seru Alvino (5 tahun), yang memenangkan dua permainan pertama, sambil berjoget-joget.

“Acaranya seru,” tambah Syifahliana (8 tahun), pemenang permainan terakhir. “Aku juga ada pesan: semoga kakak-kakak sehat selalu.”

Acara ditutup dengan pemberian donasi dari Merdeka sebesar Rp25 juta untuk mendukung program YKAI. Donasi diberikan oleh Boyke Poerbaya Abidin, Chief of External Affairs Merdeka, kepada Sallyana Sorongan, Ketua YKAI.

“Setiap orang harus bisa berbagi dengan lingkungan sekitar kita,” ujar Boyke. “Kebersamaan ini perlu terus terjalin di masa mendatang.”

Para karyawan yang terlibat mendampingi anak-anak dengan hati riang. Rizfa Rendo, Estimating Manager di Merdeka Mining Servis, mendampingi Fariz yang sama-sama berusia 11 tahun seperti anaknya. “Hari ini saya menemani main games, walau kalah tetap happy,” ujarnya. “Untungnya mereka tetap semangat. Jadi lebih banyak senang-senangnya.”

“Acara ini menghangatkan hati,” ujar Ni Luh Dila Wahyu Kinanti, Project Engineer Merdeka yang mendampingi Alvino yang paling banyak mendapat hadiah. “Mereka sangat menggemaskan dan lucu.”

Kerja sama dengan YKAI dalam Bakti Merdeka akan berlangsung sampai akhir 2023 dalam berbagai kegiatan dan dukungan, mulai donasi buku dan gawai, berbagi ilmu, cerita, sampai antar-jemput untuk keperluan medis.

“Dengan acara hari ini, anak-anak senang, orangtua juga senang,” ujar Yoldi Tuju, Wakil Ketua YKAI. “Penting bagi anak-anak dengan kanker untuk merasa diterima, bahwa mereka adalah anak-anak yang berhak mendapat kesehatan yang baik dan akan terus berjuang. Acara seperti ini membuat semangat juang mereka semakin kuat.”

*

 

Artikel Bakti Sosial Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Diskusi Hari Perempuan Sedunia: Peran Perempuan dalam Pertambangan https://merdekacoppergold.com/diskusi-hari-perempuan-sedunia-peran-perempuan-dalam-industri-pertambangan/ Tue, 21 Mar 2023 02:33:08 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=24898 “Dalam setiap diskusi, perempuan selalu memberikan sudut pandang berbeda,” ujar Henny Dwi Purnamasari, Principal Tailings di PT Merdeka Copper Gold Tbk, saat menceritakan kariernya selama dua puluh tahun lebih di sektor energi dan pertambangan—industri yang identik dengan laki-laki—sampai ia menjadi satu dari sedikit perempuan yang menempati posisi tinggi di sektor pertambangan Indonesia. “Kita,” ujarnya kepada […]

Artikel Diskusi Hari Perempuan Sedunia: Peran Perempuan dalam Pertambangan pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
“Dalam setiap diskusi, perempuan selalu memberikan sudut pandang berbeda,” ujar Henny Dwi Purnamasari, Principal Tailings di PT Merdeka Copper Gold Tbk, saat menceritakan kariernya selama dua puluh tahun lebih di sektor energi dan pertambangan—industri yang identik dengan laki-laki—sampai ia menjadi satu dari sedikit perempuan yang menempati posisi tinggi di sektor pertambangan Indonesia. “Kita,” ujarnya kepada rekan-rekan kerja perempuannya, “punya peluang yang sama dengan laki-laki—tergantung seberapa persisten kita. Kenali diri kita sendiri mau jadi apa. Saya yakin dengan begitu tidak ada yang bisa membatasi perempuan di sektor pertambangan.”

