Karier Arsip – PT Merdeka Copper Gold Tbk To be an Industry leading producer of gold, silver, copper, and other minerals in Indonesia Tue, 19 Sep 2023 11:36:56 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 Merdeka Young Talent Program kembali Dibuka https://merdekacoppergold.com/pt-merdeka-copper-gold-tbk-kembali-membuka-merdeka-youth-talent-program/ Tue, 19 Sep 2023 09:11:48 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=25992 Tahun ini, Merdeka Young Talent Program (MYTP) kembali membuka kesempatan bagi anak muda berbakat untuk menjadi pemimpin masa depan PT Merdeka Copper Gold Tbk. Dalam program pengembangan karyawan muda terstruktur selama dua tahun ini, peserta terpilih akan bekerja sembari menjalani pelatihan intensif untuk memahami seluk-beluk operasional bisnis perusahaan. Mereka akan belajar berinteraksi dan beradaptasi dalam […]

Artikel Merdeka Young Talent Program kembali Dibuka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Tahun ini, Merdeka Young Talent Program (MYTP) kembali membuka kesempatan bagi anak muda berbakat untuk menjadi pemimpin masa depan PT Merdeka Copper Gold Tbk. Dalam program pengembangan karyawan muda terstruktur selama dua tahun ini, peserta terpilih akan bekerja sembari menjalani pelatihan intensif untuk memahami seluk-beluk operasional bisnis perusahaan. Mereka akan belajar berinteraksi dan beradaptasi dalam tim yang dinamis. Dipandu mentor terbaik di industri, mereka akan berkembang menjadi profesional yang mampu merancang dan menerapkan konsep secara strategis dan efektif.

Sejak dimulai pada 2021, MYTP telah melahirkan tiga angkatan, dengan jumlah peserta terpilih yang terus meningkat setiap tahunnya, dari 10 orang pada 2021, menjadi 28 dan 31 orang pada 2022 dan 2023.

“Saya bangga menjadi bagian dari MYTP. Saya berkesempatan untuk belajar mengenai proyek-proyek pertambangan yang kompleks dari ahli di bidangnya masing masing,” ujar Wanda Nirmala Santoso, salah seorang angkatan perdana MYTP, yang kini bekerja sebagai Junior Mechanical Engineer untuk Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur.

“Proses rekrutmen MYTP yang menantang adalah cara yang bagus untuk menguji keterampilan dan pengetahuan saya,” ujar Anisa Fakhira Mulya merefleksikan pengalamannya mengikuti MYTP pada 2022. Sebagai MYTP Trainee, Anisa saat ini bekerja sebagai Operational Readiness di kantor pusat Merdeka, Jakarta. “Saya bersemangat dan berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi industri ini,” ujarnya.

MYTP terbuka untuk peserta dari berbagai program studi terkait pertambangan. Siapa pun yang berusia maksimal 25 tahun untuk lulusan S-1 dan maksimal 27 tahun untuk lulusan Magister dengan IPK minimal 3,3 bisa mendaftar. Pendaftaran MYTP 2023 akan ditutup pada 30 September 2023 dan kandidat terpilih akan diinformasikan melalui surel untuk kemudian mengikuti tes daring pada 2–6 Oktober 2023. Seleksi peserta akan dilakukan mulai pertengahan Oktober hingga Desember 2023. Informasi lebih rinci mengenai MYTP silakan kunjungi halaman ini.

“Merdeka mengutamakan peserta yang menunjukkan potensi untuk menjadi pemimpin masa depan,” ujar Firdausya Adhwa Tastama, Technical Services untuk Proyek Tembaga Tujuh Bukit, angkatan kedua MYTP. Pesannya kepada calon peserta, “Jadilah dirimu sendiri dan berlatihlah sebelum ujian dan wawancara.”

*

Wanda Nirmala Santoso, Junior Mechanical Engineer Proyek Tembaga Tujuh Bukit.
Firdausya Adhwa Tastama, Technical Services Proyek Tembaga Tujuh Bukit.

Foto utama: Anisa Fakhira Mulya, Operational Readiness PT Merdeka Copper Gold Tbk.

 

Artikel Merdeka Young Talent Program kembali Dibuka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 https://merdekacoppergold.com/pt-bumi-suksesindo-menjadi-tuan-rumah-indonesian-fire-and-rescue-challenge-ke-19/ Thu, 01 Dec 2022 09:09:03 +0000 https://merdekacoppergold.com/?p=23923 PT Bumi Suksesindo (BSI) menjadi tuan rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19. Diikuti oleh 24 tim perwakilan berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk PT Merdeka Copper Gold Tbk selaku perusahaan induk BSI, acara di Banyuwangi, Jawa Timur pada 14–22 November 2022 ini merupakan wadah berbagi ilmu penyelamatan. BSI turut berpartisipasi dan memenangkan sejumlah kategori […]

Artikel PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
PT Bumi Suksesindo (BSI) menjadi tuan rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19. Diikuti oleh 24 tim perwakilan berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk PT Merdeka Copper Gold Tbk selaku perusahaan induk BSI, acara di Banyuwangi, Jawa Timur pada 14–22 November 2022 ini merupakan wadah berbagi ilmu penyelamatan. BSI turut berpartisipasi dan memenangkan sejumlah kategori tantangan, di antaranya tim bersemangat terbaik dan juara harapan pertama untuk High Angle Rescue dan Hazmat Spill Response. Sementara Merdeka memenangkan kategori tim dengan performa terbaik dan juara harapan pertama dan ketiga untuk Road Accident Rescue and Mass Casualty Response dan Firefighter Competency Test.

Pengelolaan IFRC oleh BSI merupakan wujud komitmen Grup Merdeka terhadap keselamatan dalam setiap aspek pertambangan. BSI turut menjadikan acara IFRC untuk mendukung pariwisata Banyuwangi dengan menempatkan kegiatan utama di area wisata: Pulau Merah, Pantai Boom Marina, dan Gedung Wanita Banyuwangi demi memicu perekonomian lokal. BSI turut pula melibatkan UMKM dan warga lokal sebagai pendukung acara.

Sehari setelah IFRC, BSI mengirim tim tanggap darurat (Emergency Response Team/ERT) dan bantuan logistik ke Cianjur, Jawa Barat yang terlanda gempa dua hari sebelumnya. Tim ERT BSI, yang sering terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan di wilayah bencana, bergabung dengan tim siaga bencana di bawah koordinasi Kementerian ESDM sampai awal Desember.