Sore itu, 16 Maret 2023, Henny merupakan satu dari tiga pembicara dalam diskusi yang merayakan Hari Perempuan Sedunia satu minggu sebelumnya. Diskusi Inclusive Mindsets and Challenging Stereotypes di Hard Rock Café Jakarta diadakan oleh Merdeka bekerja sama dengan Women in Mining & Energy (WiME), lembaga advokasi perempuan di sektor pertambangan dan energi.

Diskusi dibuka oleh Titien Supeno, Direktur Merdeka, yang sudah biasa terlibat dalam rapat-rapat eksekutif yang selalu dipenuhi laki-laki. “Ada dua jenis penghalang bagi kemajuan karier perempuan,” ujarnya, “individual dan institusional.”

Sebagai institusi, Merdeka serius mewujudkan komitmennya mendukung pemberdayaan perempuan. Jumlah karyawan perempuan Merdeka terus meningkat dan menduduki beragam posisi, dari operator alat berat, manajer eksplorasi, sampai direktur. Per 22 Februari 2023, ada 623 karyawan perempuan di Merdeka, 8,5% dari seluruh karyawan—naik terus dari 573, 305, dan 200 pada 2022, 2021, dan 2020.

Selain berbagai kebijakan dan fasilitas yang mendukung perempuan, Merdeka juga menyediakan sistem pengaduan pelanggaran yang antara lain menindak lanjuti pelaporan mengenai pelecehan dan kekerasan seksual. “Tugas saya sebagai manajemen antara lain adalah melindungi pekerja perempuan,” ujar Titien. Mengenai penghalang individual, ia menambahkan, “Jangan sampai kita punya pemikiran yang justru mengerdilkan diri kita sendiri, karena kita sama mampunya dengan laki-laki.”

Sesi dilanjutkan dengan sambutan Maya Muchlis, pendiri dan Executive Director WiME, yang mengharapkan Merdeka memiliki lebih banyak lagi pemimpin perempuan. “Karena kesetaraan gender bukan hanya masalah perempuan,” tambahnya sebelum menyemangati diskusi yang akan berlangsung.

Selain Henny, dua pembicara lain dalam diskusi sore itu adalah Hikmawati, Sustainability Specialist, dan Balada Amor, Senior Mining Specialist dari The World Bank, bagian Energy and Extractives Global Practice.

Hikmawati berbagi pengalamannya menjalankan program pengembangan masyarakat lingkar tambang dengan pendekatan gender. Sudah banyak riset yang mengatakan bahwa pendekatan kesetaraan gender berkontribusi penting dalam pembangunan berkelanjutan. Tak hanya dalam lingkup perusahaan, tetapi juga masyarakat lingkar tambang. Pelibatan perempuan—yang lebih rentan terimbas dampak sosial dan lingkungan pertambangan—dalam program pengembangan masyarakat justru krusial karena perspektif perempuan mengenai pembangunan berkelanjutan lebih menyeluruh. Contohnya, menurut Hikmawati, usulan warga laki-laki mengenai program sosial lingkar tambang kebanyakan mengenai infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan. Pelibatan perempuan justru memunculkan kebutuhan esensial seperti air bersih dan kesehatan. “Keterlibatan perempuan dalam perencanaan pembangunan, baik dalam level komunitas sampai nasional,” ujar Hikmawati, “bisa membuat semua pihak terwakili kebutuhannya.”

Hal itu disepakati Balada Amor yang membahas isu perempuan dalam perspektif global. “Ketika ada suara perempuan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya, “pemberdayaan ekonominya lebih berhasil.”

Seratus kursi yang disediakan untuk pengunjung sore itu terisi penuh oleh karyawan perempuan Merdeka serta perusahaan tambang lainnya, ditambah beberapa pengunjung dari WiME dan The World Bank. Diskusi juga diikuti secara daring melalui Zoom oleh karyawan Grup Merdeka dari berbagai lokasi tambang.

Setelah sesi paparan, para pengunjung dengan antusias mengajukan pertanyaan. Pertanyaan berkisar mengenai tips berkarier sebagai perempuan dan penggalian lebih lanjut dari pengalaman para pembicara, termasuk apa yang perlu dilakukan laki-laki supaya perempuan lebih nyaman bekerja di sektor pertambangan.

“Selama kita mendalami bidang kita, kepercayaan diri akan terpupuk seiring bertambahnya pengetahuan,” ujar Henny, menanggapi pertanyaan soal tips berkarier bagi perempuan. “Kita perlu terbuka dan komunikatif dengan rekan kerja dan senior yang lebih berpengalaman dari kita—bertukar pikiran dan menyerap pengetahuan.”

Setelah dua jam, acara selesai pukul lima sore. Dian Octavia, Senior Manager Sustainability untuk Merdeka Battery Materials, anak perusahaan Merdeka, berkata bahwa acara yang menunjukkan komitmen Grup Merdeka terhadap Equality, Diversity, and Inclusion ini sangat bermanfaat bagi karyawan Merdeka karena, “Mendorong perempuan untuk lebih berani angkat bicara dan lebih maju lagi,” ujarnya.

Salma Hanifia, Supervisor Contract Merdeka, berterima kasih atas acara ini. “Sangat inspiratif,” ujarnya, “terutama untuk kami para perempuan yang bekerja di pertambangan.”

Foto ini: pengunjung diskusi Inclusive Mindsets and Challenging Stereotypes, 16 Maret 2023. Foto atas: (dari kiri ke kanan) moderator Juan Alexander Wake, dan para pembicara: Henny Dwi Purnamasari, Hikmawati, dan Balada Amor (Foto-foto: MCG/Aulia Azhari).

Artikel Diskusi Hari Perempuan Sedunia: Peran Perempuan dalam Pertambangan pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Merdeka Copper Gold Tbk Menjadi Anggota UN Global Compact https://merdekacoppergold.com/pt-merdeka-copper-gold-tbk-menjadi-anggota-un-global-compact/ Wed, 21 Dec 2022 08:24:57 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=24012 PT Merdeka Copper Gold Tbk memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab sosial dengan menjadi anggota United Nations (UN) Global Compact, lembaga yang mendorong kebijakan dan implementasi keberlanjutan perusahaan dan mendukung tujuan luas PBB, khususnya Sustainable Development Goals. Merdeka secara konsisten telah membuktikan komitmen terhadap hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan, dan antikorupsi melalui […]

Artikel PT Merdeka Copper Gold Tbk Menjadi Anggota UN Global Compact pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Merdeka Copper Gold Tbk memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab sosial dengan menjadi anggota United Nations (UN) Global Compact, lembaga yang mendorong kebijakan dan implementasi keberlanjutan perusahaan dan mendukung tujuan luas PBB, khususnya Sustainable Development Goals. Merdeka secara konsisten telah membuktikan komitmen terhadap hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan, dan antikorupsi melalui sejumlah kebijakan, prosedur, dan penerapannya, yang sejalan dengan Sepuluh Prinsip UN Global Compact. Partisipasi Merdeka dalam UN Global Compact akan meningkatkan kinerja keberlanjutan Merdeka melalui akses keanggotaan terhadap jaringan, panduan, pelatihan, dan kolaborasi industri dalam tingkat nasional dan global.

Merdeka secara resmi terdaftar menjadi anggota UN Global Compact sejak 6 Desember 2022. Penyerahan sertifikat, sebagai kelanjutan atas disetujuinya keanggotaan Merdeka oleh UN Global Compact, dilakukan oleh Y.W. Junardy, Presiden Indonesia Global Compact Network (IGCN), perwakilan UN Global Compact di Indonesia, kepada Albert Saputro, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk di kantor Merdeka pada 16 Desember 2022. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan IGCN: Ani Rahardjo, Direktur IGCN, dan Jenneke Waworuntu, Relations Management Officer & Program Development; dan perwakilan Merdeka: Boyke P. Abidin, Direktur External Affairs; Tom Malik, General Manager Corporate Communications; dan Bahtiar Manurung, Sustainability Manager.