Artikel PT Bumi Suksesindo Menjadi Tuan Rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge ke-19 pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar https://merdekacoppergold.com/para-juara-innovation-award-dari-tambang-tembaga-wetar/ Sat, 30 Jul 2022 16:10:36 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22215 Tiga karyawan BKP-BTR mencetak prestasi di ajang Innovation Award. Berkat konsep peningkatan produksi sebesar 15 persen, Oman menjadi yang terbaik. Operasional Tambang Tembaga Wetar pada Jumat, 1 April lalu berjalan normal: yang di kantor sibuk dengan administrasi, yang di lapangan mengerjakan tugas masing-masing. Menjelang petang, suasana berubah. Nama Abdurrahman tiba-tiba ramai dibicarakan secara lisan maupun […]

Artikel Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Tiga karyawan BKP-BTR mencetak prestasi di ajang Innovation Award. Berkat konsep peningkatan produksi sebesar 15 persen, Oman menjadi yang terbaik.

Operasional Tambang Tembaga Wetar pada Jumat, 1 April lalu berjalan normal: yang di kantor sibuk dengan administrasi, yang di lapangan mengerjakan tugas masing-masing. Menjelang petang, suasana berubah. Nama Abdurrahman tiba-tiba ramai dibicarakan secara lisan maupun dalam lalu lalang teks pesan WhatsApp di kalangan PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), perusahaan yang mengoperasikan penambangan dan pengolahan tembaga di Pulau Wetar itu.

Ada apa dengan Abdurrahman? Rupanya, keriuhan itu muncul lantaran PT Merdeka Copper Gold Tbk di Jakarta, perusahaan induk Tambang Tembaga Wetar, baru saja mengabarkan bahwa Abdurrahman menjadi juara pertama dalam Innovation Award, ajang lomba cipta inovasi antara karyawan bagi peningkatan keamanan dan produksi, serta penghematan biaya dan perbaikan lingkungan.

Nama-nama pemenang diumumkan pada hari itu. Lombanya sendiri sudah berlangsung sejak Oktober 2021. Seleksi dilakukan bertahap, setiap site atau anak perusahaan mengirimkan lima nama, lalu oleh panitia di kantor pusat nama-nama ini dinilai lagi sampai muncul 10 finalis.

Abdurrahman itu yang mana? Yang biasa dipanggil Oman, ya? Eh, Oman itu yang mana? Bikin apa dia? Di mana dia? Boleh kirim fotonya? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang berseliweran.

Ketika namanya mulai disebut-sebut, si empunya sendiri saat itu berada di salah satu ruangan di Recreation Hall, sarana olahraga dan pertemuan karyawan BKP-BTR, untuk proses presentasi dan penilaian juri terhadap 10 besar finalis Innovation Award yang berlangsung melalui aplikasi Zoom. Di ruangan yang sama ada pula Kiagus Zulkifli dan Lutfiyah Dea Gita, dua finalis lain dari Wetar, dan Mohammad Adithya Putra—sahabat sekaligus yang membantu Oman menyusun materi lomba.


Yes! Alhamdulillah!

Zulkifli berseru ketika namanya muncul di layar sebagai runner up pertama. Ia mendapat sambutan tepuk tangan dari yang lain, termasuk dua staf BKP-BTR yang membantu memfasilitasi acara itu, Rada Maruto dan Mariska Sindy Lontoh. Setelah beberapa saat, di layar terpampang nama ABDURRAHMAN – WETAR sebagai juara pertama. Tepuk tangan pun langsung membahana di ruangan itu. Oman yang memang berpembawaan kalem hanya balas tersenyum, gerak bibirnya mengucap alhamdulillah. Berkat kemenangannya, Oman beroleh hadiah uang Rp30 juta.

Wajar kalau Oman belum begitu dikenal di site Wetar. Ia baru tujuh bulan bergabung dengan BKP-BTR, tepatnya sejak Oktober 2021. Sarjana Teknik Metalurgi Universitas Indonesia ini bertugas di Plant Metallurgist Section – Crushing Heapleach, Processing Department. Lelaki asal Padang ini mengaku ikut lomba karena ingin menambah pengalaman dan bersaing menjadi yang terbaik dalam hal perbaikan dan efisiensi. Baginya lomba juga merupakan momen mengasah diri dalam berpikir matang, bekerja sama dalam tim, hingga melatih kemampuan berbicara di depan publik.

Dalam Innovation Award, Oman mengajukan topik Cost Efficiency pada Production Wetar Copper Mine di Sektor Crushing-Heapleach. Topik ini merupakan usulan langkah perubahan terhadap metode produksi yang satu tahun sebelumnya mengalami penurunan. “Topik ini telah dijalankan sebagai proyek dan telah menghasilkan peningkatan produksi sebesar 15 persen,” kata Oman. Proyek tersebut dilakukan Oman bersama dua rekan kerjanya, Adhit dan Kemi Kharisma, keduanya juga bekerja di bagian metalurgis. Mereka menyiapkan proyek selama dua bulan dan menjalin kerja sama dengan departemen lain yang bertautan. “Kami juga mendapat bimbingan dari para metalurgis senior di sini,” kata Oman.

Sementara itu, Zukifli yang berasal dari Palembang mempresentasikan idenya tentang pembiayaan drilling dan blasting. Usulannya, bagaimana menurunkan pendanaan dengan cara mengurangi penggunaan bahan peledak dan aksesorisnya. Sarjana Teknik Pertambangan dari Universitas Sriwijaya ini termotivasi ikut Innovation Award karena kepeduliannya pada upaya meningkatkan produksi sekaligus menghemat biaya produksi. Zulkifli yang sejak 2019 bekerja di Mine Planning – Mining Department melakukan pengujian usulannya pada Juni hingga September 2021 bersama enam rekannya dan di bawah bimbingan pimpinan teknis tambang di Tambang Tembaga Wetar, yaitu Edi Widodo dan Muhamad Faizal.

Sedangkan alasan Lutfiyah yang biasa dipanggil Upi mengikuti lomba salah satunya karena hadiah uang yang menarik. Inovasi yang diajukan Upi yang bekerja di Processing – Operation ini adalah bagaimana menciptakan nilai tambah dari limbah bekas menjadi komoditas logam. Sarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mendapatkan ide itu dari rekannya Brian Swahadana, sesama alumni ITB.