Artikel PT Merdeka Copper Gold Tbk Menjadi Anggota UN Global Compact pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 https://merdekacoppergold.com/pt-bumi-suksesindo-menjadi-tuan-rumah-indonesian-fire-and-rescue-challenge-ke-19/ Thu, 01 Dec 2022 09:09:03 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=23923 PT Bumi Suksesindo (BSI) menjadi tuan rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19. Diikuti oleh 24 tim perwakilan berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk PT Merdeka Copper Gold Tbk selaku perusahaan induk BSI, acara di Banyuwangi, Jawa Timur pada 14–22 November 2022 ini merupakan wadah berbagi ilmu penyelamatan. BSI turut berpartisipasi dan memenangkan sejumlah kategori […]

Artikel PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Bumi Suksesindo (BSI) menjadi tuan rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19. Diikuti oleh 24 tim perwakilan berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk PT Merdeka Copper Gold Tbk selaku perusahaan induk BSI, acara di Banyuwangi, Jawa Timur pada 14–22 November 2022 ini merupakan wadah berbagi ilmu penyelamatan. BSI turut berpartisipasi dan memenangkan sejumlah kategori tantangan, di antaranya tim bersemangat terbaik dan juara harapan pertama untuk High Angle Rescue dan Hazmat Spill Response. Sementara Merdeka memenangkan kategori tim dengan performa terbaik dan juara harapan pertama dan ketiga untuk Road Accident Rescue and Mass Casualty Response dan Firefighter Competency Test.

Pengelolaan IFRC oleh BSI merupakan wujud komitmen Grup Merdeka terhadap keselamatan dalam setiap aspek pertambangan. BSI turut menjadikan acara IFRC untuk mendukung pariwisata Banyuwangi dengan menempatkan kegiatan utama di area wisata: Pulau Merah, Pantai Boom Marina, dan Gedung Wanita Banyuwangi demi memicu perekonomian lokal. BSI turut pula melibatkan UMKM dan warga lokal sebagai pendukung acara.

Sehari setelah IFRC, BSI mengirim tim tanggap darurat (Emergency Response Team/ERT) dan bantuan logistik ke Cianjur, Jawa Barat yang terlanda gempa dua hari sebelumnya. Tim ERT BSI, yang sering terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan di wilayah bencana, bergabung dengan tim siaga bencana di bawah koordinasi Kementerian ESDM sampai awal Desember.

Artikel PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar https://merdekacoppergold.com/para-juara-innovation-award-dari-tambang-tembaga-wetar/ Sat, 30 Jul 2022 16:10:36 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22215 Tiga karyawan BKP-BTR mencetak prestasi di ajang Innovation Award. Berkat konsep peningkatan produksi sebesar 15 persen, Oman menjadi yang terbaik. Operasional Tambang Tembaga Wetar pada Jumat, 1 April lalu berjalan normal: yang di kantor sibuk dengan administrasi, yang di lapangan mengerjakan tugas masing-masing. Menjelang petang, suasana berubah. Nama Abdurrahman tiba-tiba ramai dibicarakan secara lisan maupun […]

Artikel Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Tiga karyawan BKP-BTR mencetak prestasi di ajang Innovation Award. Berkat konsep peningkatan produksi sebesar 15 persen, Oman menjadi yang terbaik.

Operasional Tambang Tembaga Wetar pada Jumat, 1 April lalu berjalan normal: yang di kantor sibuk dengan administrasi, yang di lapangan mengerjakan tugas masing-masing. Menjelang petang, suasana berubah. Nama Abdurrahman tiba-tiba ramai dibicarakan secara lisan maupun dalam lalu lalang teks pesan WhatsApp di kalangan PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), perusahaan yang mengoperasikan penambangan dan pengolahan tembaga di Pulau Wetar itu.