Ide itu muncul ketika terjadi permasalahan terkait penyimpanan dan pengelolaan limbah yang masuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) dan BKP-BTR tidak memiliki tempat yang memadai untuk menyimpan limbah timbal yang termasuk B3 dalam jumlah besar. Proyek Upi yang juga dibantu Brian Swahadana dan Alvi Adli, alumni ITB juga, menawarkan upaya yang dapat menghilangkan risiko pencemaran lingkungan hidup akibat limbah B3 sekaligus menghilangkan biaya pengadaan fasilitas penyimpanan atau penyerahan pengelolaan kepada pihak ketiga. “Dari simulasi perhitungan yang kami lakukan mulai pertengahan 2021, bisa terjadi penghematan hingga 40 persen,” kata Upi, karyawan asal Cirebon, yang kini sudah menjalani tahun keempat di Wetar. Untuk proyeknya ini, Upi beroleh posisi kedelapan.

Artikel Para Juara Innovation Award dari Tambang Tembaga Wetar pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Kompetisi Karyawan Merdeka https://merdekacoppergold.com/kompetisi-karyawan-merdeka/ Sat, 30 Jul 2022 15:17:55 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22192 Melalui lomba dan kompetisi, karyawan grup Merdeka menguji kemampuan mereka. Kompetisi karyawan bisa meningkatkan semangat, kreativitas, dan kebersamaan karyawan dalam bekerja. Itulah yang ingin dipicu PT Merdeka Copper Gold Tbk saat mengadakan Merdeka Innovation Award (MIA) selain untuk menemukan inovasi-inovasi terbaru, yang bisa diterapkan di perusahaan, langsung dari karyawan yang paling memahami praktik kerjanya. Dengan […]

Artikel Kompetisi Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Melalui lomba dan kompetisi, karyawan grup Merdeka menguji kemampuan mereka.

Kompetisi karyawan bisa meningkatkan semangat, kreativitas, dan kebersamaan karyawan dalam bekerja. Itulah yang ingin dipicu PT Merdeka Copper Gold Tbk saat mengadakan Merdeka Innovation Award (MIA) selain untuk menemukan inovasi-inovasi terbaru, yang bisa diterapkan di perusahaan, langsung dari karyawan yang paling memahami praktik kerjanya. Dengan total hadiah Rp100 juta, MIA membuka pendaftaran mulai November 2021 sampai 31 Januari 2022. Inovasi yang dicari adalah yang dapat meningkatkan keamanan dan produksi, menghemat biaya, dan memperbaiki lingkungan, baik yang baru berupa ide maupun yang sudah diterapkan. Pesertanya bisa merupakan tim kerja, sekurangnya berjumlah dua orang.

“Kompetisi ini memberi kesempatan kepada insan-insan Merdeka untuk menunjukkan kemampuannya, bersamaan pula dengan kemajuan Merdeka,” ujar Boyke Abidin, Chief External Affairs Merdeka, yang turut menjadi juri bersama Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka; Eric Rahardja, Chief of Commercial and Business Support Merdeka; dan Raymond Hadisubrata, seorang konsultan manajemen yang mewakili pihak independen.

Dari 45 tim peserta, yang berasal dari Merdeka dan anak-anak perusahaannya, terpilih 10 tim finalis yang diseleksi lagi menjadi lima pemenang: juara pertama sampai ketiga dan dua juara harapan. Juara pertama berasal dari PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), karyawan yang baru enam bulan kerja bernama Abdurrahman yang lebih dikenal sebagai Oman. Melalui inovasi Crush Size Optimization, ia mengajukan perubahan metode produksi yang mampu mengurangi biaya yang sudah diterapkan bersama dua rekannya, Adhit dan Kemi Kharisma, yang juga bekerja sama dengan departemen lain. Hasilnya? “Peningkatan produksi sebesar 15 persen,” ujar Oman.

Sementara itu, Aldaka Wiguna dari departemen Geoscience (PSF Data Lead) PT Bumi Suksesindo (BSI), juara kedua dalam kompetisi ini, pemanfaatan machine learning untuk membantu menganalisis beragam data geologi. Dengan begitu, analisa menjadi lebih obyektif karena benar-benar berbasis data, dan dapat dimanfaatkan untuk mengambil beragam keputusan, dari soal legal, sosial, sumber daya, lingkungan, sampai pengoperasian tambang. Aldaka, yang biasa dipanggil Aldo, menganggap kompetisi ini sangat baik, “Karena memberikan kesempatan untuk mengapresiasi inovasi karyawan,” ujanya. Ia juga yakin antusiasme akan semakin tinggi jika jumlah hadiah dalam kompetisi berikutnya ditambah. Titis Wibowo, peraih juara harapan kedua dari Geoscience Business Improvement di Merdeka Mining Servis menambahkan, bahwa ini bukan hanya ajang karyawan mengembangkan diri, tapi juga ajang memajukan Merdeka bersama-sama. Tahun ini, MIA akan kembali diadakan, pendaftaran dibuka mulai Oktober 2022.

Karya fotografi Argha Nugraha (BSI), peraih Juara I kompetisi foto Hari Bumi.

Baru-baru ini, Merdeka juga mengadakan lomba esai dan foto untuk memperingati Hari Bumi, yang jatuh pada 22 April 2022, dengan tema Tempatku Bekerja adalah Bumi Kecilku yang Indah. “Kompetisi ini diadakan agar karyawan dapat lebih terlibat dalam persoalan lingkungan hidup,” ujar Amin Radjali, manajer dari departemen HSE, Risk, and Sustainability yang menyelenggarakan kompetisi. Duduk sebagai juri fotografi adalah Azlan Ismail, Senior Manager Risk, HSE, Sustainability; Gerick Mouton, Chief Project Development saat itu; dan Simon Milroy, CEO Merdeka. Sementara juri esai adalah Boyke Abidin; Titien Supeno, Direktur Human Resources; dan Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka. Jumlah pemenang lomba esai sama dengan kategori fotografi: tiga juara utama dan tiga juara harapan.

Indah Permatasari, administrator divisi External Affairs BSI, yang ingin melatih kemampuan menulisnya, bersemangat mengikuti lomba. Berkat tulisannya, tentang pengelolaan keanekaragaman satwa yang hidup di hutan sekitar operasi tambang BSI, ia meraih juara kedua. Mewakili BSI, Indah tidak sendiri. Tiga rekan lain dari BSI turut memenangkan lomba esai: Ridwan Syam (Juara 1), Sukadi (Juara 3), dan Argha Nugraha (Juara Harapan 2)—yang terakhir ini juga mengikuti lomba fotografi dan meraih juara pertama.

Para peserta berharap agar Merdeka terus mengadakan kompetisi. Selain untuk mewarnai rutinitas setelah bekerja—terutama bagi mereka yang sehari-hari bekerja di site dengan sistem kerja rooster—kompetisi dapat mengasah kreativitas dan meningkatkan kerja sama antar tim dan departemen. “Kemampuan karyawan yang tidak muncul selama bekerja, juga dapat diapresiasi lebih banyak orang,” ujar Indah.

Artikel Kompetisi Karyawan Merdeka pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Tidak Bisa Naik Motor? Itu Bukan Syarat Jadi Operator https://merdekacoppergold.com/tidak-bisa-naik-motor-itu-bukan-syarat-jadi-operator/ Mon, 18 Apr 2022 15:03:26 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22184 Mining Apprentice Program berhasil meluluskan perempuan-perempuan operator alat berat di Wetar. Ada yang tidak bisa mengendarai sepeda motor maupun mobil, tetapi sekarang mengoperasikan truk bermuatan 60 ton.  Bekerja di pertambangan itu berat, jadi hanya lelaki yang sanggup menjalaninya. Anggapan semacam ini memang masih banyak diamini masyarakat pada umumnya. “Pendapat salah itu, buktinya Kartini ada di […]

Artikel Tidak Bisa Naik Motor? Itu Bukan Syarat Jadi Operator pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Mining Apprentice Program berhasil meluluskan perempuan-perempuan operator alat berat di Wetar. Ada yang tidak bisa mengendarai sepeda motor maupun mobil, tetapi sekarang mengoperasikan truk bermuatan 60 ton. 

Bekerja di pertambangan itu berat, jadi hanya lelaki yang sanggup menjalaninya. Anggapan semacam ini memang masih banyak diamini masyarakat pada umumnya. “Pendapat salah itu, buktinya Kartini ada di sini,” kata Kartini Sandra Tilukay, karyawan Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR). Dan, tugas sehari-hari nona asal Pulau Kisar ini tidak di belakang meja, tetapi mengoperasikan kendaraan berat. “Rasanya keren sekali, walau badan lebih kecil ketimbang ban alat berat, saya tetap bisa operasikan,” kata Kartini, penuh semangat.

Kartini adalah salah seorang dari lima belas perempuan operator kendaraan berat di site penambangan tembaga milik BKP-BTR di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya. Mereka adalah lulusan dari Mining Apprentice Program—pelatihan mengoperasikan alat yang dikhususkan bagi peserta perempuan.

Dicky Murod, Senior Manager External Affairs BKP-BTR, mengungkap bahwa pelatihan yang diikuti Kartini dan peserta lainnya adalah bentuk dukungan BKP-BTR terhadap kesetaraan gender. Dengan memberikan keterampilan mengoperasikan alat berat kepada perempuan, terbuka peluang kerja di dunia pertambangan untuk profesi-profesi yang sebelumnya lebih banyak diisi pekerja laki-laki. Selain itu, pelatihan juga diadakan untuk mengisi kebutuhan operator alat berat di BKP-BTR. Setelah mereka lulus, tanggung jawab operator perempuan tidak berbeda daripada operator laki-laki.

Pelatihan mulai bergulir sejak Juli 2021 dan berlangsung dalam beberapa batch atau gelombang. Pada awalnya, para peserta berasal dari Lurang dan Uhak, dua desa terdekat dari lokasi BKP-BTR. Selanjutnya, peserta datang dari desa-desa lain di Pulau Wetar dan pulau lain di Kabupaten Maluku Barat Daya seperti Pulau Kisar.

Setiap batch berlangsung selama 50 hingga 60 hari, dibimbing tim pelatih profesional. Pelatihan dijalankan di lokasi pertambangan yang sesungguhnya. Kartini dan kawan-kawannya dilatih mengoperasikan haul truck 733 yang memiliki kapasitas muatan 60 ton dan articulate dump truck 745 dengan daya angkut 45 Ton.

Kartini mengaku takjub dengan kemampuan dirinya saat ini. Sampai sekarang, ia tidak bisa mengendarai sepeda motor tetapi malah bisa membawa truk besar di pertambangan. “Saya dulu cuma lihat unit-unit tambang di televisi,” kata Kartini, Sarjana Ilmu Komputer dari STIKOM Ambon.

Dengan rompi oranye, para operator perempuan siap memasuki area tambang. [FOTO: Dino Musida/BKP-BTR]
Rekan Kartini, Kaindah Feum Ahab pun merasakan lompatan dalam kehidupannya setelah menjadi operator kendaraan berat. Ia yang sebelumnya bekerja di Puskesmas Lurang mengaku memiliki kesan yang sama dengan Kartini. “Saya justru merasa keren kalau ada orang yang tidak percaya saya kerja di lapangan tambang,” kata Kaindah, disusul tawa berderai.

Kaindah merasakan jalan masa depan hidupnya terbuka. Menurutnya, keterampilan dan pengalaman mengoperasikan kendaran berat adalah modal yang luar biasa. “Kalau sudah selesai dari sini, saya bisa bekerja di pertambangan di tempat lain, saya pasti akan kaya pengalaman dengan melihat daerah-daerah lain di Indonesia,” katanya.

Kaindah menyebut dokter Gian Alodia Risamasu yang menjadi atasannya di Puskesmas Lurang sebagai orang yang berjasa baginya. “Dokter Gian yang mendorong saya agar ikut pelatihan di sini, katanya biar saya bisa memiliki wawasan dan pengalaman yang jauh lebih luas dari luas desa saya,” ujar Kaindah.

Pengalaman serupa juga didapatkan Novita Leladara. Ibu dari satu anak ini berasal dari Desa Ilputih di Wetar. “Bekerja di tambang ternyata seru, saya sangat menikmati,” kata Novita yang suaminya juga bekerja di BKP-BTR.

Bagaimana dengan gaji? “Bagus,” kata mereka bertiga serempak diiringi senyum. Kaindah mengaku jumlah penghasilannya jadi operator berlipat dari petugas administrasi di Puskesmas.


Kepala pelatih Phillips Benny menyatakan bahwa ada banyak kelebihan bila kendaraan berat dioperasikan oleh perempuan. “Perempuan itu konsisten dan stabil, beda dari laki-laki yang ada grasa-grusunya,” katanya. Misal, bila mendapat tugas sepuluh trip, operator perempuan bisa memenuhinya dalam waktu yang tepat dengan jarak waktu antara trip yang sama, sementara operator laki-laki tidak tetap kecepatannya sehingga kadang malah lambat dan tidak mencapai target.