Ada apa dengan Abdurrahman? Rupanya, keriuhan itu muncul lantaran PT Merdeka Copper Gold Tbk di Jakarta, perusahaan induk Tambang Tembaga Wetar, baru saja mengabarkan bahwa Abdurrahman menjadi juara pertama dalam Innovation Award, ajang lomba cipta inovasi antara karyawan bagi peningkatan keamanan dan produksi, serta penghematan biaya dan perbaikan lingkungan.

Nama-nama pemenang diumumkan pada hari itu. Lombanya sendiri sudah berlangsung sejak Oktober 2021. Seleksi dilakukan bertahap, setiap site atau anak perusahaan mengirimkan lima nama, lalu oleh panitia di kantor pusat nama-nama ini dinilai lagi sampai muncul 10 finalis.

Abdurrahman itu yang mana? Yang biasa dipanggil Oman, ya? Eh, Oman itu yang mana? Bikin apa dia? Di mana dia? Boleh kirim fotonya? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang berseliweran.

Ketika namanya mulai disebut-sebut, si empunya sendiri saat itu berada di salah satu ruangan di Recreation Hall, sarana olahraga dan pertemuan karyawan BKP-BTR, untuk proses presentasi dan penilaian juri terhadap 10 besar finalis Innovation Award yang berlangsung melalui aplikasi Zoom. Di ruangan yang sama ada pula Kiagus Zulkifli dan Lutfiyah Dea Gita, dua finalis lain dari Wetar, dan Mohammad Adithya Putra—sahabat sekaligus yang membantu Oman menyusun materi lomba.


Yes! Alhamdulillah!

Zulkifli berseru ketika namanya muncul di layar sebagai runner up pertama. Ia mendapat sambutan tepuk tangan dari yang lain, termasuk dua staf BKP-BTR yang membantu memfasilitasi acara itu, Rada Maruto dan Mariska Sindy Lontoh. Setelah beberapa saat, di layar terpampang nama ABDURRAHMAN – WETAR sebagai juara pertama. Tepuk tangan pun langsung membahana di ruangan itu. Oman yang memang berpembawaan kalem hanya balas tersenyum, gerak bibirnya mengucap alhamdulillah. Berkat kemenangannya, Oman beroleh hadiah uang Rp30 juta.

Wajar kalau Oman belum begitu dikenal di site Wetar. Ia baru tujuh bulan bergabung dengan BKP-BTR, tepatnya sejak Oktober 2021. Sarjana Teknik Metalurgi Universitas Indonesia ini bertugas di Plant Metallurgist Section – Crushing Heapleach, Processing Department. Lelaki asal Padang ini mengaku ikut lomba karena ingin menambah pengalaman dan bersaing menjadi yang terbaik dalam hal perbaikan dan efisiensi. Baginya lomba juga merupakan momen mengasah diri dalam berpikir matang, bekerja sama dalam tim, hingga melatih kemampuan berbicara di depan publik.

Dalam Innovation Award, Oman mengajukan topik Cost Efficiency pada Production Wetar Copper Mine di Sektor Crushing-Heapleach. Topik ini merupakan usulan langkah perubahan terhadap metode produksi yang satu tahun sebelumnya mengalami penurunan. “Topik ini telah dijalankan sebagai proyek dan telah menghasilkan peningkatan produksi sebesar 15 persen,” kata Oman. Proyek tersebut dilakukan Oman bersama dua rekan kerjanya, Adhit dan Kemi Kharisma, keduanya juga bekerja di bagian metalurgis. Mereka menyiapkan proyek selama dua bulan dan menjalin kerja sama dengan departemen lain yang bertautan. “Kami juga mendapat bimbingan dari para metalurgis senior di sini,” kata Oman.

Sementara itu, Zukifli yang berasal dari Palembang mempresentasikan idenya tentang pembiayaan drilling dan blasting. Usulannya, bagaimana menurunkan pendanaan dengan cara mengurangi penggunaan bahan peledak dan aksesorisnya. Sarjana Teknik Pertambangan dari Universitas Sriwijaya ini termotivasi ikut Innovation Award karena kepeduliannya pada upaya meningkatkan produksi sekaligus menghemat biaya produksi. Zulkifli yang sejak 2019 bekerja di Mine Planning – Mining Department melakukan pengujian usulannya pada Juni hingga September 2021 bersama enam rekannya dan di bawah bimbingan pimpinan teknis tambang di Tambang Tembaga Wetar, yaitu Edi Widodo dan Muhamad Faizal.