Selain itu, tambah Benny, tingkat kerusakan pada kendaraan berat ternyata menurun. “Karena cara perempuan memperlakukan dan mengendalikannya berbeda,” kata Benny. Operator perempuan tidak menjumpai kesulitan mengoperasikan truk karena caranya serupa dengan menjalankan mobil ‘matic. “Hal yang penting diterapkan pada operator adalah kedisplinan dan kepatuhan ketika sebelum, selama, dan sesudah mengoperasikan,” kata Benny.

Seperti yang diceritakan Kartini: sebelum mulai bekerja, ia wajib memastikan semua bagian kendaraan dalam keadaan baik, selama beroperasi selalu patuh kepada pengawas yang memberi arahan dan penuh kehati-hatian, dan sesudah bertugas memastikan lagi kendaraan dalam keadaan baik.

Setelah Kartini, Kaindah, dan Novita akan ada lagi perempuan-perempuan operator di BKP-BTR karena kegiatan pelatihan masih berlangsung. Mereka akan bertugas siang maupun malam sesuai jadwal yang telah diatur.

Artikel Tidak Bisa Naik Motor? Itu Bukan Syarat Jadi Operator pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Proyek Emas Pani Mulai Berseri https://merdekacoppergold.com/proyek-emas-pani-mulai-berseri/ Tue, 01 Feb 2022 14:29:20 +0000 https://web-baru.merdekacoppergold.com/?p=22172 Proyek Emas Tani tancap gas awal tahun ini. Proyek ini akan menumbuhkan industri-industri lain di Pohuwato dan memberikan banyak kesempatan kerja bagi warga setempat.  Puluhan anak muda berseragam hitam putih berbaris di halaman. Di depan mereka, berdiri lelaki berseragam biru kuning sedang memberikan pengarahan, sesekali nadanya lantang memanggil nama atau meminta mereka melakukan sesuatu. Tak […]

Artikel Proyek Emas Pani Mulai Berseri pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Proyek Emas Tani tancap gas awal tahun ini. Proyek ini akan menumbuhkan industri-industri lain di Pohuwato dan memberikan banyak kesempatan kerja bagi warga setempat.

 Puluhan anak muda berseragam hitam putih berbaris di halaman. Di depan mereka, berdiri lelaki berseragam biru kuning sedang memberikan pengarahan, sesekali nadanya lantang memanggil nama atau meminta mereka melakukan sesuatu. Tak jauh dari mereka, terlihat sejumlah personel berseragam biru kuning keluar-masuk kantor. Sebagian tampak terburu-buru sehingga langsung masuk ke mobil kabin ganda dan pergi meninggalkan kantor.

Pemandangan tersebut jamak ditemui di kantor perwakilan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) di Marisa, ibu kota Kabupaten Pohuwato, pada hari-hari belakangan ini. Pemandangan ini berbeda dari bulan-bulan sebelumnya ketika kantor terlihat tenang, halaman sepi, sementara pagar besinya yang berukuran dua kali empat meter lebih banyak tertutup.

Hari-hari itu PETS memerlukan sekitar 150 karyawan baru yang perekrutannya akan mengutamakan warga setempat. Sebabnya adalah kabar baik yang baru-baru ini memberi napas baru bagi Proyek Emas Pani.


PETS adalah perusahaan yang dibentuk oleh PT Merdeka Copper Gold bersama KUD Dharma Tani (yang anggotanya semula adalah para penambang tradisional) untuk menggarap Proyek Pani Besar di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Lokasi proyek berjarak sekitar 29 km dari Marisa, dan empat jam perjalanan darat dari Kota Gorontalo, ibu kota Provinsi Gorontalo. PETS adalah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sesuai dengan Keputusan Gubernur Gorontalo Nomor 351/17/IX/2015.

Sekalipun sudah berdiri beberapa lama, PETS tidak bisa bergegas melangkah karena ada kendala serius. Di lokasi yang bersisian, ada Kontrak Karya Proyek Pani (KK Pani) yang dimiliki oleh PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) yang sahamnya antara lain dimiliki oleh PT J Resources Nusantara (JRN), anak perusahaan PT J Resources Asia Pasifik (PSAB).

Semula, ada kesepakatan antara PETS dan GSM dalam penggarapan IUP Pani dan KK Pani di kawasan yang berbatasan agar saling menguntungkan. Eksplorasi deposit emas di wilayah GSM telah dilakukan sejak 2011 dan berakhir pada 2018. Sementara, di wilayah PETS, pengeboran eksplorasi dilakukan pada 2012 dan 2013. Untuk daerah perbatasan antara daerah deposit GSM dan PETS, belum ada pengeboran sama sekali. Tapi, Merdeka yakin bahwa mineralisasi batuan terus berlanjut di daerah antara itu. Dengan kata lain, ada cadangan emas yang cukup besar di sana. Sayangnya, selama beberapa tahun terakhir, kesepakatan PETS dan GSM jalan di tempat.

Setelah melalui serangkaian upaya mencapai kata sepakat, situasi berubah. Pada akhir 2021, PSAB menjual seluruh saham milik anak usahanya, JRN, di GSM pada PT Andalan Bersama Investama (ABI). Total nilai transaksinya Rp2,13 triliun atau setara dengan 150 juta dolar AS. Penjualan ini menjadi penting karena Merdeka sudah menginvestasikan 80,16 juta dolar AS untuk 50,1% kepemilikan di ABI pada kisaran waktu yang berdekatan.


Dengan investasi di ABI, Merdeka akan memperoleh mayoritas saham di Proyek Emas Pani melalui kepemilikan saham di PT Pani Bersama Jaya (PBJ) sebanyak 66,7% dan GSM sebanyak 50,1%. PBJ adalah induk PETS dan PT Pani Bersama Tambang (PBT).

Selanjutnya, IUP Pani dan KK Pani akan digabung menjadi Proyek Emas Pani. Potensi cadangan keseluruhan sumber daya untuk Proyek Emas Pani akan lebih besar daripada kemungkinan cadangan jika proyek tersebut dikembangkan secara terpisah. Penggabungan kedua proyek diharapkan dapat mengoptimalkan pengembangan sumber daya gabungan, yang akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dengan bijih yang diproses melalui satu pabrik proses yang lebih besar.

“Penggabungan IUP Pani dan KK Pani menjadi Proyek Emas Pani yang lebih besar dan memungkinkan Merdeka untuk memanfaatkan sumber daya di Gunung Pani secara optimal,” kata Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka. Menurut Albert, saat ini kandungan sumber daya mineral di Pani yang dihitung hanyalah emas. Jika ada tembaga dan kandungan mineral lainnya, itu sekunder. “Pani is going to be huge,” lanjut Albert. “Proyek Emas Pani diperkirakan dapat menghasilkan 250.000 ounces emas per tahun selama 15 tahun.” Dengan kata lain, proyek ini akan menjadi tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik. Karena itulah Proyek Emas Pani sangat berarti untuk mendorong pertumbuhan dan keberlangsungan Merdeka.

Simon Milroy, Wakil Presiden Direktur dan CEO Merdeka, menyebutkan optimisme yang senada. “Dengan Proyek Emas Pani di bawah kendali Merdeka, kami berencana mempercepat pengembangan proyek. Proyek ini akan menjadi tambang emas berumur panjang dan berbiaya rendah,” ujar Milroy. Ia tak menutupi rasa kagumnya saat melihat langsung semua sarana-prasarana yang melebihi harapannya di Pani Base Camp dan Pioneer Camp di site GSM maupun Baganite Camp di site. Ia juga menyempatkan memeriksa area bakal lokasi fasilitas penunjang penambangan seperti ore processing plant, dan Pelabuhan Bubulan di Kecamatan Paguat yang akan menjadi alternatif titik pengiriman logistik dan material perusahaan selain Pelabuhan Kota Gorontalo. “Saya akan upayakan sering berkunjung sehingga bisa mengikuti tahapan perkembangan proyek, dari awal hingga beroperasi kelak,” kata Milroy.

Saat berkunjung ke Pani dalam kesempatan berbeda, Albert Saputro berkesempatan menjelaskan bisnis Merdeka serta prospeknya kepada para karyawan di sana. Menurutnya, Pani akan beroperasi panjang, dari 20 sampai 30 tahun. Oleh karenanya, ia mengajak semua yang terlibat di proyek mengawal agar bisa menjadi berkah bagi semua pemangku kepentingan, tidak hanya para pemegang saham. Ia menyebutkan bahwa saat ini masih ada beberapa urusan legal dan administrasi sehubungan dengan akuisisi ABI dan GSM. Setelah itu, akan ada perjanjian kerja sama antara GSM dan PBJ karena bagaimanapun keduanya entitas yang terpisah. “Banyak klausul yang perlu disepakati bersama agar bisnis ke depan bisa berjalan mulus,” kata Albert.

Usai secara resmi menjadi bagian dari grup Merdeka, para karyawan GSM mengikuti ramah-tamah dengan direksi PT Merdeka Copper Gold Tbk: Albert Saputro, Titien Supeno, dan Boyke P. Abidin. [FOTO-FOTO: PETS]
Dengan langkah besarnya pada akhir 2021, Merdeka sekarang memiliki tiga perusahaan yang beroperasi di Pani: PETS, GSM, dan PBT. Merdeka juga sudah menyusun rencana strategis untuk mengembangkan tambang Pani. Apa saja itu? Pertama, melakukan pengeboran eksplorasi di daerah perbatasan (gap) antara deposit GSM dan PETS; dari pengeboran ini diharapkan ada informasi mengenai penambahan jumlah cadangan yang cukup signifikan.

Kedua, melakukan pengeboran ulang dengan jarak lebih rapat untuk daerah deposit PETS karena pengeboran sebelumnya masih dianggap belum memadai dan dilakukan sekitar 10 tahun yang lalu; langkah ini juga diharapkan bisa meningkatkan kepastian jumlah cadangan dan kemungkinan besar juga tentang kenaikan jumlah cadangan. “Kami akan bekerja sebaik mungkin demi mendapatkan data seakurat mungkin, dan melakukan perencanaan sematang dan sekomprehensif mungkin,” kata Albert.

Ketiga, menyusun laporan estimasi sumber daya mineral berdasarkan hasil pengeboran eksplorasi di wilayah perbatasan dan IUP PETS.

Keempat, memulai persiapan untuk melakukan proses penambangan dari wilayah deposit GSM, yang sudah ada dalam jumlah sangat memadai untuk pengeboran eksplorasi dan berbagai kajian (metalurgi, geoteknik, hidrologi, lingkungan, metode penambangan, dan sebagainya), pula studi kelayakan yang detail dan lengkap pada 2013 dan 2019.  Memang diperlukan beberapa studi lanjutan dan penyesuaian perizinan sebelum kegiatan konstruksi bisa dilaksanakan dan Proyek Emas Pani bisa mulai beroperasi pada 2025.

Kelima, seiring dengan hasil eksplorasi lanjutan di daerah perbekspansi penambangan ke daerah deposit di perbatasan dan PETS.

Manajer Explorasi MMS Budi Budiman (kedua dari kiri) menjelaskan rencana drilling yang akan dimulai dari area GSM hingga area PETS. Budiman juga menjelaskan rencana area pit, ore processing plant, serta fasilitas penunjang operasi penambangan lainnya. [FOTO: PETS]
Albert Saputro menyatakan bahwa mulai bergeraknya Proyek Emas Pani adalah kabar baik bagi Kabupaten Pohuwato sebagai wilayah operasi tambang. Ia menyebutkan bahwa rekam jejak Merdeka melalui operasi tambang Tujuh Bukit yang dijalankan PT Bumi Suksesindo di Banyuwangi sudah membuktikan bahwa pertambangan yang bertanggung jawab dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya yang diterima masyarakat, sekaligus pelestarian lingkungan.

Dari segi ekonomi, kontribusi BSI terhadap pajak di Banyuwangi sangat besar, mencapai lebih dari 60 persen. Di Tujuh Bukit, sudah dilakukan reklamasi lebih dari 34,9 hektare lahan yang selesai ditambang. Di Banyuwangi pula dilakukan cara-cara yang aman dengan standar tinggi untuk mengekstraksi logam mulia yang tidak menyisakan limbah proses.

“Kami menjaga lingkungan dan mendukung kemajuan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat di setiap wilayah operasi kami. Itu pula yang akan Merdeka lakukan di Proyek Emas Pani. Jika tambang emas Pani mulai beroperasi, pendapatan Pohuwato jelas akan meningkat secara signifikan, dan perekonomian akan tumbuh semakin laju,” kata Albert.