Sedangkan alasan Lutfiyah yang biasa dipanggil Upi mengikuti lomba salah satunya karena hadiah uang yang menarik. Inovasi yang diajukan Upi yang bekerja di Processing – Operation ini adalah bagaimana menciptakan nilai tambah dari limbah bekas menjadi komoditas logam. Sarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mendapatkan ide itu dari rekannya Brian Swahadana, sesama alumni ITB.

Ide itu muncul ketika terjadi permasalahan terkait penyimpanan dan pengelolaan limbah yang masuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) dan BKP-BTR tidak memiliki tempat yang memadai untuk menyimpan limbah timbal yang termasuk B3 dalam jumlah besar. Proyek Upi yang juga dibantu Brian Swahadana dan Alvi Adli, alumni ITB juga, menawarkan upaya yang dapat menghilangkan risiko pencemaran lingkungan hidup akibat limbah B3 sekaligus menghilangkan biaya pengadaan fasilitas penyimpanan atau penyerahan pengelolaan kepada pihak ketiga. “Dari simulasi perhitungan yang kami lakukan mulai pertengahan 2021, bisa terjadi penghematan hingga 40 persen,” kata Upi, karyawan asal Cirebon, yang kini sudah menjalani tahun keempat di Wetar. Untuk proyeknya ini, Upi beroleh posisi kedelapan.

Artikel Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Kompetisi Karyawan Merdeka https://merdekacoppergold.com/kompetisi-karyawan-merdeka/ Sat, 30 Jul 2022 15:17:55 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22192 Melalui lomba dan kompetisi, karyawan grup Merdeka menguji kemampuan mereka. Kompetisi karyawan bisa meningkatkan semangat, kreativitas, dan kebersamaan karyawan dalam bekerja. Itulah yang ingin dipicu PT Merdeka Copper Gold Tbk saat mengadakan Merdeka Innovation Award (MIA) selain untuk menemukan inovasi-inovasi terbaru, yang bisa diterapkan di perusahaan, langsung dari karyawan yang paling memahami praktik kerjanya. Dengan […]

Artikel Kompetisi Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Melalui lomba dan kompetisi, karyawan grup Merdeka menguji kemampuan mereka.

Kompetisi karyawan bisa meningkatkan semangat, kreativitas, dan kebersamaan karyawan dalam bekerja. Itulah yang ingin dipicu PT Merdeka Copper Gold Tbk saat mengadakan Merdeka Innovation Award (MIA) selain untuk menemukan inovasi-inovasi terbaru, yang bisa diterapkan di perusahaan, langsung dari karyawan yang paling memahami praktik kerjanya. Dengan total hadiah Rp100 juta, MIA membuka pendaftaran mulai November 2021 sampai 31 Januari 2022. Inovasi yang dicari adalah yang dapat meningkatkan keamanan dan produksi, menghemat biaya, dan memperbaiki lingkungan, baik yang baru berupa ide maupun yang sudah diterapkan. Pesertanya bisa merupakan tim kerja, sekurangnya berjumlah dua orang.

“Kompetisi ini memberi kesempatan kepada insan-insan Merdeka untuk menunjukkan kemampuannya, bersamaan pula dengan kemajuan Merdeka,” ujar Boyke Abidin, Chief External Affairs Merdeka, yang turut menjadi juri bersama Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka; Eric Rahardja, Chief of Commercial and Business Support Merdeka; dan Raymond Hadisubrata, seorang konsultan manajemen yang mewakili pihak independen.