Kegiatan awal Proyek Emas Pani yang akan segera dilakukan adalah pengeboran untuk memperoleh data penambahan cadangan ore. Tak kurang dari 200 titik akan dibor pada 2022 ini. Proyek Emas Pani sudah merencanakan perekrutan sekitar 250 karyawan baru sehingga jumlah total yang bekerja di sana mencapai 300 orang. Dari jumlah ini, diharapkan mayoritas akan berasal dari warga setempat.

Merdeka juga berkomitmen untuk mendidik putra-putri terbaik Gorontalo sehingga ke depan mereka bisa menduduki posisi-posisi teknis yang pada awal kegiatan masih dipegang oleh tenaga kerja dari daerah lain.

Berkenaan dengan kekaryawanan, Direktur HR Merdeka Titien Supeno menegaskan pentingnya karyawan yang saat ini sudah bekerja ataupun yang akan direkrut nantinya menerapkan nilai-nilai GREATNESS ke dalam perilaku sehari-hari. “Pertumbuhan hanya bisa dicapai jika kita saling menghormati, bekerja secara akuntabel, menciptakan hasil-hasil yang unggul, dengan menempatkan keselamatan di atas segalanya,” ujarnya. Titien juga mengajak semua karyawan untuk menjadikan pekerjaan sebagai mahakarya, bukan sekadar prakarya.

Dengan meningkatnya aktivitas perusahaan, kebutuhan belanja barang dan jasa di pasar lokal pun akan bertambah. Bertambahnya belanja secara signifikan akan meningkatkan perputaran uang yang pada gilirannya mendongkrak multiflyer effect keberadaan perusahaan. Keberadaan Proyek Emas Pani akan menumbuhkan industri lain di wilayah Pohuwato. Bertumbuhnya industri-industri tersebut sudah barang tentu akan memberikan kesempatan terserapnya tenaga kerja baru.

Saat ini, Merdeka melalui tiga anak usahanya juga sudah merancang beberapa program pemberdayaan masyarakat. Merdeka sangat berharap bahwa dengan tumbuhnya sektor-sektor penghidupan di luar sektor tambang, masyarakat punya makin banyak pilihan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Pohuwato, dan pertumbuhan ini wajib sejalan dengan kearifan nilai dan budaya setempat,” kata Albert.

Artikel Proyek Emas Pani Mulai Berseri pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>
Nilai-nilai Merdeka sebagai Jati Diri https://merdekacoppergold.com/nilai-nilai-merdeka-sebagai-jati-diri/ Mon, 26 Apr 2021 10:54:22 +0000 https://mdk.hexfoundation.id/?p=17293 Merdeka sudah menetapkan Greatness sebagai nilai-nilai inti perusahaan. Nilai-nilai inilah yang akan memandu Merdeka menjadi perusahaan terkemuka. Hutan di belakang kantor MIA (Mine Infrastructure Area) masih diselimuti kabut yang mulai menipis sementara matahari terlihat malu-malu memancarkan panasnya pada pukul enam pagi itu. Sekelompok karyawan berdiri melingkar di area workshop untuk toolbox meeting yang dipimpin Yakub […]

Artikel Nilai-nilai Merdeka sebagai Jati Diri pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>

Merdeka sudah menetapkan Greatness sebagai nilai-nilai inti perusahaan. Nilai-nilai inilah yang akan memandu Merdeka menjadi perusahaan terkemuka.

Hutan di belakang kantor MIA (Mine Infrastructure Area) masih diselimuti kabut yang mulai menipis sementara matahari terlihat malu-malu memancarkan panasnya pada pukul enam pagi itu. Sekelompok karyawan berdiri melingkar di area workshop untuk toolbox meeting yang dipimpin Yakub Pangihutan, Supervisor Departemen Maintenance.

Ada yang berbeda dari pertemuan toolbox sejak sebulan belakangan. Sebelumnya, materi pertemuan hanya berfokus pada keselamatan kerja. Pagi itu, Yakub mengulang menyebutkan beberapa nilai yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh timnya. Dia menyebut materi yang disampaikannya adalah nilai-nilai inti perusahaan.

Grup Merdeka memang sudah mencanangkan nilai-nilai inti perusahaan: Greatness (Growth atau Pertumbuhan, Respect atau Rasa Hormat, Accountabilty atau Akuntabilitas, Excellence atau Unggul, dan Safety atau Keselamatan). Perusahaan meyakini bahwa pertumbuhan hanya bisa diraih dengan saling menghormati, bekerja dengan bertanggung jawab, meraih hasil-hasil yang unggul, dan kesemuanya itu dikerjakan dengan mengedepankan keselamatan. Merdeka mulai mensosialisasikan nilai-nilai intinya pada 26 Desember 2020 melalui town hall daring.

Kemudian, pada 21 Januari 2021, Merdeka mengirimkan video ringkasan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan melalui email, juga mengunggahnya di jaringan intranet perusahaan. “Kami berharap program sosialisasi awal ini lebih mengakrabkan kita, para Insan Merdeka, terhadap Visi, Misi dan Nilai-nilai Inti Perusahaan, dan bersama-sama menjadikan Greatness sebagai panduan dalam beraktivitas di luar dan di dalam lingkungan perusahaan,” ujar Deni Indra Kelana dari HRD MCG, yang terlibat intens dalam perancangan nilai-nilai.


Sebuah perusahaan, lembaga, dan termasuk orang per orang pun selalu membutuhkan atau menghayati nilai-nilai yang memandu tindakan mereka. Berdasarkan nilai-nilai itu, prioritas ditetapkan dan keputusan diambil. Ukuran keberhasilan, tak pelak tergantung pada nilai-nilai macam apa yang dipegang.

Merdeka membutuhkan nilai-nilai yang secara tegas dinyatakan karena itulah prinsip-prinsip yang menyatukan, mengatur bagaimana semuanya bekerja dan berinteraksi—termasuk di masyarakat. Dengan kata lain, nilai-nilai inti akan memandu semua insan Merdeka bersikap dan bertindak profesional. Sebagai perusahaan yang relatif muda, tetapi sudah banyak melakukan aktivitas besar—mulai mengoperasikan tambang sampai go public—Merdeka memang sudah waktunya mempunyai identitas yang lebih tegas. Karyawan datang dari banyak tempat kerja yang membawa kultur yang berbeda-beda. Tanpa nilai-nilai inti yang dihayati bersama, “tabrakan” bisa saja terjadi sekalipun semuanya sama-sama punya niat baik.