Dari 45 tim peserta, yang berasal dari Merdeka dan anak-anak perusahaannya, terpilih 10 tim finalis yang diseleksi lagi menjadi lima pemenang: juara pertama sampai ketiga dan dua juara harapan. Juara pertama berasal dari PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), karyawan yang baru enam bulan kerja bernama Abdurrahman yang lebih dikenal sebagai Oman. Melalui inovasi Crush Size Optimization, ia mengajukan perubahan metode produksi yang mampu mengurangi biaya yang sudah diterapkan bersama dua rekannya, Adhit dan Kemi Kharisma, yang juga bekerja sama dengan departemen lain. Hasilnya? “Peningkatan produksi sebesar 15 persen,” ujar Oman.

Sementara itu, Aldaka Wiguna dari departemen Geoscience (PSF Data Lead) PT Bumi Suksesindo (BSI), juara kedua dalam kompetisi ini, pemanfaatan machine learning untuk membantu menganalisis beragam data geologi. Dengan begitu, analisa menjadi lebih obyektif karena benar-benar berbasis data, dan dapat dimanfaatkan untuk mengambil beragam keputusan, dari soal legal, sosial, sumber daya, lingkungan, sampai pengoperasian tambang. Aldaka, yang biasa dipanggil Aldo, menganggap kompetisi ini sangat baik, “Karena memberikan kesempatan untuk mengapresiasi inovasi karyawan,” ujanya. Ia juga yakin antusiasme akan semakin tinggi jika jumlah hadiah dalam kompetisi berikutnya ditambah. Titis Wibowo, peraih juara harapan kedua dari Geoscience Business Improvement di Merdeka Mining Servis menambahkan, bahwa ini bukan hanya ajang karyawan mengembangkan diri, tapi juga ajang memajukan Merdeka bersama-sama. Tahun ini, MIA akan kembali diadakan, pendaftaran dibuka mulai Oktober 2022.

Karya fotografi Argha Nugraha (BSI), peraih Juara I kompetisi foto Hari Bumi.

Baru-baru ini, Merdeka juga mengadakan lomba esai dan foto untuk memperingati Hari Bumi, yang jatuh pada 22 April 2022, dengan tema Tempatku Bekerja adalah Bumi Kecilku yang Indah. “Kompetisi ini diadakan agar karyawan dapat lebih terlibat dalam persoalan lingkungan hidup,” ujar Amin Radjali, manajer dari departemen HSE, Risk, and Sustainability yang menyelenggarakan kompetisi. Duduk sebagai juri fotografi adalah Azlan Ismail, Senior Manager Risk, HSE, Sustainability; Gerick Mouton, Chief Project Development saat itu; dan Simon Milroy, CEO Merdeka. Sementara juri esai adalah Boyke Abidin; Titien Supeno, Direktur Human Resources; dan Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka. Jumlah pemenang lomba esai sama dengan kategori fotografi: tiga juara utama dan tiga juara harapan.

Indah Permatasari, administrator divisi External Affairs BSI, yang ingin melatih kemampuan menulisnya, bersemangat mengikuti lomba. Berkat tulisannya, tentang pengelolaan keanekaragaman satwa yang hidup di hutan sekitar operasi tambang BSI, ia meraih juara kedua. Mewakili BSI, Indah tidak sendiri. Tiga rekan lain dari BSI turut memenangkan lomba esai: Ridwan Syam (Juara 1), Sukadi (Juara 3), dan Argha Nugraha (Juara Harapan 2)—yang terakhir ini juga mengikuti lomba fotografi dan meraih juara pertama.

Para peserta berharap agar Merdeka terus mengadakan kompetisi. Selain untuk mewarnai rutinitas setelah bekerja—terutama bagi mereka yang sehari-hari bekerja di site dengan sistem kerja rooster—kompetisi dapat mengasah kreativitas dan meningkatkan kerja sama antar tim dan departemen. “Kemampuan karyawan yang tidak muncul selama bekerja, juga dapat diapresiasi lebih banyak orang,” ujar Indah.

Artikel Kompetisi Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>