Merdeka merancang Greatness sejak 2019. Sebelumnya, Merdeka menggunakan visi (pemimpin global dalam industri pertambangan dan logam Indonesia) dan misi (menjadi mitra pengembang pilihan dalam industri pertambangan dan logam; menjadi yang terdepan dalam keselamatan, pelestarian lingkungan, dan CSR; menghasilkan nilai unggul dan keuntungan bagi investor melalui investasi yang cermat dan pengembangan proyek yang efektif; serta menjadi yang terdepan dalam efisiensi dan inovasi) yang sudah ditetapkan pada 2012 bersamaan dengan waktu pendiriannya. Visi adalah mimpi atau tujuan sebuah perusahaan, misi adalah cara meraihnya, sementara nilai-nilai yang membangun kultur adalah pendukung utama visi dan misi.

Nilai-nilai Greatness adalah penggalian lebih saksama dari visi dan misi. Pertimbangannya, saat ini makin banyak operasi dan makin banyak karyawan, jadi beberapa hal memang harus dinyatakan lebih tegas.

Keselamatan adalah nilai yang paling mudah dipahami karena yang satu ini hukumnya wajib. Secara keseluruhan, Grup Merdeka pernah beroperasi tanpa LTI (Lost Time Injure atau cedera yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja) sepanjang 2019, dan mencatatkan rekor keselamatan kerja hingga 20 juta jam. Sayang, skor ini gagal dipertahankan pada 2020 karena terjadi kecelakaan kecil. Meskipun demikian, untuk sebuah perusahaan tambang baru, catatan Merdeka cukup mengesankan sehingga bisa dibilang nilai keselamatan sudah melekat pada semua personel.

Safety adalah segalanya dalam bekerja. Semuanya akan sia-sia bila kita tidak bekerja dengan safety,” kata Jeffry Mounty, yang dibenarkan oleh rekannya Ilyas Musa. Keduanya adalah putra daerah yang bergabung dengan Proyek Pani sejak 2019 ketika proyek pengeboran dimulai. Tingginya kepedulian pada keselamatan juga dirasakan oleh Feni Imasari, salah satu admin di Departemen Maintenance BSI. Ia menyebutkan berbagai peranti di PT BSI seperti Golden Rules, JSEA, OK-KAN, TAHAN, Takon-7, dan kepatuhan karyawan berperan besar dalam peraihan catatan bagus 20 juta kerja tanpa kecelakaan itu.

Bagaimana dengan nilai-nilai yang lain? Pada 2020, pertumbuhan Merdeka cukup sehat sekalipun ada insiden operasi pelindian di PT BSI dan belum optimalnya operasi Wetar. Nah, ke depan, pertumbuhan seperti apa yang diinginkan Merdeka: Apakah cukup sekadar sedikit lebih baik dari kemarin atau lebih dari itu? Tentu saja, Merdeka mengharapkan pertumbuhan serius—hal ini antara lain ditunjukkan dengan membesarkan usaha dan menggelar serangkaian pelatihan untuk karyawan agar mereka semakin berkembang.

Pribadi yang berkembang pada akhirnya akan menjadi pribadi unggul yang menghadirkan dan selalu bertekad menjadi yang terbaik. Samuel Lumele, petugas medis di Pani yang berasal dari Toraja, menyatakan bahwa karyawan harus senantiasa bekerja dengan cerdas. “Karyawan harus terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan ilmunya, harus memiliki kemampuan lebih,” ujar Samuel.

Akuntabilitas bisa dilihat antara lain dari bagaimana Merdeka menjalankan bisnis selama ini. Ada panduan yang jelas yang menyatakan larangan atas praktik-praktik curang—dan ini diterapkan juga kepada mitra dan pemangku kepentingannya.

Adapun respek atau rasa hormat adalah sesuatu yang tumbuh secara organik—seseorang bisa dihormati yang lain jika memang ia layak, dan ia sendiri menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Menurut James Oral Tombokan, yang berasal dari Bolaang Mongondow dan bergabung ke Pani sejak awal 2020 lalu sebagai asisten geolog, saling menghormati sesama karyawan merupakan sebuah keharusan. “Tanpa itu, kerja sama tim tidak akan jalan,” ujar James.

Respek Merdeka pada pemangku kepentingan sangat terlihat semasa pandemi COVID-19 setahun belakangan ini. Rasa hormat, dalam hal ini adalah hormat pada kemanusiaan, inilah yang mendorong Merdeka menyalurkan bantuan di berbagai wilayah dan berperan aktif mencegah penyebaran virus yang berbahaya.


Nilai-nilai yang termaktub dalam Greatness sejatinya tidak terlalu asing bagi karyawan Merdeka. Kampanye mengenai nilai-nilai ini sudah dilakukan melalui berbagai saluran seperti yang sudah disebutkan—bahkan termasuk pemasangan banner di gerbang utama setiap site. Feni dari PT BSI, misalnya, mengetahui Greatness dari membaca buklet; sementara Lucky Wardhani, staf Departemen Enviro di PT BSI, mengetahui melalui video. Meskipun demikian, mereka berdua, dan banyak karyawan lainnya berharap ada sosialisasi lanjutan.

Harapan tersebut wajar belaka. Karyawan yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tujuan perusahaan akan bekerja lebih keras untuk mencapainya. Mereka menjadi lebih tahu tentang apa yang diharapkan dari mereka. Dan, karyawan yang terlibat adalah aset paling berharga bagi sebuah perusahaan.

Merdeka mafhum bahwa menjadikan nilai-nilai sebagai budaya yang benar-benar dihayati memang bukanlah pekerjaan satu-dua hari. Untuk mewujudkannya, perlu role model di setiap lini—dan mereka yang menempati posisi penting di manajemen harus benar-benar walk the talk atau memberi teladan.

Merdeka juga sangat sadar bahwa nilai-nilai bisa berkembang sesuai tuntutan zaman. Idealnya, nilai-nilai inti sebuah perusahaan memang datang dari dua arah: top-down dan bottom up. Tapi, untuk saat ini, Greatness adalah rumusan solid yang menjawab kebutuhan Merdeka untuk menjadi perusahaan terkemuka.

Artikel Nilai-nilai Merdeka sebagai Jati Diri pertama kali tampil pada PT Merdeka Copper Gold Tbk.

]]>